Aksi Ambil Untung Berlanjut, IHSG Terkoreksi

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan Rabu sore, indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia ditutup terkoreksi 49,06 poin atau 1,03% ke posisi 4.718,10. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 9,56 poin (1,20%) ke level 798,35.

Pelemahan indeks BEI dipengaruhi aksi jual investor dan juga sentimen negatif bursa Asia yang ditutup melemah.

Analis HD Capital Yuganur Wijanarko mengatakan, pelemahan indeks BEI lebih banyak dipengaruhi sentimen bursa Asia yang ikut melemah, “Kondisi bursa saham kawasan Asia yang kurang mendukung dan pelemahan mata uang rupiah menyebabkan pelaku pasar Indonesia melakukan aksi ambil untung sehingga IHSG BEI terkoreksi,”katanya di Jakarta, Rabu (24/7).

Berikutnya, indeks BEI Kamis diproyeksikan tertekan lebih dalam hingga kisaran di bawah 4.475-4.350 point jika pada perdagangan berikutnya terjadi aksi jual, “IHSG kembali melemah dan akan berada di kisaran 4.636 point,”ujarnya.

Dia merekomendasikan, beberapa saham yang dapat diperhatikan untuk perdagangan saham berikutnya, yakni Gajah Tunggal (GJTL), Bank Bukopin (BBKP), Wijaya Karya (WIKA), AKR Corporindo (AKRA).

Pada perdagangan kemarin, transaksi perdagangan saham di BEI tercatat sebanyak 132.937 kali dengan volume mencapai 2,807 miliar lembar saham senilai Rp4,091 triliun. Saham yang bergerak menguat sebanyak 81, sementara yang melemah 205 saham, dan yang tidak bergerak nilainya atau stagnan sebanyak 83 saham.

Bursa regional, diantaranya indeks Hang Seng ditutup menguat 53,51 poin (0,24%) ke level 21.968,93, indeks Nikkei-225 turun 47,23 poin (0,32%) ke level 14.731,28, dan Straits Times menguat 16,65 poin (0,52%) ke posisi 3.271,35.

Sementara perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup melemah 15,141 poin (0,32%) ke level 4.752,018. Sementara Indeks LQ45 berkurang 3,235 poin (0,40%) ke level 795,674.Saham-saham unggulan yang sudah naik tinggi langsung kena koreksi gara-gara aksi ambil untung. Delapan dari sepuluh sektor industri di lantai bursa pun jatuh di teritori

Perdagangan berjalan sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 70.005 kali pada volume 1,727 miliar lembar saham senilai Rp 1,796 triliun. Sebanyak 86 saham naik, sisanya 132 saham turun, dan 95 saham stagnan. Bursa saham Singapura masih bertahan di zona hijau dan jadi satu-satunya pasar modal yang menguat di Asia. Sedangkan bursa China jadi yang paling anjlok.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Indocement (INTP) naik Rp 350 ke Rp 22.650, Gowa Makassar (GMTD) naik Rp 300 ke Rp 8.100, AKR (AKRA) naik Rp 175 ke Rp 4.900, dan Surya Tunas (SUPR) naik Rp 150 ke Rp 7.350.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 500 ke Rp 26.500, J Resources (PSAB) turun Rp 375 ke Rp 2.625, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 350 ke Rp 45.650, dan Mayora (MYOR) turun Rp 300 ke Rp 33.200.

Kondisi yang sama juga terjadi diawal perdagangan, indeks BEI dibuka turun 6,75 poin atau 0,14% ke posisi 4.760,41, sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 1,72 poin (0,22%) ke level 797,18.

Analis Samuel Sekuritas, Benedictus Agung mengatakan, bursa Asia dibuka melemah, termasuk indeks BEI seiring dengan minimnya sentimen positif baru di pasar regional,”Meski demikian, saham-saham domestik diperkirakan masih memiliki peluang untuk bergerak positif seiring dengan antisipasi \'rally\' yang terjadi di pasar obligasi dalam empat hari terakhir,\" jelasnya.

Dia menambahkan, beberapa sektor saham yang diperkirakan juga masih akan melanjutkan penguatan, antara lain saham sektor perbankan, semen dan konsumer. Sementara itu, analis Panin Sekuritas, Purwoko Sartono menambahkan, pergerakan indeks BEI masih akan dibayangi oleh gejolak nilai tukar rupiah yang masih cenderung terus melemah.

Namun, dia mengatakan laporan keuangan emiten periode semester I 2013 yang diekspektasikan sesuai harapan dapat menjadi sentimen positif bagi investor untuk mengambil posisi beli. Bursa regional, diantaranya indeks Hang Seng dibuka melemah 23,72 poin (0,11%) ke level 21.891,70, indeks Nikkei-225 turun 88,96 poin (0,62%) ke level 14.687,45, dan Straits Times melemah 1,64 poin (0,03%) ke posisi 3.252,52. (bani)

Related posts