Berburu Dana Tunai di Pegadaian

Kebutuhan masyarakat menjelang hari raya relatif lebih tinggi dibandingkan hari-hari lain pada umumnya, sehingga banyak orang membutuhkan dana dunai secara cepat dengan mendatangi pegadaian.

NERACA

Menjelang lebaran yang sekitar dua minggu lagi, Kantor Perum Pegadaian di Jatinegara, Jakarta Timur ini sudah ramai didatangi para nasabah. Naiknya harga emas di pasar dunia diperkirakan memicu minat nasabah untuk mengadaikan emasnya.

Manajer Cabang Pegadaian Jatinegara Tulus Widodo mengakui, di banding dengan tahun lalu pada periode yang sama, ada kenaikan sekitar 15% nasabah hingga akhir September ini. Tulus mengatakan, peningkatan animo masyarakat ini memang sudah rutin terjadi sebulan sebelum lebaran. Diperkirakannya, pada H-7 akan terjadi lonjakan nasabah yang cukup signifikan untuk mengadaikan barang-barangnya. Untuk itu pihak Pegadaian sudah menyiapkan dana milyaran rupiah.

Salah seorang nasabah datang ke Pegadaian untuk mengadaikan cincin emasnya. Hasimah terpaksa mengadaikan cincinnya karena membutuhkan uang tunai sebagai simpanan untuk kebutuhan tak terduga menjelang lebaran tiba.

Menurut Hasimah, meminjam uang ke pegadaian lebih mudah dan cepat daripada harus meminjam pada pihak lain. Sebab mendapatkan uang tunai lewat pegadaian tidak membutuhkan waktu lama serta tidak berbelit. Cukup membawa barang yang akan digadaikan dan barang itu bisa kembali ditebus bila sudah memiliki dana yang cukup.

Soal peningkatan nasabah PT Pegadaian (Persero) memproyeksi peningkatan nasabah hingga 20% dari bisnis gadai pada saat puasa hingga menjelang lebaran 2013. Umumnya, masyarakat menggadaikan emas. “Jumlah nasabah bisa naik 15-20%. Tapi nilai rupiahnya sama saja karena harga emas turun dari Rp510 ribu menjadi Rp470 ribuan per gram,” tuturnya Suwhono.

Namun tren setiap tahun yang terjadi, mendekati hari raya Lebaran masyarakat kembali menebus emasnya. Emas tersebut akan digunakan saat lebaran dan digadaikan kembali pasca lebaran. “Kalau emas biasanya masuk bulan puasa digadaikan tapi menjelang Lebaran ditebus, tidak setelah lebaran. Biasanya untuk jualan, pulang kampung mau di pakai,” ungkapnya.

Bisnis gadai emas Pegadaian hingga semester I 2013 tembus Rp 970 miliar. Diakuinya jumlah nasabah gadai meningkat namun total nilai bisnis gadai tidak ada peningkatan signifikan karena adanya penurunan harga emas. “Harga emas lagi rendah, nasabah si naik. Nilai rupiah relatif flat rata-rata tiap bulan sama. Kalau emas secara akumulasi satu semester Rp970 miliar,” paparnya.

Target Lebaran

PT Pegadaian (Persero) menargetkan bisnis gadainya melonjak menjelang puasa dan lebaran. BUMN ini menargetkan penyaluran pinjaman atau dana gadai hingga Rp1 triliun pada periode tersebut. “Kita dapat Rp800 miliar,” ucap Direktur Keuangan Pegadaian Dwi Agus Pramudya.

Di tempat yang sama, Direktur Utama Pegadaian Suwhono mengakui adanya peningkatan gadai menjelang puasa hingga mendekati lebaran. Namun ada tren, mendekati beberapa hari menjelang lebaran, nasabah kembali menebus barangnya. Namun kemudian digadaikan lagi pasca lebaran. Omzet gadai tahun ini, diproyeksikan tidak jauh berbeda dengan tahun 2012. “Kebiasaan tahun sebelumnya menjelang puasa meningkat. Tahun lalu mencapai Rp1 triliun,” tegasnya.

Selain itu, Direktur Utama Pegadaian Suwhono memaparkan, biasanya menjelang Lebaran dan puasa volume pinjaman juga akan meningkat. Akan tetapi, karena ada kenaikan harga BBM, hal itu akan berdampak pula pada volume pinjaman, apalagi bila harga emas tidak kunjung membaik.

“Bila harga BBM dinaikkan sebelum Lebaran maka kebutuhan masyarakat menjadi ruang tambah bagi Pegadaian, apalagi bila harga emas meningkat kembali,” tuturnya.

Suwhono juga mengatakan, bila kenaikan harga BBM dan adanya kegiatan gadai saat Lebaran tidak disesuaikan dengan kenaikan harga emas, maka penerimaan Pegadaian akan terhambat. “Jadi melihat kenaikan harga emas juga, membuat baik atau buruk pemasukan Pegadaian,” ungkapnya.

Related posts