Sewa Kendaraan Mitra Pinansthika Tumbuh 10,7% - Catatkan Laba Rp 248,33 Miliar

NERACA

Jakarta – Mometum libur lebaran menjadi berkah bagi bisnsi rental mobil, lantaran permintaan selalu meningkat. Hal inilah yang dialami PT Mitra Pinansthika Mustika Tbk (MPMX) yang mencatatkan kinerja keuangan melesat berkah dari bisnis sewa kenadaraan.

Sepanjang semester pertama tahun ini, perseroan berhasil mencatatkan laba bersih tumbuh 36,2% menjadi Rp 248,33 miliar dari periode sama tahun sebelumnya Rp 182,31 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (22/7).

Kata Direktur Keuangan PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk, Troy Parwata, kendati kontribusi bisnis distribusi motor terhadap pendapatan MPMX masih dominan, kinerja bisnis sewa kendaraan dan jasa keuangan tumbuh luar biasa dan kedua unit bisnis telah berhasil berkontribusi terhadap laba bersih MPMX meningkat signifikan.“Kontribusi laba untuk bisnis sewa kendaraan terhadap total laba atas segmen yang dilaporkan MPMX meningkat dari 8,2% di tahun 2012 menjadi 10,7% di tahun 2013. Sedangkan kontribusi bisnis jasa keuangan juga meningkat dari 14%% di tahun 2012 menjadi 17,7% di tahun 2013,”ujar dia.

Selain itu, dia juga cukup optimis kontribusi lini usaha di luar bisnis distribusi motor semakin besar seiiring dengan pengembangan usaha dan pangsa pasar dari masing-masing sektor. Hal ini dikarenakan saat ini bisnis penyewaan kendaraan cukup membanggakan dilihat dari kinerjanya.

Berdasarkan keterangannya, bisnis distribusi dan penjualan motor Honda masih menjadi kontributor utama pendapatan Perseroan di Semester I 2013 senilai Rp5,1 triliun (75%). Bisnis pelumas sepeda motor menyumbang pendapatan sebesar Rp 745 miliar (11%) dan bisnis sewa kendaraan sebesar Rp 467 miliar (7%). Sementara bisnis jasa keuangan berkontribusi sebesar Rp 470 miliar (7%).

Selain kenaikan laba, kenaikan pendapatan bersih perseroan juga cukup baik sebesar 30,9% menjadi Rp 6,78 triliun pada semester pertama 2013 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 5,17 triliun. Beban pokok pendapatan naik menjadi Rp 5,76 triliun pada semester pertama 2013 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 4,42 triliun.

Laba Persaham

Laba bruto perseroan naik menjadi Rp1,01 triliun pada semester pertama 2013 dari periode sama tahun sebelumnya Rp750,86 miliar. Laba per saham perseroan menjadi Rp 335 pada semester pertama 2013 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 153.98 per saham. Perseroan juga mencatatkan total liabilitas dan ekuitas naik menjadi Rp 10,87 triliun pada semester pertama 2013 dari periode 31 Desember 2012 sebesar Rp 9,07 triliun. Kas dan setara kas perseroan naik menjadi Rp1,58 triliun pada semester pertama 2013 dari periode 31 Desember 2012 sebesar Rp1,19 triliun.

Selain meningkatkan laba dan pendapatan, perseroan juga berencana melunasi utang sebesar Rp 150 miliar kepada Bank DBS dan Bank ANZ di tahun in. Porsi utang perseroan sebanyak 65% pada Bank DBS dan sisanya, 35% pada Bank ANZ. Meskipun utang perbankan tersebut jatuh tempo pada tahun 2017 mendatang, namun dengan adanya dana hasil IPO, perseroan berupaya mempercepat pelunasan utang tersebut.

Selain melunasi utang perbankan, perseroan menggunakan dana hasil IPO nya untuk meningkatkan porsi kepemilikan sahamnya di PT Federal Karya Tama (FKT) dari semula 83%menjadi 100%. Hal ini juga diyakini dapat meningkatkan kinerja keuangan perseroan. Perseroan membutuhkan sekitar Rp 300 miliar untuk mengakuisisi sisa saham di FKT sebanyak 17%. (nurul)

Related posts