DHL Siap Gelontorkan Dana Rp 109 M - Percepat Pertumbuhan Bisnis

NERACA

Jakarta - DHL Express, penyedia jasa pengiriman ekspres internasional, siap gelontorkan dana investasi sebesar Rp 109 miliar atau setara dengan 9,2 juta Euro di tahun 2013. Sebagai langkah percepatan pertumbuhan bisnisnya di Indonesia.

“Kami siap menginvetasikan dana Rp. 109 milar sebagai langkah percepatan pertumbuhan bisnis di Indonesia. Karena kmai melihat bisnis disini menjanjikan banyak peluang, dan kami sangat optimis terhadap pertumbuhan percepatan bisnis sekarang,” kata kata Ahmad Muhammad, Senior Technical Advisor DHL Express Indonesia di Jakarta, Kamis.

Jumlah investasi ini menurut Ahmad, meningkat sangat signifikan dibandingkan dengan tiga tahun terakhir yang hanya Rp 36 milliar. Upaya ini kami lakukan mengingat Indonesia mengalami pertumbuhan yan pesat sejak satu dekade dan sebagai salah satu pangsa pasar paling menjanjikan di kawasan ini. “Selain itu, nama Indonesia masuk sebagai salah satu dari 11 negara yang termasuk dalam negara berkembang didunia dengan iklim ekonomi yang setabil,” katanya.

Untuk itu menurut Ahmad, disini kami akan terus berinvestasi dengan membangun infrastruktur serta tenaga kerja yang baik guna memastikan masa depan yang berkelanjuta, dan juga menjaga posisi kami sebagai pemimpin industri jasa pengiriman di Indonesia. “Pasar Indonesia menyajikan banyak peluang bisnis dan kami optimis terhadap potensi pertumbuhan yang ada saat ini,” terangnya.

Dan saat ini, lanjutnya pasar potensial di Indonesia ada pada industri, seperti otomotif, minyak dan gas. “Sektor industri punya potensi besar terhadap pertumbuhan bisnis kami,” ungkapnya.

Adapun alokasi dana dari investasi tersebut kata Ahmad, Yaitu dengan membuka 6 outlet ritel baru di Jakarta, meningkatkan fasilitasnya dengan mengganti 105 kendaraan, pembukaan Gateway baru di Denpasar, perbaikan Gateway Jakarta, Gateway yang ada di Medan dan Balikpapan. Selain itu, kami juga akan memperluas lahan DHL di Bandara Soekarno Hatta dari 2.360 menjadi 10.000 meter persegi.

“Kami mengembangkan industri logistik sejak 1973 di Indonesia, tentu saja selama 40 tahun di Indonesia kami ingin menjadi yang terbaik dengan terus memberikan pelayanan yang prima kepada customer setia kami,” katanya.

Untuk itu, kata Ahmad untuk menjadi yang terbaik disamping supporting financial yang kuat tentu saja dukungan dari Sumber Daya Manusia (SDM) juga punya peranan penting guna menunjang pelayanan. Oleh karenanya , saat ini kami memiliki jumlah tenaga kerja spesialis internasional lebih dari 1.157 orang untuk memberikan pelayanan kepada lebih dari 9.000 pelanggan yang tersebar di nusantara.

“Bicara perusahaan jasa berati bicara layanan, makanya kami terus meningkatkan SDM yang berkualitas, serta fasilitas-fasilitas penunjang untuk memberikan kenyamanan dan pelayanan yang berkualitas tinggi bagi semua pelanggan,” katanya.

Atas dasar itulah kata Ahmad, akhirnya kami dapat meraih penghargaan Corporate Image Award dari Frontier dan Bloomberg Businessweek selama 8 tahun berturut-turut, disamping itu kami juga telah gelar Best Employer Indonesia 2013 dari AON Hewitt.

“Kesuksesan yang kami peroleh merupakan hasil dari dedikasi dan semangat oleh seluruh karyawan, dan dengan kesuksesan kami memperoleh penghargaan-penghargaan ini lebih memacu semangat tim kami untuk terus lebih baik lagi,” paparnya.

“Disamping itu, keberhasilan DHL saat ini mengacu pada tiga hal penting, yaitu Perusahaan pilihan bagi tiap pelanggannya, Perusahaan pilihan bagi seluruh tenaga kerjanya, dan investasi pilihan bagi para investornya,” sambungnya.

Namun diakui oleh Ahmad, sebuah perusahaan tidak lah menjadi apa-apa jika bukan karena loyalitas dan kesetiaan dari pelanggan. Oleh karena itu, kami sangat berterimakasih kepada seluruh pelanggan setia. “Kami sangat berterima kasih atas dukungan yang telah kami dapat dari seluruh pelanggan dalam kurun waktu 40 tahun terakhir ini,” tuturnya.

BERITA TERKAIT

Pengusaha Harus Siap Hadapi Revolusi Industri 4.0

NERACA Jakarta – BPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sumatera Barat mengajak pengusaha di daerah itu untuk menyiapkan diri dan…

UPN Jakarta Siap Hadapi Industri 4.0

UPN Jakarta Siap Hadapi Industri 4.0 NERACA Jakarta - Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UPN Veteran Dr Prasetyo Hadi mengatakan…

Bank Mandiri Targetkan Pertumbuhan Kredit 11,5%

  NERACA   Jakarta - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menargetkan pertumbuhan kredit sebesar 11,5 persen pada 2019 lebih rendah…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Industri Minuman Ringan Sudah Terapkan Teknologi HPP

NERACA Jakarta – Industri makanan dan minuman di Indonesia semakin siap menerapkan revolusi industri 4.0 dengan pemanfaatan teknologi terkini. Berdasarkan…

Memacu Manufaktur Lewat Percepatan Industri 4.0

NERACA Jakarta – Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengungkapkan pihaknya berkomitmen untuk membangun industri manufaktur nasional yang berdaya saing global melalui…

Pemerintah Serahkan Bantuan ke 47 Usaha Kreatif

  NERACA Jakarta – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) telah menyerahkan secara simbolis Bantuan Pemerintah untuk 47 pelaku di sektor kreatif.…