Astra Otopart Bukukan Pendapatan Rp 4,78 Triliun

NERACA

Jakarta – Meski persaingan industri kendaraan bermotor bersaing ketat, PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) tetap optimis target penjualan tahun ini terealisasi. Pasalnya, hingga semester pertama tahun ini pendapatan perseroan diperkirakan naik menjadi Rp 4,78 triliun dibandingkan priode yang sama tahun lalu Rp 4,16 triliun.

Kata Sekretaris Perusahaan PT Astra Otoparts Tbk, Made Kusumawati, pihaknya akan terus melakukan ekspansi untuk mendukung pertumbuhan kinerja perusahaan, “Ekspansi dilakukan dengan kerja sama dan akuisisi perusahaan di sektor otomotif lainnya,”ujarnya di Jakarta kemarin.

Adapun kerjasama yang telah dilakukan dengan membentuk perusahaan patungan dengan perusahaan ban internasional, Pirelli Tyre S.p.A awal Juli 2013. Disebutkan, total investasinya sekitar Rp1,3 triliun dan diharapkan dapat berproduksi pada 2014 mendatang.

Rencananya 40% produknya akan dipasarkan di pasar domestik melalui jaringan perseroan dan sisanya diekspor. Selain itu, Made melihat, pasar otomotif di Eropa, Australia, dan Amerika Serikat memang cenderung mengalami penurunan.

Hal itu seiring dengan perlambatan ekonomi negara-negara maju di tiga kawasan tersebut. Sebaliknya pasar otomotif di Asia justru berkembang sehingga mendorong investor asing melakukan ekspansi di Asia terutmama Indonesia.

Saat ditanya mengenai dampak rupiah melemah, Made menuturkan, dampak negatifnya cukup signifikan di industri otomotif. Hal itu karena ada pertambahan beban biaya operasional akibat kenaikan biaya impor bahan baku komponen otomotif. Meski demikian, perseroan belum akan menaikkan harga, “Saat ini memang belum ada kenaikan harga, namun diperkirakan akan ada penyesuaian harga suku cadang kami walaupun kenaikannya akan kami jaga agar tidak membebani konsumen kami,\" kata Made.

Sebagai informasi, perseroan berniat melakukan ekspansi dengan menjajaki negara-negara berkembang lainnya yang memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Belum lama ini, AUTO bekerjasama dengan Toyoda Gosei Co Ltd, Jepang melalui perusahaan joint venture bernama PT Toyoda Gosei Safety System Indonesia (TGSSI). Selain itu, perseroan juga menambah porsi saham menjadi 20% di TGSSI, “Saat ini kami memang menguasai 20%, sementara sisanya sebesar 80% dipegang oleh Toyoda Gosei Co. Ltd, “kata Direktur Utama AUTO Siswanto Prawiroatmodjo.

Sampai dengan semester pertama tahun ini, PT Astra Otoparts Tbk telah menghabiskan belanja modal hingga Rp1 triliun dari total belanja modal yang dianggarkan tahun ini sebesar Rp2 triliun. Dana belanja modal tersebut digunakan untuk ekspansi perseroan berupa penambahan kapasitas dan investasi di bidang human capital, \"Dana belanja modal sudah digunakan hingga 50% dari total belanja modal pada tahun ini yang mencapai Rp2 triliun,\" kata Siswanto. (bani)

BERITA TERKAIT

Indonesia Motorcycle Show 2018 Bukukan Penjualan 1.332 Unit

Pameran Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2018 resmi ditutup pada Minggu (4/11). Selama lima hari penyelenggaraan, ajang pameran kendaraan roda dua…

BNI Salurkan Pembiayaan Rp1,1 Triliun ke PLN

      NERACA   Jakarta - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk ikut serta menyalurkan pembiayaan untuk Program 35.000…

Medco Energi Pacu Ekspansi Bisnis Minyak - Private Placement Rp 1,54 Triliun

NERACA Jakarta – Perkuat modal dalam mendanai ekspansi bisnisnya, emiten pertambangan PT Medco Energi International Tbk. (MEDC) bakal menggelar private…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

HRUM Targetkan Penjualan 4,8 Juta Ton

Hingga akhir tahun 2018, PT Harum Energy Tbk. (HRUM) menargetkan volume produksi dan penjualan batu bara mencapai 4,8 juta ton.…

BNBR Private Placement Rp 9,38 Triliun

Lunasi utang, PT Bakrie & Brothers Tbk. (BNBR) berencana mengonversi utang dengan melakukan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih…

Danai Pelunasan Utang - Chandra Asri Rilis Obligasi Rp 500 Miliar

NERACA Jakarta – Jelang tutup tahun, emisi penerbitan obligasi masih ramai dan salah satunya PT Chandra Asri Petrochemical Tbl (TPIA)…