Komitmen Menjadi Motor Ekonomi Daerah - Bank Jatim Genjot Kredit UKM

NERACA

Jakarta – Eksistensi sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM) terhadap krisis ekonomi tahun 1998, menjadi gambaran jelas bila sektor UKM mempunyai peranan strategis dalam perekonomian Indonesia. Pasalnya, selain mampu menyerap banyak tenaga kerja juga kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Non Migas cukup meyakinkan yaitu sebesar 63,11% pada tahun 2012. Melihat besarnya peran UKM terhadap perekonomian dalam negeri, menjadi perhatian pemerintah dan juga Bank Indonesia (BI) untuk terus mendukung pertumbuhan UKM.

Bagi Bank Jatim, perannya sebagai Bank Pembanguan Daerah (BPD) tidak hanya sebatas pemegang kas daerah dan atau menyimpan uang daerah serta salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah. Namun juga menghimpun dana masyarakat dan kemudian disalurkannya dalam bentuk kredit, khususnya UKM. Bank Jatim mencatat, kucuran kredit tumbuh 13,53% dalam setahunan dari Rp16,56 triliun menjadi Rp18,8 triliun. Dengan tingkat kredit bermasalah (NPL) gross sebesar 3,15%.

Direktur Utama PT Bank Jatim Tbk (BJTM) Hadi Sukrianto mengatakan, tantangan kedepan bagi perseroan pasca go public adalah mengoptimalkan peran menjadi lokomotif perekonomian daerah dengan membidik penyaluran kredit UMKM dan tidak hanya menunjang kredit bagi pegawai negeri sipil (PNS), “Kita ingin Bank Jatimbisa jadi kebanggaan orang Jawa Timur. Apalagi Bank Jatim sudah punya modal yang bagus,”ungkapnya.

Menurutnya, BPD memiliki peran strategis dalam mendorong perekonomian daerah. Diyakini, BPD bisa lebih berdaya guna ketimbang kelompok bank lainnya. Pasalnya, BPD menguasai jaringan operasional dan pengenalan medan di daerah. Sesuai khittahnya, wilayah operasional BPD memang lebih dominan di daerah.

BPD menjadi motor dalam mendorong program pro growth, pro poor, dan pro job lewat penyaluran kredit yang produktif di daerah. Potensi BPD, sebagian, sudah terejawantahkan. Dari 26 BPD yang beroperasi di Indonesia, sebagian besar berkinerja mengesankan.

Kata Hadi, Bank Jatim merupakan salah satu kreditur sektor konsumsi yang cukup besar dengan pangsa pasar 14,73% dari pasar kredit sektor konsumsi di Provinsi Jawa Timur, “Dengan iklim usaha di Jawa Timur yang terus meningkat, perseroan menyakini bisa menggarap captive market lebih dalam lagi, “tandasnya.

Tahun ini, perseroan menargetkan penyaluran kredit tumbuh sebesar 20% atau sekitar Rp 23 triliun bila dibandingkan tahun lalu. Tercatat pada kuartal I-2013, pembiayaan perseroan mencapai Rp18 triliun. Maka untuk mencapai target tersebut, kata Hadi Sukrianto, Bank Jatim akan membangun sejumlah cabang pembantu yang juga akan menaikkan akses atau layanan kepada perseroan.\"Untuk pembangunan cabang itu akan memperkuat porsi UMKM kami yang masih mendominasi, dan sisanya masih bersumberkan kredit menengah perseroan, porsi UMKM 80%, sedangkan kredit menengah perseroan itu sisanya,”tandasnya.

Mobile Banking

Kemudian menyadari persaingan ketat antar industri perbankan nasional, memaksa Bank Jatim untuk terus berbenah diri mulai dari perkuat permodalan dan sudah dilakukan melalui IPO, inovasi pelayanan dan peningkatan mutu Sumber Daya Manusianya (SDM).

Salah satu langkah kecil yang dilakukan perseroan dalam peningkatan pelayanan adalah mengembangkan sms banking-nya. Untuk aksi korporasi ini, perseroan menginvestasikan dana sekitar Rp5 miliar. Asal tahu saja, tahun ini Bank Jatim memang akan meluncurkan layanan sms banking, internet banking, intercity clearing (layanan yang diperuntukkan untuk nasabah giro untuk dapat mencairkan warkatnya di seluruh cabang Bank Jatim), dan Host to Host Multi Biller di Terminal Peti Kemas. Tidak hanya itu, perseroan juga mengklaim telah berhasil melakukan transformasi teknologi dimana jumlah kartu pegawai elektronik Bank Jatim meningkat tajam dari tahun 2007 berjumlah 153,542 meningkat tajam ditahun 2012 sebanyak 679,422. (bani)

Related posts