Akhir Pekan, IHSG Lanjutkan Penguatan

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks harga saham gabungan (IHSG) Kamis ditutup menguat 41,434 poin (0,89%) ke level 4.720,435. Sementara Indeks LQ45 melompat 7,420 poin (0,95%) ke level 792,135. Maraknya, aksi beli investor jelang penutupan menjadi pemicunya.

Analis Panin Sekuritas, Purwoko Sartono mengatakan, aksi beli masih mendominasi perdagangan indeks BEI, “. Kenaikan indeks BEI itu didukung oleh menguatnya bursa regional menyusul sentimen positif dari AS dimana Pimpinan The Fed, Ben Bernanke menyatakan bahwa pengurangan stimulus tidak akan dipatok baik waktu maupun besarannya,”ujarnya di Jakarta, Kamis (18/7).

Dia menambahkan, The Fed cukup fleksibel dalam mengambil kebijakan stimulus secara cepat atau diperpanjang lagi sesuai dengan data-data yang mencerminkan kondisi ekonomi.

Disisi lain, lanjut dia, kenaikan indeks BEI masih dibatasi dengan risiko terus melemahnya nilai tukar rupiah dan juga imbal hasil (yield) surat utang negara (SUN), “Minimnya sentimen dari dalam negeri dan pelaku pasar masih menunggu hasil kinerja emiten kuartal II 2013 membuat IHSG akan bergerak terbatas ke depannya,”paparnya.

Berikutnya, indeks BEI Jum’at akhir pekan di proyeksikan akan bergerak menguat di level 4.720-4.750. Pada perdagangan Kamis kemarin, saham-saham konsumer diburu terkait tingginya permintaan barang konsumer di bulan puasa dan jelang lebaran. Dua sektor masih melemah terkena aksi ambil untung, yaitu sektor aneka industri dan perdagangan.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 166.744 kali pada volume 4,169 miliar lembar saham senilai Rp 6,28 triliun. Sebanyak 159 saham naik, sisanya 88 saham turun, dan 101 saham stagnan.

Bursa-bursa regional berakhir mixed menutup perdagangan. Sentimen positif datang dari Wall Street setelah Gubernur The Federal Reserve Ben Bernanke menyatakan belum tentukan waktu pencabutan stimulus.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Goodyear (GDYR) naik Rp 3.500 ke Rp 23.000, Mayora (MYOR) naik Rp 2.450 ke Rp 32.600, Unilever (UNVR) naik Rp 1.000 ke Rp 33.900, dan Gudang Garam (GGRM) naik Rp 450 ke Rp 47.200.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 500 ke Rp 83.000, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 350 ke Rp 26.600, Bank of India (BSWD) turun Rp 320 ke Rp 970, dan Semen Indonesia (SMGR) turun Rp 300 ke Rp 14.750.

Perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup menguat 31,300 poin (0,67%) ke level 4.710,301. Sementara Indeks LQ45 naik 5,438 poin (0,69%) ke level 790,153. Dua sektor masih melemah terkena aksi ambil untung, yaitu sektor aneka industri dan industri dasar.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 95.708 kali pada volume 1,95 miliar lembar saham senilai Rp 2,652 triliun. Sebanyak 145 saham naik, sisanya 77 saham turun, dan 101 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Goodyear (GDYR) naik Rp 3.500 ke Rp 23.000, Mayora (MYOR) naik Rp 1.950 ke Rp 32.100, Unilever (UNVR) naik Rp 1.250 ke Rp 34.150, dan Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 400 ke Rp 27.350.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Supreme Cable (SCCO) turun Rp 200 ke Rp 5.200, Erajaya (ERAA) turun Rp 175 ke Rp 2.225, Semen Indonesia (SMGR) turun Rp 150 ke Rp 14.900, dan Indofood (INDF) turun Rp 150 ke Rp 7.100.

Sebaliknya, diawal perdagangan indeks BEI dibuka turun 6,72 poin atau 0,14% ke posisi 4.672,28. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 1,72 poin (0,22%) ke level 782,99, “Secara teknikal indeks BEI masih dapat meningkat, mulai adanya aksi beli secara perlahan diharapkan dapat membawa indeks BEI berada dalam area positif,\" kata Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada.

Reza Priyambada menambahkan pergerakan indeks BEI yang cenderung mendatar kemungkinan masih terjadi pada Kamis seiring dengan investor yang mengambil langkah hati-hati di tengah mudah berubahnya sentimen di pasar keuangan.\"Diharapkan sentimen dari global dapat disambut positif oleh pasar dan tekanan jual bisa berkurang sehingga tidak membuat IHSG BEI terhambat untuk melanjutkan kenaikannya,\" kata dia.

Sementara itu, analis Samuel Sekuritas, Benedictus Agung menambahkan Bank Sentral AS atau The Fed menyatakan bahwa akan mempertahankan kebijakan stimulus keuangannya selama data inflasi dan pengangguran di AS belum mencapai target.\"Kondisi itu dapat mendorong IHSG BEI pada hari ini bergerak menguat, selain itu membaiknya pasar obligasi domestik dapat menambah sentimen positif,\" kata Benedictus Agung .

Dia mengemukakan, beberapa sektor saham yang berpotensi menguat pada perdagangan Kamis ini antara lain properti, perbankan, konstruksi dan semen. Bursa regional, diantaranya indeks Hang Seng dibuka melemah 46,18 poin (0,22%) ke level 21.325,69, indeks Nikkei-225 naik 88,75 poin (0,61%) ke level 14.703,79, dan Straits Times menguat 11,79 poin (0,376%) ke posisi 3.220,12. (bani)

Related posts