Bappenas: JSS Tergantung Menkeu

NERACA

Jakarta - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Armida Salsiah Alisjahbana memastikan bahwa jika Menteri Keuangan (Menkeu) Chatib Basri setuju, maka keputusan untuk melaksanakan persiapan proyek Jembatan Selat Sunda (JSS) seperti feasibility study (FS) akan segera diputuskan.

“Rapat berikutnya itu hanya menunggu Menteri Keuangan saja. Kemarin dalam rapat koordinasi baru Wakil Menteri Keuangan yang hadir karena terkait masalah FS,” kata Armida.

Keputusan Menkeu, lanjut Armida, diperlukan untuk memastikan pihak pemrakarsa pembangunan JSS segera menyiapkan proyek tersebut, termasuk melibatkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). “Bagaimana persiapan FS ini dilakukan oleh pihak pemrakarsa yang melibatkan BUMN. Untuk bisa membahas detail diperlukan adanya Menkeu. Groundbreaking itu diperlukan dua tahun setelah perjanjian kontrak kerja sama. Jadi prosesnya itu FS-nya lama, sekitar dua tahun, baru kemudian groundbreaking,” kata dia.

Sementera itu, Direktur Pengembangan Kerjasama Pemerintah dan Swasta (PKPS) Bappenas Bastari Indera menyampaikan bahwa pembangunan JSS akan melibatkan pihak swasta dan BUMN. “Sudah ditetapkan untuk dilanjutkan dengan swasta, sekarang ini pihak swasta dan BUMN akan diajak. Kemudian pemerintah sedang membuat kerangkanya seperti apa,” jelasnya

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan bahwa beberapa studi kelayakan sudah dilakukan, di antaranya studi kegempaan, vulkanologi, dan studi terkait arus laut. \"Demikian juga pandangan dari ahli vulkanologi, apabila terjadi letusan dari anak gunung Krakatau atau tsunami, hasil studi menunjukkan bahwa secara teknis Jembatan Selat Sunda itu tetap aman,\" kata dia. [iqbal]

BERITA TERKAIT

Pemkab Tangerang Tunggu Peraturan Menkeu Tentang Penyaluran THR

Pemkab Tangerang Tunggu Peraturan Menkeu Tentang Penyaluran THR NERACA Tangerang - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, Banten saat ini menunggu peraturan…

PROYEKSI APBN 2020 - Menkeu: Defisit Anggaran Ditekan 1,52% PDB

Jakarta-Menkeu Sri Mulyani Indrawati menargetkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada tahun depan bisa ditekan menjadi di sekitar…

Ekonomi Indonesia Tergantung Persepsi

  NERACA Jakarta – Perekonomian Indonesia tak hanya didorong dari konsumsi rumah tangga, belanja pemerintah, melainkan juga persepsi masyarakat terhadap…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Menkeu Pastikan Penguatan Alokasi Anggaran 2020 bagi Program Prioritas

    NERACA   Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan penguatan alokasi anggaran dalam RAPBN 2020 akan dimanfaatkan…

Empat BUMN Bersinergi dalam Pemasaran Produk

  NERACA   Jakarta - Sinergi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) membawa empat perusahaan bekerja sama dalam penjualan produk. Empat…

Mayoritas Konsumen Ojek Online Mengeluhkan Tarif Tinggi

      NERACA   Jakarta – Pasca ditetapkan tarif baru ojek online (ojol) yang berlaku efektif 1 Mei 2019,…