Kredit dan Pembiayaan BTN Tumbuh 26,78% - Semester I 2013

NERACA

Jakarta - PT Bank Tabungan Negara Tbk mengaku optimistis kinerjanya dapat memenuhi target yang ditetapkan sampai dengan akhir tahun ini. Rasa optimisme itu masih terlihat pada kinerja perseroan semester I 2013, di mana kredit BTN masih tumbuh dalam kisaran target yang direncanakan pada 2013, yaitu kisaran 25%-28%. Direktur Utama BTN, Maryono menjelaskan, per 30 Juni 2013, BTN membukukan aset sebesar Rp118,595 triliun atau tumbuh 24,17% dari posisi yang sama tahun lalu sebesar Rp95,512 triliun.

Dari sisi kredit dan pembiayaan juga mengalami pertumbuhan dari Rp72,096 triliun di 2012 menjadi Rp91,403 triliun atau 26,78% pada 30 Juni 2013. Maryono memproyeksikan pertumbuhan kredit akan berada pada kisaran 25%-28% sampai dengan akhir tahun ini. Untuk dana pihak ketiga (DPK) tumbuh dari Rp66,571 triliun pada 2012 menjadi Rp82,656 triliun pada tahun ini, atau tumbuh 24,16%.

”Kinerja semester I 2013 ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi bisnis perbankan di tengah kondisi makro yang belum kondusif. Ada beberapa indikator yang berdampak tetapi tidak signifikan dan itu akan dapat teratasi pada periode berikutnya,” tegas Maryono di Jakarta, Selasa (23/7).

BTN, lanjut Maryono, mencatatkan interest income di semester I 2013 sebesar Rp5,188 triliun atau tumbuh 19,06% dari posisi yang sama tahun lalu yang sebesar Rp4,358 triliun. Net interest income perseroan juga tercatat Rp2,625 triliun per 30 Juni 2013 atau tumbuh 15,43%, lebih baik dari posisi yang sama di 2012 yang sebesar Rp2,274 triliun.

Dengan demikian, laba bersih BTN naik tipis pada semester I 2013, dari Rp659 miliar pada 2012 menjadi Rp673 miliar, atau naik 2,20%. Kinerja perseroan semester I 2013 masih menunjukkan konsistensi pada core business dalam pembiayaan industri perumahan. Porsi pembiayaan pada kredit perumahan masih mendominasi dengan share 86,12% dari total kredit yang disalurkan selama semester I 2013 sebesar Rp78,720 triliun.

Sementara sisanya yang sebesar 13,88% atau sebesar Rp12,683 triliun disalurkan untuk pembiayaan kredit non perumahan. BTN tetap akan memberikan dukungan pada program pemerintah dalam bidang perumahan melalui skim FLPP (fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan).

Perseroan tercatat telah memberikan kontribusi secara nasional yang cukup tinggi, yaitu 98% pada 2012. Kebijakan loan to value (LTV) yang akan diterapkan oleh Bank Indonesia (BI) awal September 2013 mendatang dipastikan tidak akan mengganggu kucuran kredit perseroan. Sekitar 97% kredit yang disalurkan BTN itu tersalur pada end user dan sebagai pemilik pertama. LTV akan menjamin stabilitas harga rumah untuk masyarakat menengah bawah. ”Secara bisnis tidak ada masalah dengan penyaluran kredit Bank BTN,” tutup Maryono. [kam]

Related posts