Bosch Bukukan Pendapatan US$ 115 Juta - Ditopang Sektor Otomotif

NERACA

Jakarta - PT Robert Bosch berhasil menaikan pendapatannya sebanyak 30% atau mencapai US$ 115 juta atau Rp 1,1 triliun pada tahun 2012 dengan sektor otomotif menjadi kontributor terbesar, “Pendapatan perseroan di Indonesia 30% berasal dari sektor otomotif dan sisanya dari divisi teknologi lainnya,”kata Managing Director PT Robert Bosch, Rudy Karimun di Jakarta, Rabu (24/7).

Selain itu, dengan tumbuhnya pendapatan di Indonesia, Bosch akan melakukan ekspansi ke 6 kota besar seperti Medan, Pekan Baru, Surabaya dan Banjarmasin. Menurut dia, dengan ekonomi Indonesia yang tengah mengalami peningkatan, bahkan menjadi kekuatan ekonomi di Asia Tenggara menjadikan alasan perseroan untuk melakukan ekspansi.\"Kami menargetkan pendapatan tahun ini meningkat hingga 50% dari pendapatan tahun lalu. Diharapkan dapat berkembang lebih besar dengan banyak proyek yang kita dapat ke depan. Target ini menurut saya sangat realistis tapi lebih proporsional dari 30%\", ungkap dia.

Dia juga mengatakan, produk diesel yang diproduksi Bosch saat ini jauh berbeda dengan mesin diesel sebelumnya. Mesin diesel modern, yang diproduksi Bosch bersuara lebih halus dan tenang. Sehingga beberapa tipe mobil BMW menggunakan diesel Bosch.

Selain itu, Bosch masih mengimpor bahan baku mesin dari luar negeri namun komponenyang berbahan plastik dibeli di pasar lokal. Ke depannya, Bosch akan berekspansi bisnis lain yang dimiliki untuk masuk ke Indonesia.\"Kami berencana melakukan ekspansi bisnis lain Bosch untuk masuk ke Indonesia,”tandasnya.

Sebelumnya, Bosch sempat berbisnis panel surya namun pada akhirnya menarik diri dari bisnis tersebut. Pasalnya, Bosch mengalami kerugian karena kompetisi di pasar panel surya cukup tinggi.

Pada 2014 Bosch berencana untuk membuka pabrik pertama di Indonesia dengan nilai investasi awal senilai lebih dari EUR 10 juta. Lokasinya berada di sekitar Jakarta berdekatan dengan produsen-produsen mobil agar dapat memenuhi kebutuhan pabrikasi perusahaan tersebut, “Kami akan memproduksi komponen otomotif berkualitas tinggi yang dapat memenuhi peningkatan kebutuhan teknologi otomotif yang efisien secara energi, serta aman dan nyaman\", ungkapnya.

Pengembangan lini bisnis perusahaan ini cukup bervariasi, pada 2012, teknologi automotif yang merupakan sektor bisnis terbesar mencatatkan kenaikan penjualan sebesar 2,1% menjadi US$ 40,7 miliar. Disusul penjualan bisnis teknologi industri yang masih berada dikisaran US$ 10,5 miliar. Dilanjutkan consumer goods dan pembangunan teknologi sebesar US$ 17,5 miliar.

Bosch juga telah menginvestasikan US$ 10,5 miliar untuk kelangsungan masa depan perusahaan dengan komposisi US$ 6,3 miliar untuk penelitian dan prngrmbangan dan US$ 4,2 miliar untuk belanja modal. (nurul)

BERITA TERKAIT

Pool Advista Bidik Pendapatan Rp 87 Miliar

NERACA Jakarta – Sukses mencatatkan saham perdananya di pasar modal, PT Pool Advista Finance Tbk (POLA) langsung mematok target bisnis…

Pabrik Pintar Diincar Jadi Rujukan Implementasi Industri 4.0 - Sektor Riil

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian sedang melakukan pemilihan terhadap perusahaan-perusahaan yang juara di sektornya terutama dalam kesiapan menerapkan teknologi industri…

Kepemilikan Asing Boleh 100% di 54 Sektor Usaha - PAKET KEBIJAKAN EKONOMI (PKE) KE-16

Jakarta-Pemerintah kini terbuka mengizinkan pihak asing untuk memiliki 100% saham di 54 sektor usaha setelah dikeluarkan dari Daftar Negatif Investasi…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pefindo Beri Peringkat AA- Chandra Asri

NERACA Jakarta - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menegaskan rating untuk PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) pada AA-. Prospek…

Bakrieland Raup Untung Rp 3,1 Triliun

NERACA Jakarta – Emiten properti, PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) mencatat laba bersih sebesar Rp 3,1 triliun hingga kuartal III-2018…

Pefindo Beri Peringkat A Semen Baturaja

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menegaskan peringkat idA PT Semen Baturaja Tbk (SMBR), serta surat utang jangka menengah atau Medium…