Mengenal Lebih Dekat Kebudayaan Betawi - Citi Global Community Day 2013

Jakarta merupakan kota yang mempertemukan banyak budaya dan kesenian dari berbagai penjuru nusantara dan bahkan dunia, melebur dan menjadi budaya besar, Betawi. Oleh karena itu, banyak nilai-nilai dari budaya Betawi yang dapat kita ambil sebagai tauladan, misalnya disiplin dan kerjasama dalam pencak silat.

Sebagai upaya untuk turut memelihara kebudayaan Betawi di Jakarta, 1.300 keluarga besar Citibank Indonesia yang terdiri dari jajaran manajemen, karyawan beserta keluarga melakukan berbagai kegiatan pembelajaran budaya Betawi dengan tajuk “Citi Cinte Betawi’.

Selain berupaya menyerap nilai-nilai positif yang terkandung di dalam budaya Betawi, Citibank Indonesia juga memberikan sumbangan kepada Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB) dalam bentuk peralatan kegiatan pembelajaran budaya Betawi seperti tungku untuk mencanting, membuat kerak telor dan bir pletok serta perlengkapan peralatan musik tradisional Betawi. Resmi berdiri pada 22 Juni 1976, LKB bertujuan membantu Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam penelitian, penggalian, pengembangan dan pemeliharaan nilai-nilai budaya tradisional Betawi.

“Kontribusi Citibank sebagai perusahaan internasional untuk turut memelihara dan memperkenalkan budaya Betawi patut menjadi panutan. Kami sangat menghargai inisiatif Citibank dalam mengadakan kegiatan seperti ini,”tutur Ketua Umum Lembaga Kebudayaan BetawiH. Tatang Hidayat, SH.

Rangkaian kegiatan Citi Cinte Betawi dimeriahkan dengan Tigor M. Siahaan, Citi Country Officer Indonesia yang ditantang untuk berbalas pantun dengan LKB setibanya di Gedung Arsip Nasional, dimana seluruh kegiatan GCD 2013 berlangsung. Selanjutnya, Citibankers diberikan pilihan untuk mengikuti berbagai kegiatan seperti belajar dasar pencak silat, menari, mencanting dan melukis topeng betawi yang merupakan bagian dari budaya Betawi dan diberikan secara langsung oleh para ahlinya. Selain itu, Citibankers juga dapat mempelajari cara membuat membuat kerak telur dan bir pletok serta aneka cinderamata khas Betawi dari para penggiat LKB.

“Konsep pembelajaran budaya Betawi yang kami berikan adalah melalui keterlibatan langsung dalam kegiatan-kegiatan kebudayaan Betawi yang interaktif. Proses pembelajaran budaya disajikan oleh sanggar-sanggar budaya Betawi yang giat dan tanpa henti mengkampanyekan pelestarian budaya Betawi di bawah naungan Lembaga Kebudayaan Betawi,” tambahH. Tatang Hidayat, SH.

Atas koordinasi Citi Peka, GCD 2013 di Indonesia melibatkan sekitar 1.300 karyawan sukarelawan di enam kota operasionalisasi Citi, yaitu: DKI Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang, Denpasar dan Medan yang masing-masing mengangkat tema yang relevan dengan masyarakat setempat. Kegiatan GCD 2013 di Bandung adalah “Uluran kasih untuk sesama”,“Citi outbound with Pasinaon kids”di Semarang,“Go GreenForOur Earth” di Surabaya, “School refurbishment” di Medan, dan “Citi care for unprivileged community” di Denpasar.

Related posts