Mudahnya Membayar Zakat

Mudahnya Membayar Zakat

Untuk membayar zakat, idealnya orang mendatangi tempat lembaga amil zakat (LAZ) itu berada, biasanya di masjid. Sekalian setelah salat taraweh atau salat subuh. Mendekati Idul Fitri, biasanya takmir masjid membuka konter pembayaran zakat.

Namun, memaklumi kesibukan para muzaki (pembayar zakat), kini banyak LAZ melakukan jemput bola, baik di kantor-kantor maupun pusat-pusat perbelanjaan. Biasanya orang lebih mudah datang ke mal dari pada ke masjid.

Setidaknya, Yayasan Dompet Dhuafa (YDD) dan Lembaga Kemanusiaan nasional PKPU (Pos Keadilan Peduli Umat) telah menyiapkan konter-konter di pusat-pusat keramaian masyarakat. “Sayang, animo orang membayar zakat di mal masih rendah,” tutur Mufti, mahasiswa Universitas Indonesia (UI) yang relawan YDD di ITC Depok.

LAZ pun juga merangkul pusat-pusat belanja dan kantor-kantor atau perusahaan untuk menjadi mitra pengumpul zakat (MPZ). Masih terlalu sibuk untuk mendatangi konter MPZ di kantor-kantor temat kita bekerja?

Itu dibuktikan dengan enggannya mereka menerima brosur yang disodorkan para relawan, apalagi mendatangi konternya. Dalam sangkaan baik, kata Mufti, mungkin mereka sudah atau akan membayar zakat di LAZ yang ada di lingkungan rumahnya. Biasanya masjid komplek.

Kini, YDD maupun PKPU juga menawari Layanan Jemput dan Konsultasi Zakat (LJZ) khusus bagi tinggal di kawasan Jabodetabek. Cukup pencet satu dua nomor ponsel LJZ, petugas akan datang. Namun, khusus YDD, zakat LJZ hanya berlaku jika besar zakat yang akan disetor minimal Rp 1 juta. “Kami siap datang ke rumah bapak, bapak tinggal di mana?” tutur Mufti yang sudah tahun kedua bergabung dengan YDD.

Jika masih enggan kedatangan petugas LJZ, para muzaki masih bisa melakukan transaksi melalui m_banking. YDD dan PKPU kini memiliki nomor rekening berbagai bank sesuai dengan rekenng bank yang mereka punyai. Masih repotkah? (saksono)

Related posts