Akhir Pekan, Pergerakan IHSG Masih Suram

NERACA

Jakarta – Kembali melemahnya nilai tukar rupiah menjadi hambatan indeks di Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk menguat. Apalagi, aksi ambil untung investor masih terus belanjut membawa indeks di BEI pada akhir perdagangan Kamis kemarin ditutup atuh 43,986 poin (0,93%) ke level 4.674,117. Sementara Indeks LQ45 anjlok 10,272 poin (1,30%) ke level 779,079.

Analis Panin Sekuritas, Purwoko Sartono mengatakan, pelemahan indeks BEI didorong sentimen negatif eksternal yang masih cukup kuat, “IHSG BEI ditutup melemah didorong oleh sentimen negatif dari kekhawatiran akan rencana The Fed mengurangi stimulus pada September mendatang,\" katanya di Jakarta, Kamis(25/7).

Dia mengemukakan, kekhawatiran itu seiring dengan penjualan rumah baru AS bulan Juni mencapai level tertinggi dalam lima tahun terakhir. Hal itu mengindikasikan konstruksi residensial akan mendorong pertumbuhan ekonomi AS pada paruh kedua tahun ini.

Sementara dari dalam negeri, tekanan indeks BEI juga datang dari nilai tukar rupiah yang masih bergejolak. Berikutnya, indeks BEI Jum’at akhir pekan diproyeksikan akan bergerak berfluktuasi dengan kecenderungan melemah terbatas, “Indeks BEI diperkirakan bergerak di kisaran 4.600-4.730 poin. Faktor lain yang bisa menjadi katalis positif adalah laporan keuangan emiten semester I tahun ini,”tuturnya.

Pada perdagangan kemarin, transaksi investor asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 135,51 miliar di pasar reguler dan negosiasi. Perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 115.116 kali pada volume 3,36 miliar lembar saham senilai Rp 4,466 triliun. Sebanyak 91 saham naik, sisanya 140 saham turun, dan 115 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia berakhir kompak di zona merah. Sentimen negatif dari pasar global semalam membuat pelaku pasar regional banyak melepas saham. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Goodyear (GDYR) naik Rp 1.000 ke Rp 23.000, Gowa Makassar (GMTD) naik Rp 600 ke Rp 7.900, Jembo Cable (JECC) naik Rp 250 ke Rp 2.600, dan Multi Prima (LPIN) naik Rp 200 ke Rp 4.500.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Unilever (UNVR) turun Rp 1.150 ke Rp 32.850, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 750 ke Rp 44.200, Astra Agro (AALI) turun Rp 750 ke Rp 16.000, dan Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 650 ke Rp 25.550.

Perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup anjlok 45,437 poin (0,96%) ke level 4.672,666. Sementara Indeks LQ45 jatuh 8,993 poin (1,14%) ke level 780,358. Hanya satu sektor berhasil menguat, yaitu sektor aneka industri. Sembilan sektor lainnya terjebak di teritori negatif, dipimpin oleh sektor konsumer.

Aksi jual marak dilakukan investor domestik, sementara investor asing memilih untuk wait and see. Melemahnya Wall Street jadi sentimen negatif ke pasar modal. Perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 64.176 kali pada volume 1,732 miliar lembar saham senilai Rp 2,081 triliun. Sebanyak 69 saham naik, sisanya 158 saham turun, dan 83 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Goodyear (GDYR) naik Rp 1.000 ke Rp 23.000, Matahari (LPPF) naik Rp 300 ke Rp 12.500, Multi Prima (LPIN) naik Rp 200 ke Rp 4.500, dan Saratoga (SRTG) naik Rp 175 ke Rp 4.925.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Unilever (UNVR) turun Rp 1.050 ke Rp 32.950, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 900 ke Rp 44.050, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 500 ke Rp 83.400, dan Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 400 ke Rp 25.800.

Diawal perdagangan, indeks BEI di buka naik 2,19 poin atau 0,05% ke posisi 4.720,29. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 0,56 poin (0,07%) ke level 789,91, “IHSG BEI dibuka menguat tipis, sementara Bursa Asia melemah tipis dikarenakan aksi tunggu investor terhadap data klaim pengangguran AS malam ini,\" kata analis Samuel Sekuritas, Benedictus Agung.

Dia menambahkan, data AS itu nantinya dapat dijadikan indikasi kebijakan yang akan dilakukan The Fed ke depannya. Karena itu, dirinya memperkirakan IHSG BEI Kamis bakal bergerak berfluktuasi seiring dengan sentimen yang ada di kisaran level 4.670--4.772 poin.

Sementara analis HD Capital, Yuganur Wijanarko menambahkan, kondisi bursa saham kawasan Asia yang kurang mendukung dan mata uang rupiah yang cenderung tertekan dapat menyebabkan pelaku pasar Indonesia melakukan aksi ambil untung sehingga IHSG BEI bisa kembali terkoreksi.

Tercatat bursa regional, diantaranya indeks Hang Seng dibuka melemah 86,47 poin (0,39%) ke level 21.882,46, indeks Nikkei-225 turun 35,52 poin (0,24%) ke level 14.689,92, dan Straits Times melemah 19,82 poin (0,61%) ke posisi 3.255,34. (bani)

BERITA TERKAIT

IHSG PASCAKERICUHAN 22 MEI

Seorang wanita melintas di depan layar digital pergerakan saham di Jakarta, Kamis (23/5/2019). Pascakericuhan aksi 22 Mei, IHSG ditutup menguat…

Hasil Pilpres Diumumkan, IHSG Melesat Naik

NERACA Jakarta – Pengumuman hasil pemilihan presiden (Pilpres) Selasa (21/5) dini hari oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) dengan menetapkan pasangan…

Pasar Properti Masih Tertekan - Intiland Pilih Kerjasama Kembangkan Proyek Maja

NERACA Jakarta – Geliat pembangunan properti di Maja, Banten, seperti yang sudah dilakukan PT Armidian Karyatama Tbk (ARMY) menjadi daya…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pefindo Raih Mandat Obligasi Rp 52,675 Triliun

Pasar obligasi pasca pilpres masih marak. Pasalnya, PT Pemeringkat Efek Indonesia atau Pefindo mencatat sebanyak 47 emiten mengajukan mandat pemeringkatan…

GEMA Kantungi Kontrak Rp 475 Miliar

Hingga April 2019, PT Gema Grahasarana Tbk (GEMA) berhasil mengantongi kontrak senilai Rp475 miliar. Sekretaris Perusahaan Gema Grahasarana, Ferlina Sutandi…

PJAA Siap Lunasi Obligasi Jatuh Tempo

NERACA Jakarta - Emiten pariwisata, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) memiliki tenggat obligasi jatuh tempo senilai Rp350 miliar. Perseroan…