Rawan Terkoreksi, Cermati Enam Sektor Saham

NERACA

Jakarta- Meski belum menyamai posisi tertinggi pada minggu pertama bulan ini di level 4810,57, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya mampu ditutup menghijau pada akhir pekan kemarin di level 4724,41. Proyeksinya, pada pekan ini IHSG akan berada pada rentang support 4557-4605 dan resistance 4738-4768.

Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada mengatakan, IHSG membentuk pola menyerupai seperti morning star di atas lower bollinger bands. MACD bergerak menurun dengan histogram negatif yang memendek. RSI, William\'s %R, dan Stochastic masih di area oversold. “Meski IHSG sepanjang pekan kemarin sempat berada di bawah target support kami 4586, namun juga mampu berada di atas target resistance pertama 4715.” katanya di Jakarta, Senin (22/7).

Masih adanya tekanan jual, sambung Reza, membuat IHSG tidak mampu melanjutkan ke target resisten kedua 4750. Sepanjang pekan kemarin IHSG pun mencatatkan kenaikan 91,30 poin atau sebesar 1,97%, lebih tinggi dari pekan sebelumnya yang naik sebanyak 30,30 poin (0,66%). Kenaikan ini juga terjadi pada indeks utama lainnya di mana indeks IDX30 memimpin kenaikan sebesar 2,11% dan diikuti indeks MBX dan LQ45 yang masing-masing naik 2,10% dan 1,83%.

Di sisi lain, laju indeks sektoral mayoritas tercatat positif meskipun hanya ada tiga sektor yang melemah antara lain indeks industri dasar -2,68%, perkebunan -2,37%, dan infrastruktur yang melemah -0,64%. Sementara kenaikan dipimpin oleh sektor konsumer yang menguat sebesar 5,76%, properti 5,75%, dan perdagangan 2,76%. Aksi jual bersih (nett sell) asing tercatat sebesar Rp120,42 miliar, atau lebih rendah dari pekan sebelumnya senilai Rp1,73 triliun.

Reza pun memperkirakan, pekan ini IHSG akan berada pada rentang support 4557-4605 dan resistance 4738-4768. “Meski posisi teknikal mingguan masih terdapat ruang yang cukup besar untuk melanjutkan kenaikan, namun dengan mulai adanya tekanan jual dan mulai kurang kondusifnya laju bursa saham global bisa menghambat laju IHSG.” jelasnya.

Diharapkan, adanya sentimen rilis kinerja emiten bisa mempertahankan laju positif IHSG meski terbatas. “Cermati sektor properti, manufaktur, keuangan, konsumer, pertambangan, perdagangan.” ujarnya.

Menurut dia, sejumlah saham yang dapat diperhatikan pelaku pasar antara lain PT Lippo Karawaci (LPKR), PT Astra International (ASII), PT Tiga Pilar Sejahtera Food (AISA), PT Wijaya Karya (WIKA), PT Ciputra Development (CTRA), PT Astra Otoparts (AUTO), PT Waskita Karya (WSKT), PT Sucaco (SCCO), PT Vale Indonesia (INCO), PT Indofood Sukses Makmur (INDF), PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA), PT Ciputra Surya (CTRS), PT Ultra Jaya Milk Industry (ULTJ), PT Summarecon Agung (SMRA), PT Kimia Farma (KAEF), PT Bumi Serpong Damai (BSDE), dan PT Ramayana Lestari Sentosa (RALS).

Reza menambahkan, selain rilis kinerja emiten, beberapa data ekonomi yang akan menjadi perhatian sentimen pekan ini antara lain Balance of trade & inflation rate Jepang; Balance of trade & interest rate decision New Zealand; Inflation rate YoY Australia; GDP & consumer confidence KorSel; Retail sales & consumer confidence I”talia; Unemployment rate Spanyol; GDP Inggris.

Markit manufacturing PMI, IFO business expectations, IFO business climate, & markit services PMI Jerman; Business confidence, markit manufacturing PMI, & markit service PMI Perancis; Consumer confidence, markit manufacturing PMI, & markit service PMI Zona Euro; Existing home sales, housing price index MoM, markit manufacturing PMI, new home sales MoM, durable goods order, & initial jobless claims Amerika Serikat (AS). (lia)

BERITA TERKAIT

Rights Issue, NIPS Lepas 4,088 Miliar Saham

Emiten produsen aki kendaraan, PT Nipress Tbk (NIPS) bakal mengelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada tanggal 14…

Penguasaan Oleh Korporasi Besar Jadi Kendala Penyerapan Jagung - Sektor Primer

NERACA Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memaparkan stok jagung yang sudah dikuasai perusahaan-perusahaan besar menjadi salah satu…

Impor Jagung Sebagai Instrumen Untuk Kontrol Harga Pakan Ternak - Sektor Primer

NERACA Jakarta – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan rencana impor jagung sebesar 50 ribu ton sampai maksimal 100 ribu…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Investor Pasar Modal di Kalsel Capai 22,26%

Direktur Pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 9 Kalimantan, M Nurdin Subandi mengatakan, jumlah investor pasar modal di Kalimantan Selatan…

BEI Catatkan Rekor Baru Emiten Terbanyak

NERACA Jakarta – Tahun 2018 menjadi catatan sejarah bagi PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Pasalnya, sepanjang tahun ini ada 50…

Pendapatan Toba Bara Tumbuh 43,95%

Di kuartal tiga 2018, PT Toba Bara Sejahtra Tbk (TOBA) membukukan pendapatan sebesar US$ 304,10 juta, naik 43,95% dari periode…