Mobil Keluarga Jadi Pilihan - Jelang Mudik Lebaran

Mobil berkapasitas luas dan lapang rupanya masih menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen di Indonesia. Bahkan, penjualan mobil keluarga terus meningkat, terutama menjelang lebaran seperti saat ini.

NERACA

Mudik memang sudah menjadi bagian rutinitas saat menjelang Idul Fitri bagi orang perantau. Pada saat ini kebutuhan alat tranportasi meningkat, seperti kebutuhan mobil keluarga menjelang lebaran terus meningkat.

Bahkan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) merilis, penjualan mobil Juni 2013, mengalami peningkatan dari 99.568 unit pada Mei menjadi 104.264 unit. Penjualan MPV (Multi Purpose Vehicle), mobil berbasis untuk keluarga ini terus mengalami pertumbuhan, di tengah hadirnya model-model baru yang menawarkan beragam fitur dan kelebihannya.

Terlebih lagi, penjualan mobil di kelas low MPV dengan kapasitas mesin dibawah 1.500 cc penjualanya meningkat dari 30.460 unit sepanjang Mei menjadi 34.719 pada bulan Juni. Hanya saja, untuk mesin di atas 1500 cc seperti di kelas medium MPV dan Up MPV, mengalami penurunan. Kedua segmen tersebut dibulan keenam hanya mampu membukukan 11.510 unit dan 1.061 unit.

Khusus di kelas low MPV, Toyota Avanza tetap menjadi mobil sejuta umat. Pasalnya, penjualan mobil berkapasitas 7-8 penumpang itu berhasil diperingkat pertama dengan jumlah 18.094 unit.

Tak kalah menarik, Ertiga dan Xenia saling susul menyusul untuk memperebutkan posisi kedua. Hanya saja di Juni lalu penjualan Ertiga kembali meningkat sebesar 6.555 unit. Sedangkan Xenia hanya 5.945 unit.

Belum sampai di situ, pendatang baru Chevrolet Spin rupanya kini mulai menunjukkan kemampuan. Jika sebelumnya penjualan Spin tak kurang dari seribu, Juni lalu penjualanya mencapai 1.703 unit.

Penjualan Meningkat

Senior Marketing Manager Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua, Herjanto Kosasih memperkirakan penjualan mobil pada bulan ini bisa mencapai 2.600-2.700 unit sepanjang Juni. Hingga 20 Juni, penjualan mobil bekas sudah mencapai 2.300 unit. “Sampai Mei, rata-rata penjualan mobil keluarga di sini sekitar 2.200-2.300 unit. Sejak awal Juni meningkat sampai sekarang karena mau lebaran,” tuturnya.

Tak hanya pembeli untuk dipakai sendiri, para pedagang mobil dari berbagai daerah juga mulai berdatangan ke Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua. Jenis mobil yang paling banyak diincar pembeli yaitu Avanza dan Xenia dengan harga sekitar Rp 80 juta per unit.

Herjanto memastikan penjualan mobil bekas tidak akan terpengaruh keputusan pemerintah menaikkan harga premium dan solar. Begitupun juga kehadiran mobil murah ramah lingkungan (Low Cost Green Car), diyakini takkan mengurangi jumlah peminat mobil bekas. “Kami sih tidak masalah dan yakin kehadiran mobil murah tidak akan menurunkan minat orang beli mobil bekas,” paparnya.

Herjanto mengatakan dengan harga jual yang cukup murah, konsumen seharusnya bisa langsung mengetahui kualitas kendaraan yang akan dibelinya. “Harga tidak menipu,” katanya.

Menurut Herjanto, pelaku usaha mobil bekas sudah mengetahui kualitas dari mobil murah yang akan dikeluarkan produsen otomotif di tanah air. Dari pandangannya, kualitas interior dari mobil murah bisa dikatakan jelek. “Busanya tidak bagus, pintunya juga pintu murah,” kata dia.

Sebelumnya Herjanto mengungkap kalau produk mobil murah ramah lingkungan atau “Low Cost and Green Car” (LCGC) akan menurunkan minat konsumen untuk membeli mobil bekas jenis Toyota, Avanza dan Daihatsu Xenia.

“Dengan harga Rp75 juta sampai dengan Rp100 juta, maka konsumen mobil bekas Avanza dan Xenia akan beralih ke produk LCGC. Hal ini akan berpengaruh terhadap pasar mobil bekas di dalam negeri,” tuturnya.

Namun untuk harga jual kembali mobil LCGC, menurut Herjanto, akan mengalami penurunan yang cukup besar. “Harga jual produk LCGC bekas akan anjlok karena harga barunya di bawah Rp100 jutaan. Hal ini sudah terlihat dengan produk mobil murah Daihatsu Ceria yang memilii kapasitas mesin 600 cc dan harga bekasnya hanya Rp30 jutaan,” ungkapnya.

Related posts