Jaga Cadev, Lelang Swap Valas Digelar Tiap Kamis

NERACA

Jakarta - Lelang swap valuta asing (valas) atau FX Swap yang dilaksanakan Bank Indonesia (BI) sejatinya bertujuan melindungi cadangan devisa (cadev) yang tergerus hingga di bawah US$100 miliar serta memberikan instrumen lindung nilai (hedging) kepada investor asing yang bertransaksi dan menghitung risiko nilai tukar, sehingga tidak perlu khawatir terhadap fluktuasi nilai tukar.

Bahkan, Deputi Gubernur BI, Perry Warjiyo mengatakan, lelang swap valas ini akan dilaksanakan setiap minggu guna menstabilkan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing. “Untuk memberi jaminan ke investor dalam berinvestasi, BI akan melakukan lelang swap valas setiap Kamis. Tentu ini akan menambah jumlah cadangan devisa. Yang jelas, saya tidak melihat adanya suatu risiko,” ungkap Perry di Jakarta, Jumat (19/7) pekan lalu.

Informasi saja, FX Swap adalah salah satu mekanisme operasi pasar terbuka, di mana BI akan menjadi pihak yang melakukan lelang, dan pihak bank yang membutuhkan valas menjadi peserta lelang dengan mengajukan penawaran harga.

Pelaksanaan lelang swap valas setiap Kamis per minggunya ini bertujuan menjamin ketersediaan rupiah dan valas di dalam negeri seiring dengan semakin banyak investor asing yang masuk. Selain itu, sebagai salah satu cara untuk mengelola likuiditas, khususnya likuiditas dolar AS. “Kami pastikan likuiditas valas itu tetap ada,” jelasnya. Dengan demikian, lanjut dia, bagi investor yang ingin melepas dolar AS dan menukarnya dengan rupiah, maka hal ini akan menambah pasokan dolar di bank sentral.

“Walaupun nantinya akan ditukarkan kembali pada waktu jatuh tempo sesuai dengan premi yang disepakati dan nilai tukar acuan (Jisdor pada waktu lelang). Dari segi waktu, ini (lelang swap valas) memang sangat tepat untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dengan fundamental ekonomi Indonesia,” katanya. Perry pun mengklaim bahwa saat ini pergerakan rupiah jauh lebih stabil ketimbang kondisi beberapa bulan lalu, di mana cadangan devisa Indonesia tertekan oleh arus modal asing yang keluar (capital outflow) dari pasar Surat Berharga Negara (SBN) sebesar US$4,1 miliar.

\"Sekarangcapital outflowsudah tidak ada. Dan bahkan terjadicapital inflow, dan itu akan menambah cadangan (devisa). Apa lagi dengan berbagai instrumen yang baru kita keluarkan (FX Swap), tentu saja akan menambah (cadangan) devisa. Kita akan melakukan berbagai kebijakan untuk meredam pelemahan nilai tukar, salah satunya adalah penyesuaian suku bunga, deposito valas berjangka (term deposit), selain intrumen FX Swap ini,” tegas Perry.

Bank Indonesia telah melakukan lelang swap valas alias FX Swap untuk pertama kalinya. Dalam lelang kali ini, BI menawarkan target lelang FX Swap sebesar US$500 juta dengan tenor 1, 3, dan 6 bulan. Jumlah penawaran yang masuk sebesar US$1,240 juta, atau jauh melebihi target yang ditetapkan. Dari jumlah penawaran tersebut, jumlah FX Swap yang dimenangkan sebesar US$600 juta.

Lelang FX Swap merupakan bagian dari penguatan bauran kebijakan yang ditempuh Bank Indonesia, dan memiliki tiga tujuan. Pertama, lelang FX Swap merupakan bagian penguatan operasi moneter Bank Indonesia untuk pengelolaan likuiditas valas dan repay atau pembayaran kembali di pasar. Kedua, lelang FX Swap dimaksudkan sebagai instrumen lindung nilai bagi investor maupun pengusaha terhadap risiko pergerakan nilai tukar rupiah atas kebutuhan likuiditas valas dan rupiah.

Ketiga, lelang FX Swap ini merupakan salah satu upaya Bank Indonesia dalam mendorong pendalaman pasar melalui pembentukan harga yang lebih efisien dan transparan, serta pengayaan instrumen. Pelaku pasar nantinya tidak hanya bergantung pada instrumencash marketdalam pengelolaan likuiditasnya. [sylke]

Related posts