Tidak Kuorum, Gadai Aset BUMI di Tunda

Rencana PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menggadaikan seluruh aset perseroan kepada kreditur gagal dilakukan, lantaran rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPLB) tidak memenuhi kuorum atau jumlah pemegang saham yang hadir kurang dari 50% plus 1, “RUPSLB untuk meminta persetujuan pemegang saham atas rencana perseroan menjaminkan aset tidak memenuhi kuorum,”kata Direktur dan Sekretaris Perusahaan PT Bumi Resources, Dileep Srivastava di Jakarta akhir pekan kemarin.

Dia menuturkan, adapun agenda RUPST adalah meminta persetujuan pemegang saham untuk menjaminkan atau dengan hak jaminan kebendaan atau mengalihkan sebagian besar atau seluruh aset atau harta kekayaan perseroan yang dimiliki langsung atau tidak langsung, kepada para debitur atau pihak lainnya.

Hanya saja, penggadaian aset perseroan tidak terbatas pada gadai atas sebagaian atau seluruh saham-saham yang dimiliki dan dikuasai perseroan pada anak perusahaan baik secara langsung maupun tidak langsung maupun efek lainnya.

Berikutnya, fidusia atas semua tagihan-tagihan rekening bank, klaim asuransi, persedian (inventory), rekaning escrow Perseroan dan atau anak perusahaan. Jaminan atau agunan atau jaminan kebendaan lainnya atas harta kekayaan lain, baik bergerak maupun tidak bergerak milik Perseroan dan/atau anak perusahaan.

Disebutkan, jaminan itu dilakukan dalam rangka pembiayaan dan perolehan pinjaman dari pihak ke tiga. Pinjaman diberikan kepada atau diterima oleh Perseroan maupun anak perusahaan, baik sekarang maupun yang akan dikemudian hari. Hal ini sesuai dengan pasal 102 Undang-undang No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.

Menurut analis dari PT Investa Saran Mandiri, Kiswoyo Adi Joe, banyaknya pemegang saham repo Bumi Resources yang tidak hadir penyebab ketidak kuoruman rapat tersebut. Pasalnya, perseroan berencana mau menjaminkan seluruh asetnya dan pemegang saham tidak mendapatkan apa-apa, “Pemegang saham yang hadir hanya 47% saja, atau tidak memenuhi persyaratak kuorum. Pemegang saham repo Bumi Resources tidak mau pada dateng. Wajar juga jika pemegang saham REPO Perseroan tidak hadir dalam RUPLB tersebut\" ujarnya. (bani)

BERITA TERKAIT

Ombudsman Minta Pemerintah Tidak Terburu-buru Sahkan Revisi PP PSTE

Ombudsman Minta Pemerintah Tidak Terburu-buru Sahkan Revisi PP PSTE NERACA Jakarta - Ombudsman RI meminta pemerintah untuk tidak terburu-buru menandatangani…

Lagi, Aperni Jual Kapal Tidak Produkif

Dinilai sudah tidak lagi produktif, PT Arpeni Pratama Ocean Line Tbk (APOL) resmi mendivestasi aset perusahaan berupa kapal, yaitu kapal…

PDIP: Prabowo Tidak Tegas, Caleg Gerindra Paling Banyak Terlibat Korupsi

PDIP: Prabowo Tidak Tegas, Caleg Gerindra Paling Banyak Terlibat Korupsi NERACA Jakarta - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto menanggapi…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Dua Putra Utama Terkoreksi 57,96%

Emiten perikanan, PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM) laba bersih di kuartal tiga 2018 kemarin sebesar Rp35,9 miliar atau turun…

BEI Suspensi Saham BDMN dan BBNP

PT  Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara waktu perdagangan dua saham perbankan yang direncanakan akan melakukan merger usaha pada perdagangan…

Chandra Asri Investasi di Panel Surya

Kembangkan energi terbarukan yang ramah lingkungan dalam operasional perusahaan, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) menggandeng Total Solar untuk menghasilkan…