Bergerak Fluktuatif, IHSG Rawan Terkoreksi

NERACA

Jakarta – Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jum’at akhir pekan kemarin berhasil ditutup menguat tipis 3,976 poin (0,08%) ke level 4.724,411. Sementara Indeks LQ45 ditutup menipis 0,221 poin (0,03%) ke level 791,914. Ditengah terus berfluktuatifnya, indeks BEI akhirnya berhasil menguat tipis 3 poin di tengah transaksi yang sepi.

Kata analis Panin Sekuritas, purwoko Sartono, IHSG BEI yang bergerak mendatar diperkirakan karena investor mulai melakukan antisipasi terhadap pengumuman laporan kinerja emiten semester pertama 2013, “Naiknya indeks BEI juga masih didukung dari pernyataan The Fed yang menyatakan bahwa pihaknya berencana mengurangi stimulus, akan tetapi rencana pengurangan itu menimbang perkembangan data makro ekonomi AS,”ujarnya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Di sisi lain, lanjut dia, pasar saham masih dibayangi oleh nilai tukar rupiah yang cenderung melemah, kondisi itu juga merupakan salah satu perhatian investor pada pekan ini. Berikutnya, mengawali pekan ini indeks BEI akan bergerak berfluktuasi di tengah ancaman aksi ambil untung serta dibayangi oleh volatilitas nilai tukar kurs yang diperkirakan juga akan meningkat.

Karena itu, indeks BEI lebih cenderung terkoreksi di level 4.689-4.710. Pada perdagangan kemarin, tidak banyak transaksi yang dilakukan investor. Pasalnya, investor hanya melakukan aksi tunggu karena sentimen yang mixed. Aksi beli jelang penutupan berhasil memberi indeks poin yang tipis.

Saham-saham lapis dua yang jadi incaran beli, sementara saham-saham unggulan terkena aksi ambil untung, terutama saham-saham bank. Perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 133.359 kali pada volume 3,655 miliar lembar saham senilai Rp 4,403 triliun. Sebanyak 116 saham naik, sisanya 88 saham turun, dan 104 saham stagnan.

Rata-rata bursa di Asia berakhir di zona merah. Aksi jual deras melanda meski banyak sentimen positif yang beredar.Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Nipress (NIPS) naik Rp 750 ke Rp 9.250, Unilever (UNVR) naik Rp 700 ke Rp 34.600, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 700 ke Rp 83.700, dan Fast Food (FAST) naik Rp 650 ke Rp 3.400.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Danayasa (SCBD) turun Rp 700 ke Rp 2.800, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 400 ke Rp 26.200, Indocement (INTP) turun Rp 400 ke Rp 22.200, dan Gudang Garam (GGRM) turun Rp 300 ke Rp 46.900.

Perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup menguat 11,888 poin (0,25%) ke level 4.732,323. Sementara Indeks LQ45 menguat 1,288 poin (0,16%) ke level 793,423. Enam sektor berhasil menguat, dipimpin sektor infrastruktur. Koreksi saham-saham di sektor industri dasar dan finansial jadi pemberat pergerakan bursa.

Perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 79.664 kali pada volume 2,017 miliar lembar saham senilai Rp 2,264 triliun. Sebanyak 116 saham naik, sisanya 88 saham turun, dan 104 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Fast Food (FAST) naik Rp 675 ke Rp 3.425, United Tractor (UNTR) naik Rp 500 ke Rp 17.000, Unilever (UNVR) naik Rp 350 ke Rp 34.250, dan Lippo Cikarang (LPCK) naik Rp 350 ke Rp 8.350.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Danayasa (SCBD) turun Rp 725 ke Rp 2.775, Indocement (INTP) turun Rp 400 ke Rp 22.200, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 400 ke Rp 46.800, dan Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 300 ke Rp 26.300.

Diawal perdagangan sebaliknya, indeks BEI dibuka turun 10,60 poin atau 0,22% ke posisi 4.709,83. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 2,71 poin (0,34%) ke level 789,43, “Pada pembukaan indeks BEI bergerak melemah, beberapa menit kemudian sebagian saham kembali menguat sehingga membuat IHSG BEI kembali berada di area positif,\" kata Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada.

Pada pukul 09.20 WIB indeks BEI berbalik arah ke area positif atau menguat sebesar 7,74 poin (0,16) persen ke posisi 4.727,06. Menurutnya, laju positif itu seharusnya masih bisa bertahan bila didukung oleh sentimen yang ada terutama dari global untuk dapat mengimbangi sentimen negatif dalam negeri.

Dia menambahkan, secara teknikal indeks BEI juga masih memiliki peluang kenaikan, indikator MACD (Moving Average Convergen Divergen) masih naik dengan histogram positif yang memanjang.

Sementara itu, analis Sinarmas Sekuritas, Tessa Mulia menambahkan secara teknikal indeks BEI diperkirakan bergerak menguat di kisaran 4.680--4.753 poin. Tessa merekomendasikan beberapa saham yang dapat diperhatikan untuk perdagangan Jumat secara teknikal yakni Bank Mandiri (BMRI), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Ciputra Development (CTRA), Bumi Serpong Damai (BSDE).

Bursa regional, diantaranya indeks Hang Seng dibuka melemah 87,74 poin (0,41%) ke level 21.257,48, indeks Nikkei-225 turun 194,41 poin (1,31%) ke level 14.632,50, dan Straits Times menguat 2,51 poin (0,07%) ke posisi 3.214,29. (bani)

Related posts