Puradelta Tawarkan Harga Rp 255 Per Saham - Bidik Dana IPO Rp 2,77 Triliun

Jakarta – Perusahaan properti, PT Puradelta Lestari Tbk menawarkan harga perdana saham perseroan di kisaran Rp205 sampai Rp255 per saham, “Harga yang ditawarkan, Rp205-Rp255 per saham. Harga ini sudah kita evalusi dengan perusahaan lainnya. Kita melihat yang kita miliki sangat baik,”kata Presdir PT Puradelta Lestari Tbk, Teky Mailoa di Jakarta, Rabu (24/7/).

Sementara Direktur PT Puradelta Lestari Tbk, Hermawan Wijaya menyakini, saham yang ditawarkan ke publik akan mendapatkan reaksi positif dari para investor, walaupun kondisi pasar saat ini sedang fluktuatif.

Menurut Hermawan, rencana pencatatan saham perdana pada Agustus 2013 merupakan waktu yang tepat. \"Kita mempertimbangkan kondisi pasar juga, tapi terpenting kita berjalan sesuai rencana awal kita. Dengan sesuai rencana awal, maka kita bisa melakukan percepatan pembangunan Delta Mas,”ujarnya.

Direktur PT Macquarie Capital Securities Indonesia, Dipo Satria Ramli selaku penjamin emisi perseron mengatakan, pihak menajemen menyadari kondisi pasar saat ini sedang tidak stabil, namun dengan keyakinan kinerja perusahaan yang baik maka investor akan menyambut positif. \"Kita yakin pelaksanaan IPO ini akan bisa sukses, dengan melihat potensi perusahaan yang sangat baik. Tidak ada kekurangan dari perusahaan ini,”tandasnya.

Perseroan berencana road show ke luar negeri seperti, Hongkong dan Singapura. Perseroan menawarkan perdana saham sebanyak-banyaknya 10,84 miliar saham atau setara 20% saham ke publik dari modal ditempatkan dan disetor penuh dengan nilai nominal Rp100. Diperkirakan, perseroan memperoleh dana segar dari IPO sebesar Rp2,2 triliun hingga Rp2,77 triliun.

Bangun Infrastruktur

Nantinya, dana hasil penawaran perdana saham untuk pembangunan infrastruktur di kawasan kota Deltamas sekitar 60%. Selain itu, dana hasil penawaran perdana saham sekitar 20% untuk pembebasan lahan di Kabupaten Bekasi yang mana ijinnya telah diperoleh, dan sekitar sekitar 20% digunakan untuk modal kerja.

Dalam rangka penawaran perdana saham ini, perseroan telah menunjuk PT Macquarie Capital Securities Indonesia dan PT Sinarmas Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Emisi efek ini akan dijamin secara kesanggupan penuh.

Adapun masa penawaran perdana saham antara lain masa penawaran awal 24 Juli-1 Agustus 2013, tanggal efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 15 Agustus 2013, masa penawaran pada 16,19 dan 20 Agustus 2013.Lalu penjatahan pada 22 Agustus 2013, distribusi saham secara elektronik pada 23 Agustus 2013, pengembalian uang pemesanan pada 23 Agustus 2013, dan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 26 Agustus 2013.

Sebagai informasi, pada kuartal pertama, perseroan membukukan laba naik menjadi Rp103,54 miliar dari periode sama tahun sebelumnya Rp22,24 miliar. Penjualan perseroan naik menjadi Rp182,01 miliar hingga kuartal pertama 2013 dari periode sama tahun sebelumnya Rp173,80 miliar.

Total liabilitas perseroan turun menjadi Rp2,93 triliun pada 31 Maret 2013 dari 31 Desember 2012 sebesar Rp3,59 triliun. Ekuitas perseroan naik menjadi Rp4,59 triliun pada 31 Maret 2013 dari periode 31 Desember 2012 sebesar Rp4,48 triliun. Kas dan setara kas perseroan turun menjadi Rp852,89 miliar pada kuartal pertama 2013 dari periode 31 Desember 2012 sebesar Rp1,23 triliun. (bani)

BERITA TERKAIT

IPO DIVA Oversubscribe mencapai 5,6 kali - Patok Harga Rp 2.950 Per Saham

NERACA Jakarta - PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk (DIVA) telah menetapkan pelaksanakan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) pada…

Bank Mandiri Tawarkan KPR Bunga 6,5%

    NERACA   Jakarta - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menawarkan kredit pemilikan rumah (KPR) dengan suku bunga tetap…

BMRS Lunasi 20% Saham DPM Ke Antam - Raih Dana Segar dari NFC China

NERACA Jakarta – Mengantungi dana segar senilai US$ 198 juta dari NFC China, mendorong PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS)…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Keadilan Akan Batasi Ruang Genderuwo Ekonomi

Istilah genderuwo mendadak viral setelah dicetuskan Presiden Jokowi untuk menyebut politikus yang kerjanya hanya menakut-nakuti masyarakat, pandai memengaruhi dan tidak…

BEI Suspensi Saham Shield On Service

Setelah masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) lantaran terjadi peningkatan harga saham di luar kewajara, kini BEI menghentikan…

Gugatan First Media Tidak Terkait Layanan

Kasus hukum yang dijalani PT First Media Tbk (KBLV) memastikan tidak terkait dengan layanan First Media dan layanan operasional perseroan…