Kenaikan BI Rate, Saham Properti Masih Stabil - Sudah Diantisipasi

NERACA

Jakarta – Kenaikan acuan suku bunga Bank Indonesia (BI rate) yang bakal mengancam kinerja saham sektor properti, rupanya belum berdampak signifikan. Pengamat pasar modal Reza Priyambada menilai, kinerja saham properti paska kenaikan BI rate masih bergerak stabil dikarenakan pelaku industri sudah mengantisipasinya, “Secara teori, kenaikan BI rate akan membuat pasar bergerak turun, terutama kinerja dari sektor properti dan perbankan yang sensitif terhadap perubahan suku bunga acuan. Namun sejauh ini pergerakan saham sektor itu masih stabil,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Dia menambahkan, investor asing yang mulai melakukan aksi beli akan membantu kinerja saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) sehingga diharapkan indeks harga saham gabungan (IHSG) kembali ke jalur positif.

Namun, Reza mengatakan, kinerja saham juga tergantung dari praktik industri di lapangan dalam mengantisipasi perlambatan kredit baik dari properti maupun perbankan.

Sementara analis Recapital Securities, Agustini Hamid menambahkan dampak kenaikan BI rate terhadap kinerja perusahaan di sektor properti diperkirakan tidak seburuk yang dibayangkan, “Saham sektor properti masih akan terus menguat meski tidak setinggi pada semester I 2013,”paparnya.

Dalam data Bursa efek Indonesia pada semester I 2013 saham properti mencatatkan kinerja paling tinggi diantara sektor lainnya yakni sebesar 47,99%. Sementara, sepanjang tahun ini per 17 Juli 2013 kenaikan saham properti mencapai 37,40%.

Dia menilai, saham properti masih dapat meningkat sekitar 10—20% pada semester II menyusul akan naiknya penjualan properti \"second unit,”Second unit akan banyak dijual terkait ketidakmampuan membayar cicilan yang tentu meningkat. Namun, secara konservatif kenaikan saham properti dapat mencapai 10-20%,\" katanya. (ant/bani)

BERITA TERKAIT

Ada Promo, Kenaikan Tarif Ojol Dianggap Semu

    NERACA   Jakarta - Ketua Tim Peneliti Research Institute of Socio-Economic Development (RISED) Rumayya Batubara menyatakan promosi berlebihan…

Trans Power Bagi Dividen Rp 26,6 Per Saham

NERACA Jakarta – Sukses mencetak pencapaian kinerja keuangan yang apik sepanjang tahun lalu, mendorong PT Trans Power Marine Tbk (TPMA)…

Danai Belanja Modal - Bima Sakti Lepas 625 Juta Saham Ke Publik

NERACA Jakarta – Di saat bisnis properti masih tertekan, rupanya belum menyurutkan rencana PT Bima Sakti Pertiwi untuk go public.…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Wintermar Raih Kontrak US$ 75,8 Juta

Perusahaan pelayaran PT Wintermar Offshore Marine Tbk. (WINS) mengantongi kontrak berjalan senilai US$75,8 juta atau sekitar Rp 1,09 triliun dengan…

Bayar Utang Eksisting - TBIG Bakal Rilis Global Bond US$850 Juta

  NERACA Jakarta –Danai pelunasan utang yang jatuh tempo, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) menerbitkan obligasi dalam denominasi dollar…

Kalbe Farma Tebar Dividen Rp 1,22 Triliun

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) membagikan dividen tunai kepada pemegang saham sebesar Rp1,22 triliun atau Rp26 per saham untuk tahun…