Transaksi Jangka Pendek Masih Jadi Pilihan - Diselimuti Sentimen Positif

NERACA

Jakarta – Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Selasa dihampiri sentimen positif. Terdapat 4 poin yang menjadi sentimen positif yaitu nikkei, hang sen, Asia terutama dari Taiwan dan Dow Jones.

Menurut pengamat pasar modal Lucky Bayu Purnomo, ke empat poin tersebut membantu naiknya IHSG, namun perlu dicermati bahwa kenaikan tersebut masih terbatas dengan persentase tidak cukup tinggi. Selain itu, menurut dia kenaikan juga disebabkan oleh sentimen dari pelaku pasar yang berspekulasi.“Memang IHSG terdorong naik, namun jika memperhatikan jumlah likuiditas di pasar, volume perdagangan justru menuurun. Ini merupakan cerminan dari spekulasi pelaku pasar,”katanya di Jakarta, Selasa (23/7).

Meskipun adanya pelemahan pada transaksi, namun sektor yang cukup banyak terdorong naik oleh sentimen 4 poin tadi adalah sektor perbankan dan properti. Sektor perbankan menjadi market leader pada perdagangan hari ini. Dia menyarankan untuk saham BCA, Mandiri dan BRI di koleksi dengan harga yang cukup menarik saat ini.“Sementara sektor maining seperti PTBA, ITMG dan Antam dihindari karena kurang bagus saat ini”, ungkap dia.

Sementara itu, untuk Antam meskipun emas diburu jelang lebaran, tidak terlalu membantu mendongkrak sahamnya. Menurut dia, peningkatan penjualan tidak terlalu berpengaruh karena menjadi faktor X pergerakan suatu saham.“Sentimen-sentimen yang dikalkulasikan mempengaruhi pergerakan indeks seperti volume jual dan beli, pemilu, bencana alam dan lainnya”, jelas dia.

Sehingga kecil kemungkinan saham Antam terdongkrak meskipun jelang lebaran emas banyak diburu masyarakat. Selain itu, dia mengganggap bahwa saat ini transaksi harian jauh lebih baik dibandingkan jangka panjang.

Pada minggu ini, Lucky menyatakan bahwa pergerakan indeks masih rawan karena masih ada sejumlah data ekonomi yang akan dirilis. Seperti data jumlah pengangguran dan industrial product sales. Khusus untuk Industrial product sales, menurutnya menjadi sangat sensitif sebab jika pada rilis data perindustrian Amerika melemah, maka akan berpengaruh terhadap indeks dow jones.“Jika indeks dow jones terkena imbas, maka akan menjadi sentimen negatif pada pergerakan bursa kita”, ujar dia.

Diketahui pada perdagangan Selasa (23/7) IHSG dibuka menguat 0,72% ke level 4.712,68 diikuti indeks saham LQ45 sebesar 0,94% ke level 786,05 dan indeks saham JII menguat 0,92% ke level 642,89. Indeks saham ISSI menguat 0,76% ke level 159,44.

Seluruh sektor saham menguat pada perdagangan saham hari ini. Sektor saham aneka industri menguat 1,22% ke level 1.219,08, sektor saham keuangan menguat 1,14% ke level 593,02, dan sektor saham industri dasar menguat 0,92% ke level 532,55. Kemudian pada perdagangan sesi I ditutup menguat 1,41% ke level 4.745,21 diikuti indeks saham LQ45 sebesar 1,9% ke level 793,57 dan indeks saham JII menguat 1,52% ke level 646,72. Indeks saham ISSI menguat 1,27% ke level 160,24.

Seluruh sektor saham menguat dengan sektor saham keuangan menguat paling tinggi 2,52% ke level 601,08, disusul sektor saham industri dasar menguat 1,93% ke level 537,87, dan sektor saham pertambangan menguat 1,31% ke level 537,87.

Kemudian, pada sesi penutupan akhir perdagangan Selasa (23/7) IHSG berada diposisi 4.767,15 setelah naik 1,8% atau 88,1 poin. Investor asing melakukan net buy mencapai Rp 317 miliar. Dengan volume perdagangan mencapai 3,9 miliar saham senilai Rp 5,5 triliun. Penguatan indeks mendapat dukungan dari 182 saham, meskipun 79 saham melemah dan 96 saham stagnan. (nurul)

Related posts