Antam Serap Belanja Modal Rp 1,1 Triliun - Kinerja Semester Pertama

NERACA

Jakarta - PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) telah habiskan Rp1,1 triliun untuk belanja modal (capital expenditure/capex) pada semester I tahun ini. Sebanyak 76% dari capex perseroan dihabiskan untuk investasi pengembangan. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (25/7).

Direktur Utama Antam, Tato Miraza mengungkapkan, sekitar 16% dari belanja modal di semester pertama ini dibelanjakan untuk investasi rutin dan sisanya untuk biaya ditangguhkan terutama terkait dengan kegiatan eksplorasi, “Capex terbesar pada semester I tahun ini sebanyak Rp 322 miliar diserap oleh investasi pengembangan untuk proyek Perluasan Pabrik Feronikel Pomalaa (P3FP) sedangkan untuk proyek Feronikel Halmahera Timur menelan dana Rp 200 miliar,”ujarnya.

Dia juga menambahkan, untuk capex rutin belanja modal terbesar digunakan di Unit Bisnis Pertambangan (UBP) emas sebesar Rp 105 miliar, Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian (UBPP) Logam Mulia sebesar Rp 24 miliar dan UBP Nikel Sulawesi Tenggara sebesar Rp 17 miliar.

Kata Tato, dalam merealisasikan capex perseroan di semester pertama tahun ini, merefleksikan fase pertumbuhan perusahaan. Antam berkomitmen untuk tetap tumbuh dengan tetap memperhatikan prinsip prudent dalam merealisasikan proyek-proyek pengembangan yang bersifat hilir dan melakukan kegiatan eksplorasi untuk meningkatkan nilai pemegang saham di tengah kondisi harga komoditas yang kurang baik saat ini.“Pada tahun 2013 ANTAM menganggarkan Rp 5,95 triliun untuk capex. Realisasi semester I 2013 baru mencapai 18% seiring dengan program-program efisiensi perseroan yang berfokus pada key initiatives”, ujar dia.

Key initiatives tersebut terealisasikan pada proyek P3FP dan proyek feronikel Halmahera Timur yang masih berfokus pada pekerjaan awal. Sampai dengan akhir bulan Juni 2013, konstruksi proyek-proyek utama ANTAM yakni proyek Chemical Grade Alumina (CGA) Tayan, proyek Feronikel Halmahera Timur, proyek Perluasan Pabrik Feronikel Poma-laa, yang juga mencakup pembangunan PLTU Pomalaa, berjalan on track.

Kemajuan EPC proyek CGA Tayan telah mencapai 95%. Sementara untuk proyek Feronikel Halmahera Timur, progres EPC proyek mencapai 5% sementara kemajuan EPC proyek Perluasan Pabrik Feronikel Pomalaa (P3FP) sudah mencapai 27% per akhir Juni 2013.

Diketahui saat ini ANTM tengah menggenjot produksi emasnya guna mengimbangi turunnya pendapatan akibat anjloknya harga emas saat ini. Sebelumnya, Direktur Utama PT Antam Tato Miraza menyatakan bahwa perseroan meningkatkan produksi emas dengan rumus price x volume. Sehingga harga turun produksi harus ditingkatkan.

“Penurunan harga emas belakangan ini disebabkan adanya sikap pasar yang merespon kebijakan ekonomi di Amerika Serikat. Hingga semester pertama tahun ini, perseroan berhasil menaikan produksi emas sebesar 51% dibandingkan produksi yang sama ditahun sebelumnya mencapai 3,6 ton,”ujarnya.

Sementara Direktur Keuangan PT Aneka Tambang Tbk, Djaja Tambunan menambahkan, perseroan berharap harga emas sepanjang tahun ini tidak mengalami penurunan tajam, hingga US$1.000 per ounce karena dapat mematikan produsen emas. Dia berharap harga emas tetap bertahan pada kisaran US$1.300 sampai US$1.200 per ounce. (nurul)

Related posts