Kredit Danamon Naik 12% - Semester I 2013

NERACA

Jakarta - PT Bank Danamon Indonesia, Tbk melaporkan kredit bank perseroan mencapai Rp124 trilun pada semester I 2013 atau tumbuh 12% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu yang hanya mencapai Rp110 triliun. \"Inflasi memang menjadi tema utama pada kuartal II 2013, namun dalam semester pertama tahun ini, lingkungan usaha yang kondusif relatif tetap terjaga. Maka kami dapat membukukan kinerja positif pada enam bulan pertama tahun ini,\" kata Direktur Utama Danamon Henry Ho di Jakarta, Kamis (18/7).

Dia menjelaskan kredit nonotomotif, termasuk kredit usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) serta kredit untuk segmen komersial dan korporasi tumbuh sebesar 18%. Sementara itu, kata dia, kredit otomotif melalui PT Adira Finance, yang merupakan 37% dari total kredit Danamon, hanya tumbuh sebesar tiga persen pada akhir Juni 2013 dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

\"Hal ini terjadi seiring dengan industri otomotif yang masih dalam tahap penyesuaian setelah diterbitkannya peraturan down payment (uang muka) sebesar 30% oleh Bank Indonesia,\" ujarnya. Lebih lanjut Direktur PT Bank Danamon Vera Eve Lim memaparkan kredit usaha mikro bank itu melalui Danamon Simpan Pinjam (DSP) membukukan pertumbuhan sebesar 10% menjadi Rp19,8 triliun pada semester pertama tahun ini dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

\"Sedangkan, kredit untuk segmen UKM (usaha kecil menengah) naik sebesar 25% menjadi Rp17,2 triliun, tetapi itu tidak termasuk kredit \'Asset Based Finance\',\" ucap Vera. Dia mengatakan kredit untuk segmen komersial tumbuh sebesar 25% pada semester I 2013 menjadi Rp17,2 triliun dibandingkan tahun lalu yang hanya mencapai Rp11,2 triliun.

Selain itu, lanjutnya, kredit untuk segmen korporasi tumbuh sebesar 21% menjadi Rp13,1 triliun dan bisnis \"trade finance\" Danamon meningkat sebesar 27% menjadi Rp8,4 triliun. \"Kemudian, kredit untuk unit syariah naik 48% dibandingkan tahun lalu menjadi Rp1,4 triliun,\" ungkapnya.

Menurut dia, pertumbuhan kredit Danamon pada enam bulan pertama tahun 2013 disertai dengan kualitas aset yang terjaga. \"Rasio kredit bermasalah atau NPL (nonperforming loan) berada pada posisi 2,4% pada akhir semester pertama tahun ini,\" kata Vera. [ardi]

BERITA TERKAIT

Tidak Ada Alasan Harga Beras Naik, Stok Cukup - SATGAS PANGAN POLRI KEJAR PELAKU PENGUBAH SPESIFIKASI BERAS

Jakarta-Kementerian Pertanian mengklaim kenaikan harga beras kualitas medium merupakan anomali, karena stok beras di gudang milik Bulog maupun di Pasar Induk…

Pengembang Minta Target Rumah Bersubsidi Naik di 2019

      NERACA   Jakarta - Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (Apersi) meminta Pemerintah menaikkan jatah unit…

Cadangan Devisa Naik US$400 Juta

    NERACA   Jakarta - Cadangan devisa Indonesia naik sekitar 400 juta dolar AS menjadi 115,2 miliar dolar AS…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Jagung Datang Peternak Ayam Merasa Senang

  NERACA   Malang - Peternak ayam mandiri di Wilayah Malang, Jawa Timur merasa senang dan berterima kasih atas bantuan…

Program B20 Mampu Tekan Impor Solar 4.000 kl/hari

      NERACA   Jakarta - Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi, Kementerian Energi dan Sumber Daya…

Pasokan Pangan jadi Kunci Keberhasilan Jaga Inflasi

    NERACA   Jakarta - Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) terus melakukan upaya-upaya menjaga angka inflasi agar sesuai target.…