Investor Indonesia Dinilai Paling Optimis

NERACA

Jakarta- Investor Indonesia dinilai masih menjadi yang paling optimis terhadap investasi dibandingkan dengan negara lainnya yang disurvei di wilayah Asia. Dari hasil survei Manulife Financial lewat Manulife Investor Sentiment Index (Manulife ISI), Indonesia menempati urutan pertama dengan nilai indeks mencapai 60 poin atau naik dari sebelumnya 54 poin.

Hasil survei tersebut didukung oleh adanya pertumbuhan investasi di saham, karena adanya perubahan pola pikir positif para investor. Hal ini didorong pula oleh pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang naik 21% selama satu tahun terakhir hingga kuartal pertama 2013.“Meningkatnya sentimen para investor yang cukup kuat terhadap saham merupakan langkah awal yang baik untuk mengubah optimisme menjadi sebuah langkah konkret,” kata Presiden Direktur Manulife Aset Managemen Indonesia, Legowo Kusumonegoro, di Jakarta, Kamis (18/7).

Meskipun pola investasi di saham meningkat, sambung dia, investor di Indonesia masih senang menyimpan aset dalam bentuk dana tunai maupun tabungan untuk jangka menengah hingga panjang. Padahal pilihan tersebut bukanlah strategi yang baik karena aset yang disimpan dalam nentuk tabungan dan deposito akan tergerus oleh inflasi dan pajak.

Menurut dia, untuk mencapai tujuan jangka menengah dan jangka panjang, investasi saham, reksa dana dan perlindungan asuransi menjadi pilihan menjanjikan dibandingkan dana tunai. Setelah Indonesia, posisi kedua ditempati investor Malaysia yang mendapat poin 48 atau turun dari sebelumnya di 52 poin. Sementara investor Jepang memiliki nilai indeks 21, China 14, Sinagpura 12 dan investor Hongkong minus 11. Masih positifnya investor dalam negeri berinvestasi di Indonesia tidak lepas dari kinerja industri pasar modal yang positif.

Sebelumnya, Wakil Menteri Keuangan, Ani Ratnawati pernah mengungkapkan, pasar modal Indonesia menjadi terbaik ketiga di Asia setelah Jepang dan Filipina dan juga pertumbuhan indeks Bursa Efek Indonesia (BEI) tergolong tinggi disamping return yang ditawarkan, menjadi keyakinan industri pasar modal di Indonesia masih menjadi magnet investor asing.

Kepala Divisi Bursa Efek Indonesia Poltak Hotradero mengatakan, investasi pasar modal di Indonesia paling menguntungkan bila dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya,”Apabila ada investor yang menginvestasikan US$ 100 pada 2003 di saham-saham utama pasar modal Indonesia, maka saat ini nilainya sudah mencapai US$ 980,\"ujarnya.

Poltak mengatakan, apabila terjadi kasus yang sama yaitu seseoang menginvestasikan US$ 100 pada saham utama di Singapura 10 tahun lalu maka nilainya saat ini adalah US$ 335, sedangkan di Malaysia investasi tersebut tumbuh menjadi US$ 336.

Namun, apabila US$ 100 diinvestasikan pada saham utama di Thailand 10 tahun lalu maka nilainya akan naik US$ 556, sedangkan di Filipina tumbuh menjadi US$ 709. Menurutnya, fenomena itu menunjukkan ada tiga pasar modal besar di ASEAN, yaitu Indonesia, Filipina dan Thailand. Indonesia merupakan yang terbesar dibandingkan negara-negara ASEAN. (lia)

Related posts