United Tractors Genjot Sektor Pariwisata - Targetkan Penjualan 50 Bus Premium

NERACA

Jakarta- Di tengah lesunya sektor tambang yang menggerus penjualan alat berat PT United Tractors Tbk (UNTR), anak perusahaan Astra ini mengaku tengah fokus meningkatkan kinerja pada bisnis barunya di sektor pariwisata.“Perseroan menargetkan penjualan 50 bus premium setiap tahunnya. Untuk tahun kedua ini perseroan telah berhasil memperkenalkan dua jenis bus yaitu Scania K360B dan K310B.” kata Corporate Secretary UNTR Sara Lubis di Jakarta kemarin.

Menurut dia, perseroan telah memiliki bengkel perakitan bus Scania di Indonesia. Perakitan tersebut dikenal dengan nama CKD, di mana angka penghasilan CKD tercatat lumayan baik sehingga bisa ikut memperlancar lini bisnis di bidang bus premium. CKD sendiri, sambung dia, memiliki kapasitas produksi mencapai 200 unit per tahun.

Dengan berkembangnya sektor pariwisata, pihaknya optimistis bisnis baru yang digeluti perseroan juga dapat berkembang pesat. “Saat ini United Tractor telah menerima pesanan bus premium dari PO San Putra Sejahtera asal Bandung, Jawa Barat dan PO Nusantara.” ujarnya.

Sementara untuk penjualan alat berat sendiri, sambung dia, pihaknya masih optimistis target penjualan alat berat 5.000 unit dapat tercapai pada tahun ini. Pihaknya mencatat, sejauh ini permintaan lebih banyak di konstruksi dan perkebunan. Namun, saat ini persaingan usaha semakin kompetitif karena banyak juga pihak lain yang menawarkan produk tipe kecil untuk sektor konstruksi. “Kompetisi semakin ketat di penjualan alat berat khususnya non sektor pertambangan.” ucapnya.

Tidak hanya bisnis yang semakin kompetitif, pihaknya juga mengakui sektor pertambangan tengah mengalami perlambatan. Meski demikian, perseroan mengharapkan penjualan batu bara sekitar 4-4,5 juta ton dapat tercapai, di mana hingga semester pertama tahun ini, pihaknya mencatat penjualan batu bara sekitar 2,1 juta ton.

Untuk saat inipun, perseroan masih akan mempertimbangkan rencana akuisisi tambang batu bara. “Kami ingin menemukan spesifik tambang batu bara yang diinginkan dan sangat hati-hati mempertimbangkan resiko,” jelasnya.

Untuk informasi, perseroan mencatatkan penjualan alat berat hingga semester pertama 2013 sebanyak 2.452 unit atau turun 42,04% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya 4.231 unit. Dari pencapaian tersebut, perseroan mencatatkan pangsa pasar penjualan alat berat semester pertama ini mencapai 41%.

Penjualan alat berat perseroan untuk sektor pertambangan sekitar 48% hingga Juni 2013 dari periode sama tahun sebelumnya 60%, lalu disusul penjualan alat berat untuk sektor konstruksi mencapai 23%, di sektor agro tetap berada di level 21%, dan kontribusi penjualan alat berat untuk sektor kehutanan naik menjadi 8%.

Overbudden removal (rasio pengelupasan tanah) naik menjadi 414,5 juta ton dari periode sama tahun sebelumnya 407.3 juta ton. Sementara penjualan batu bara perseroan dari PMM dan TTA mencapai 2,16 juta ton hingga Juni 2013 dari periode sama tahun sebelumnya 3,04 juta ton. (lia)

Related posts