Express Resmi Naikkan Tarif Sebesar Rp 3000 - Dampak Kenaikan BBM

NERACA

Jakarta – Dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi pada Juni lalu, PT Express Transindo Utama Tbk (Express Group) menetapkan tarif baru pada taksi regulernya awal pekan kemarin. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (22/7).

Kata Direktur Operasional Express Group Herwan Gozali, tarif taksi Express untuk awal naik menjadi Rp 6.000 yang sebelumnya dipatok Rp 5.000 dan setiap kilometer berikutnya menjadi Rp 3.000. Sementara tarif tunggu per jam menjadi Rp 36.000 mengikuti ketentuan yang di keluarkan oleh Gubernur Provinsi DKI Jakarta, “Tarif baru yang ditetapkan telah diupayakan agar tidak melebihi presentasi kenaikan BBM dan juga ketetapan dari pemerintah,”tandasnya.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta beserta Organda telah mengumumkan kenaikan tarif angkutan umum pada 24 Juni lalu. Penyesuaian tarif tersebut diputuskan dari hasil pembicaraan dan kesepakatan antara Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Organisasi Angkutan Daerah (Organda) dan Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ).

Herman Gozali menuturkan, pada dasarnya perseroan hanya mengikuti kebijakan tersebut dan tentunya pemerintah dan Organda tentu telah mengkaji hal tersebut dengan memperhatikan berbagai pertimbangan.

Terkait jeda waktu sekitar 1 bulan untuk menaikan tarif taksinya, dia menyatakan bahwa perseroan perlu waktu untuk menghitung persentase kenaikannya. Hal ini berkaitan dengan pertimbangan terhadap kepentingan pelanggan, kesejahteraan mitra pengemudi dan juga kinerja perusahaan.“Dengan kenaikan tarif taksi reguler ini, kami berharap agar kesejahteraan mitra pengemudi Express Group tidak terganggu setelah kenaikan harga BBM, sehingga setiap mitra pengemudi tetap dapat mempertahankan kinerja dan pelayanan pelanggan yang berkualitas. Selain itu pennumpang taksi kami juga dapat memahami tarif baru yang telah ditetapkan”, ungkap dia.

Tingkatkan Layanan

Dia juga menyatakan bahwa penyesuaian tarif kali ini sudah diteliti dengan seksama. Dengan mempertimbangkan kenaikan beban operasional yang harus ditanggung oleh mitra pengemudi.“Skema kemitraan Express menganggap pengemudi kami sebagai mitra dengan program kepemilikan mobil dan konsep setoran tetap. Kenaikan BBM mempengaruhi pendapatan mitra pengemudi kami, untuk itu penyesuaian tarif akan memberi dampak positif terhadap hal tersebut”, jelas dia.

Pertimbangan khusus ini mutlak dilakukan Express Group, karena selama ini Express Group menerapkan skema kemitraan dimana beban operasional termasuk bahan bakar ditanggung oleh mitra pengemudi, sehingga kenaikan harga BBM berdampak pada beban yang harus ditanggung pengemudi Express dan pada gilirannya akan mempengaruhi tingkat kesejahteraan mereka.

Dengan kenaikan tarif taksi reguler ini Express Group juga kembali menegaskan komitmennya. Express Group selalu berusaha untuk menciptakan lingkungan kerja yang positif, mendorong para karyawan dan mitra untuk mencapai potensi penuh mereka dan menumbuhkan nilai bersama-sama agar dapat meningkatkan pelayanan kepada pelanggan.

Saat ini, Express Group mengoperasikan lebih dari 8.500 unit taksi di seluruh Indonesia dengan wilayah pelayanan mencakup Medan, Jadetabek, Semarang, dan Surabaya. Termasuk di dalam armada taksi ini adalah 108 unit Tiara Express, taksi Premium dengan kendaraan Toyota Alphard dan Mercedes Benz Viano yang dioperasikan di Jakarta.

Express Group juga memiliki lebih dari 1.500 karyawan dan lebih dari 18.000 pengemudi sebagai mitra kerja melalui konsep Program Kemitraan yang telah diakui oleh PBB melalui UN Global Compact sebagai upaya yang berhasil dalam program Inclusive Market. (nurul)

Related posts