Astra Credit Companies Siap Biayai Mobil Murah

NERACA

Jakarta - Perusahaan leasing milik Astra yaitu Astra Credit Companies (ACC) siap membiayai mobil murah dan ramah lingkungan (Low Cost Green Car/LCGC) pada semester II-2013. Untuk tahap awal, pihaknya akan menjual sedikitnya 5.000 unit merek Agya dan Ayla, hingga 10.000 unit mobil.

Chief Executive Officer ACC Jodjana Jody mengatakan, saat ini pihaknya masih menunggu kepastian peraturan soal petunjuk teknis soal LCGC ini dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin). Namun, Astra sudah siap menjual produk-produknya ke pasaran jika aturannya sudah resmi.

\"LCGC akan dijual di semester II ini. Nantinya, target bisa jual 7.000-10.000 unit untuk Agya dan Ayla. Tapi kalau tahap awal sih 5.000 unit dulu mungkin ya,\" kata Jodjana saat acara buka puasa bersama di Kawasan SCBD, akhir pekan lalu.

Ia menyebutkan, untuk harga pihaknya akan mengikuti aturan Kemenperin yang sudah ditetapkan di harga Rp 95 juta per unit. Menurutnya, harga tersebut sudah termasuk murah untuk ukuran mobil murah di dalam negeri.

\"Rp 95 juta itu kan basic feature. Tapi kita ikuti aturan Kemenperin ya, itu sudah murah sekali, harga sangat terjangkau,\" katanya.

Kesiapan Produksi

Sementara itu, Direktur Pemasaran Toyota Astra Motor, Rahmat Samulo menyatakan kesiapannya dalam memproduksi dan menjual mobil yang dipatok dengan harga Rp95 juta per unit tersebut. Namun saat ini anak usaha Astra tersebut masih menunggu kepastiannya. \"Kita masih nunggu kepastian dulu kan masih ada proses. Sedang kita tunggu aturannya, kalau TAM siap dijual,\" kata Rahmat.

Untuk produksi mobil murah tersebut, Rahmat mengaku belum memiliki target, namun pihaknya berusaha memenuhi permintaan masyarakat jika nantinya mobil murah tersebut berkembang. \"Tergantung permintaan jika, besar kita produksi akan mencukupi,\" ungkapnya.

Terkait dengan harga, Rahmat mengaku masih menunggu aturan yang jelas dari pemerintah, sehingga belum bisa menentukan harga apakah akan membandrol dengan harga yang sesuai dengan ketentuan.

\"Aturannya sendiri belum lengkap kalau lengkap bisa kita tentukan.Kita intinya mengikuti peraturan pemerintah. Kita intinya mengikuti regulasi pemerintah,\" ujarnya.

Untuk kebijakan mobil murah dan ramah lingkungan (low cost green car/LCGC) akhirnya semakin lengkap dengan lahirnya Peraturan Menteri Perindustrian (Permenperin) Nomor 33/M-IND/PER/7/2013 tentang Pengembangan Produksi Kendaraan Bermotor Roda Empat yang Hemat Energi dan Harga Terjangkau.

D itempat berbeda, Kementerian Perindustrian menyebutkan jika pabrik pembuatan mobil Low Cost Green Car atau LCGC terdapat di Indonesia itu akan membuka lapangan pekerjaan baru.

Direktur Jenderal Industri Unggulan Basis Teknologi Tinggi, Kementerian Perindustrian, Budi Darmadi itu akan diusahakan pabriknya harus berada di Indonesia.

\"Itu akan menunjukan lapangan kerja baru dan akan memberikan dampak perekonomian yang besar. Ini akan banyak menimbulkan aktifitas,\" ujarnya.

Budi mengatakan untuk harga mobil ini akan berbeda variasi harganya. Namun masih tergolong murah. Baginya harga itu tergantung fiture yang berada di dalam mobil tersebut. \"Price itu tiap merek itu berlomba-lomba jual murah, itu di luar kewenangan kami,\" katanya.

Related posts