KKP Terus Katrol Kualitas SDM Perikanan

NERACA

Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo mengatakan Indonesia memiliki potensi laut yang luar biasa. “Bukan saja perikanan, tapi juga terumbu karang untuk wisata bahari dan mangrove untuk menurukan emisi karbon yang cukup tinggi di Indonesia,” kata dia di Yogyakarta, Senin (22/7).

Selain itu, Sharif Cicip menjelaskan, seharusnya masyarakat juga mendukung kegiatan untuk menjaga kelestarian lingkungan laut dengan program pembangunan yang berkelanjutan. Sharif juga mengatakan, kondisi Indonesia saat ini yang sedang meributkan kekurangan daging merupakan hal yang memprihatinkan.

Dia juga menjelaskan, di Indonesia itu konsumsi dagingnya kurang dari 3 kilogram perkapita, namun untuk konsumsi ikan mencapai lebih dari 33 kilogram perkapita. “Saya bangga akan hal ini, ini juga merupakan kesempatan baik bagi potensi perikanan untuk menggantikan peran impor sapi,” kata dia.

Untuk meningkatkan produksi ini, dia juga menghimbau kepada Dirjen BPSDM untuk terus meningkatkan kualitas SDM nya. “Hal ini agar kita bisa kasih penyuluhan, pendampingan ke nelayan, agar kualitas hasil tangkapan lebih baik lagi dan agar tercapai tujuan untuk meningkatkan penghasilan nelayan,” imbuh dia.

Lebih lanjut Sharif menjelaskan, percepatan industrialisasi KKP harus dilakukan, agar bisa meningkatkan value added sehingga pendapatan masyarakat bisa berlipat ganda. “Salah satunya dengan konsep blue economy, agar efisien tanpa limbah, tanpa pencemaran dan akhirnya bisa meningkatkan tujuan pembangunan yang berkelanjutan untuk mensejahterakan rakyatnya,” ucap Sharif.

Selain itu, untuk mendukung program pengembangan, KKP juga Member bantuan kepada masyarakat di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sekitar Rp 4,7 miliar untuk melakukan Pengembangan Usaha Mina Pedesaan (PUMP) seperti perikanan tangkap, perikanan budidaya serta pengolahan hasil perikanan.

Disini, KKP juga memberikan kartu nelayan, sertifikat hak atas tanah nelayan, calon induk ikan, pengadaan sarana prasarana pemasaran roda tiga, sarana pengembangan produk non konsumsi, sarana pengolahan tepung ikan, tenda pemasaran, bantuan penyelenggaraan pendidikan, pelatihan dan penyuluhan.

“Batuan pendidikan ini merupakan kepedulian KKP yang diperuntukkan bagi anak-anak pelaku utama, yaitu nelayan, pembudidaya dan pengolah ikan, serta petambak garam,” kata Sharif.

Kapasitas SDM

Sharif mengatakan, peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan hal yang sangat penting, mengingat Indonesia yang memiliki potensi beraneka ragam besar di sektor kelautan dan perikanan.

“Untuk menggali potensi tersebut dibutuhkan kesiapan SDM yang memadai, bisa dengan pendidikan, pelatihan maupun penyuluhan,” ucap dia.

Sharif juga menjelaskan, setiap tahunnya, lembaga pendidikan KKP meluluskan sekitar 1400 orang yang diserap oleh para pelaku di dunia usaha dan industri untuk mengelola sumber daya kelautan dan perikanan secara optimal demi kesejahteraan masyarakat.

Saat ini, Badan Pengembangan SDM KP telah melatih 150 orang masyarakat kelautan dan perikanan di seluruh Kabupaten/Kota di Yogyakarta, diantaranya program pemberdayaan keluarga melalui Posdaya.

Sementara itu, Sharif melanjutkan, untuk kegiatan penyuluhan, KKP telah menyediakan tenaga penyuluh untuk mendampingi pelaku utama dan pelaku usaha dalam menjalankan usahanya agar efektif dan efisien. Pada kesempatan ini, para pelaku utama tersebut telah melakukan asah terampil, salah satunya melalui Gerakan Nasional Masyarakat Peduli Industrialisasi Kelautan dan Perikanan (GEMPITA) yang juga menjadi bagian dalam acara safari ramadhan ini.

Fokus utama Gempita adalah pemberdayaan masyarakat perdesaan, keberpihakan kepada nelayan, pembudidaya dan pengolah ikan, serta petambak garam skala kecil. “Kegiatan Gempita terangkum dalam kelompok pelaku utama dan pelaku usaha. Kelompok terbaik setiap provinsi ditampilkan dalam lomba Kelompencapir yang menyajikan pelestarian warisan budaya dan kearifan lokal,” ujarnya.

Related posts