Pacific Emerald Terbitkan Obligasi US$ 200 Juta - Tawarkan Kupon 9,75%

NERACA

Jakarta – Dalam rangka melunasi utang dan bisnis usahanya, PT Multipolar Tbk (MLPL) melalui anak usahanya yaitu Pacific Emerald Pte Ltd akan menerbitkan obligasi senior senilai US$200 juta. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (22/7).

Sekretaris Perusahaan PT Multipolar Tbk, Chryosologus Sinulingga mengatakan, obligasi tersebut memiliki tingkat bunga 9,75% yang akan jatuh tempo pada 2018. Rencananya, dana hasil penerbitan obligasi itu antara lain untuk membayar sisa hutang pokok Perseroan kepada PT Bank Negara Indonesia Tbk dan PT Bank CIMB Niaga Tbk, mendanai debt service reserve account yang dibuka terkait dengan kewajiban pembayaran bunga enam bulan atas nilai pokok obligasi, dan sisanya akan digunakan untuk tujuan umum Perseroan dan anak usaha perusahaan.

Nantinya, obligasi senior 2018 itu jumlahnya lebih dari 20% ekuitas perseroan, namun kurang dari 50% ekuitas perseroan. Transaksi tersebut merupakan transaksi material sebagaimana diatur dalam Peraturan Bapepam-LK Nomor IX.E.2 tentang transaksi material dan perubahan kegiatan usaha utama.

Saat ini, perseroan telah menandatangani subcription agreement dengan Citigroup Global Markets Singapore Pte Ltd, Deutsche Bank AG, Singapore Branch, dan Nomura Singapore Limited pada 18 Juli 2013. Selain itu, subscription agreement itu ditandatangani pula oleh Pacific Emerald selaku penerbit, dan PT Nadya Putra Investama, PT Matahari Pacific, PT Prima Wira Utama, PT Reksa Puspita Karya, PT Prima Cakrawala Sentosa, PT Prima Mentari Persada, PT Surya Asri Lestari, PT Mentari Sinar Persada, PT Prima Gerbang Persada, PT Gratia Prima Indonesia, PT Nadya Prima Indonesia, dan PT Panca Megah Utama.

Sebagai informasi, PT Multipolar Technology Tbk tahun ini menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp93,5 miliar, guna mendukung pertumbuhan kinerja perseroan. Direktur Keuangan PT Multipolar Technology, Hanny Untar pernah bilang, dana capex sebesar Rp93,5 miliar bersumber dari perolehan dana IPO dan kas internal. \"Sebanyak 28% dipenuhi dari dana IPO nantinya, sisanya dari kas internal perusahaan,”ungkapnya.

Dana belanja modal Rp93,5 miliar akan dipergunakan untuk pembelian dua gedung dengan nilai investasi per gedung mencapai Rp20 miliar dan Rp40 miliar untuk perawatan atau renovasi kantor dan sisanya untuk kebutuhan lainnya, untuk mendukung pertumbuhan kinerja perseroan.

Lebih lanjut dia mengatakan, pada tahun ini perseroan menargetkan penjualan mencapai Rp1,64 triliun dengan target laba Rp50,6 miliar. \"Bisa tercapai, karena pangsa pasar kita sudah luas,\" ujarnya. (bani)

Related posts