Dana Kelola Mandiri Investasi Rp 21,16 Triliun - Kinerja Semester Pertama

NERACA

Jakarta – Sampai dengan semester pertama tahun ini, PT Mandiri Manajemen Investasi mencatatkan dana kelolaan dari reksa dana saham sebesar Rp8 triliun, “Sedangkan untuk total dana kelolaan Mandiri Manajemen Investasi per Juni 2013 mencapai Rp21,16 triliun,\" kata Direktur Mandiri Investasi, Wendi Iskandar di Jakarta, Selasa (23/7).

Dia menambahkan, perolehan tersebut sudah mewakili 86,02% dari target dana kelolaan reksadana saham sebesar Rp9,3 triliun. Disamping itu, perseroan akan lebih fokus untuk mengembangkan reksa dana saham, mengingat tingkat pengembaliannya lebih besar dibandingkan lainnya. \"Kondisi market saat ini memang sedang fluktuatif, tapi kita optimis bisa dapat tetap tumbuh,\" tandasnya.

Kedepan Mandiri Manajemen Investasi berencana akan menerbitkan reksadana proteksi sepanjang tahun ini senilai Rp3 triliun. \"Produk reksadana proteksi yang baru diterbitkan baru sekitar Rp900 miliar. Pada semester kedua 2013, kita akan terbitkan lagi kurang lebih sekitar Rp1,25 triliun. Sehingga total dana mencapai Rp2,25 triliun di tahun ini,\" ujar dia.

Sebagai informasi, Mandiri Investasi optimis tahun ini bisa mencapai target karena pencapaian dana kelola yang terus tumbuh tiap tahunnya. Selama ini penjualan produk reksa dana saham yang dirilis tidak hanya di jual didalam negeri, tetapi ke luar negeri melalui mekanisme private banking. Hingga kini dana kelolaan produk tersebut mencapai Rp900 miliar.

Maka untuk meningkatkan jumlah nasabah retail, Mandiri Investasi akan melakukan penawaran hingga ke luar negeri. Nantinya, perseroan akan menawarkan produk reksa dana saham tematik, medium small cup dan yang umum. \"Kami juga memasarkan melalui perusahaan asuransi dan ritel dalam bentuk unit link, hingga saat ini sudah ada lima asuransi yang ada unitlink yang saat ini dikelola kami,”kata Direktur Utama Mandiri Investasi, Muhammad Hanif.

Oleh karena itu, dirinya berharap reksa dana bisa menjadi pilihan investasi yang tepat bagi nasabah retail. Pasalnya, dana awal untuk investasi reksa dana ini nilainya tidak besar dan cukup dengan setoran Rp 100 ribu. Perseroan juga mengklaim tengah mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan seiring dengan komposisi aset yang dikelola sekitar 25% sekarang sudah hampir 30%. (bani)

BERITA TERKAIT

Sejumlah Brand Sukses Jadi Yang Pertama

    NERACA   Jakarta – Tras N Co Indonesia bekerjasama dengan Infobrand.id menghadirkan penghargaan kepada sejumlah brand yang terbukti…

Sambut Libur Lebaran, BTN Siapkan Dana Tunai Rp 14,58 Triliun

Melayani kebutuhan dana tunai bagi nasabah menjelang dan sesudah Hari Raya Idul Fitri 1440 H, PT Bank Tabungan Negara (Persero)…

Kalbe Farma Tebar Dividen Rp 1,22 Triliun

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) membagikan dividen tunai kepada pemegang saham sebesar Rp1,22 triliun atau Rp26 per saham untuk tahun…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pefindo Raih Mandat Obligasi Rp 52,675 Triliun

Pasar obligasi pasca pilpres masih marak. Pasalnya, PT Pemeringkat Efek Indonesia atau Pefindo mencatat sebanyak 47 emiten mengajukan mandat pemeringkatan…

GEMA Kantungi Kontrak Rp 475 Miliar

Hingga April 2019, PT Gema Grahasarana Tbk (GEMA) berhasil mengantongi kontrak senilai Rp475 miliar. Sekretaris Perusahaan Gema Grahasarana, Ferlina Sutandi…

PJAA Siap Lunasi Obligasi Jatuh Tempo

NERACA Jakarta - Emiten pariwisata, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) memiliki tenggat obligasi jatuh tempo senilai Rp350 miliar. Perseroan…