Lompatan Besar Bank Jatim Pasca Go Public - Peran Mengentaskan Kemiskinan

NERACA

Jakarta – Pasca menjadi perusahaaan public tahun lalu dan mencatatkan sahamnya di pasar modal, tantangan bagi Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jawa Timur atau PT Bank Jawa Timur Tbk (BJTM) tidak hanya memenuhi penguatan likuiditas ditengah persaingan ketat industri perbankan, tetapi juga peran sertanya menjadi penopang perekonomian masyarakat Jawa Timur. Apalagi perekonomian Jawa Timur selama ini banyak ditopang sektor Usaha Kecil dan Menengah serta sektor pertanian.

Gubernur Jawa Timur H. Soekarwo mengatakan, pertumbuhan ekonomi Jatim sebesar 7,27% ini lebih baik dari pertumbuhan ekonomi nasional yang hanya 6,5%. Capaian tersebut ditopang oleh Perdagangan, hotel dan restoran (PHR) sebesar 30,9%, industri pengolahan sebesar 28,05%, dan sektor pertanian sebesar 12,43%. Begitu pentingnya peran UKM bagi perekonomian dalam negeri dan penyerapan tenaga kerja, rupanya belum sepenuhnya di support lantaran masih sulitnya UKM mendapatkan akses permodalan karena tidak bankable.

Kini menjawab kebutuhan masyarakat, Bank Jatim tidak hanya ditutut mencari keuntungan semata tetapi menjadi penopang bagi sektor UKM dalam pendanaan, “Kita ingin Bank Jatimbisa jadi kebanggaan orang Jawa Timur dan tidak hanya tersegmentasi bagi pegawai negeri sipil (PNS),”kata Direktur Utama Bank Jatim Hadi Sukrianto.

Tidak hanya itu, Bank Jatim juga memiliki kepedulian terhadap keluarga miskin dalam fasilitas akses kredit permodalan. Salah satu produk kredit yang dirilis perseroan yaitu, Laguna Tabur Puja (Langsung Berguna Tabungan dan Kredit Pundi Sejahtera). Kredit ini adalah modifikasi dari Skim Laguna I, yang diluncurkan oleh Bank Jatim guna mengupayakan masyarakat untuk terus bersatu dan bergotong-royong untuk memotong rantai kemiskinan melalui usaha ekonomi produktif yang menguntungkan.

Hadi Sukrianto mengungkapkan, selain Banyuwangi, skim kredit Laguna Tabur Puja ini selanjutnya akan dikembangkan di wilayah Surabaya dan Madiun sebagai pilot project, kemudian daerah lainnnya di Jawa Timur.

Produk Laguna Tabur Puja

Kata Hadi Sukrianto, hadirnya produk Skim Kredit Laguna Tabur Puja ini bagian dari kepedulian perseroan terhadap ekonomi kerakyatan, “Bank Jatim sangat peduli terhadap ekonomi kerakyatan, karena pengusaha mikro tidak pernah habis dan cenderung terus berkembang menjadi embrio SME (small and medium enterprises) yang diperebutkan bank-bank besar dengan berbagai cara, tentunya tantangan ini yang harus kita jawab bersama dengan komitmen dan strategi serta penetrasi pasar sedini mungkin agar dapat menjadi market leader,”tandasnya.

Kemudian menghadapi persaingan ketat industri perbankan nasional dan Masyarakat Ekonomi Asean 205, Bank Jatim yang telah memiliki likuiditas besar dan kinerja positif menyakini akan menjadi tuan di negeri sendiri dengan komitmen menjadi BPD Regional Champion.

Apalagi, Bank Jatim memiliki captive market yang masih dapat digarap lebih dalam seiring dengan iklim usaha di daerah Jawa Timur akan terus meningkat dan dapat terus mendorong Bank Jatim bersaing dengan bank lainnya. Menurut Hadi, menjadi perusahaan publik, tentunya dituntut pula akan pelayanan maksimal, mudah, fleksibal dan cepat dengan kebutuhan masyarakat.

Salah satu langkah kecil yang dilakukan perseroan, kata Hadi adalah mengembangkan sms banking-nya dengan nilai investasi sekitar Rp5 miliar. Tahun ini Bank Jatim memang meluncurkan layanan sms banking, internet banking, intercity clearing (layanan yang diperuntukkan untuk nasabah giro untuk dapat mencairkan warkatnya di seluruh cabang Bank Jatim), dan Host to Host Multi Biller di Terminal Peti Kemas.

Tidak hanya itu, perseroan juga mengklaim telah berhasil melakukan transformasi teknologi dimana jumlah kartu pegawai elektronik Bank Jatim meningkat tajam dari tahun 2007 berjumlah 153,542 meningkat tajam ditahun 2012 sebanyak 679,422. (bani)

Related posts