IHSG Kembali Masuki Tren Penguatan

NERACA

Jakarta –Mengakhiri perdagangan Rabu sore, indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat 34,962 poin (0,75%) ke level 4.679,001. Sementara Indeks LQ45 menguat 6,178 poin (0,79%) ke level 784,715. Aksi borong saham saat preclosing menjadi pemicu penguatan indeks BEI dan sebelumnya penguatan indeks sempat terhambat aksi ambil untung.

Kata Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada, penguatan indeks BEI di picu aksi ambil untung investor, “Laju IHSG BEI mulai menunjukkan sisi positifnya seiring dengan mayoritas bursa saham Asia,”ujarnya di Jakarta, Rabu (17/7).

Dia menambahkan, ekspektasi akan meningkatnya kinerja keuangan emiten dalam negeri juga turut mempengaruhi minat investor, beberapa pelaku pasar asing juga mulai melakukan aksi beli. Analis HD Capital, Yuganur Wijanarko menambahkan, nilai tukar rupiah yang berada dalam area pelemahan dapat menjadi sentimen negatif terhadap laju indeks BEI, “Pelemahan rupiah menandakan bahwa kenaikan lebih lanjut bagi IHSG BEI sulit dipertahankan dan akan rawan terhadap aksi jual saham,”paparnya.

Berikutnya, indeks BEI Kamis diproyeksikan masih lanjutkan penguatan di level 4.679-4.680. Dia merekomendasikan, beberapa saham yang dapat diperhatikan untuk perdagangan saham Kamis yakni, Kalbe Farma (KLBF), Bukit Asam (PTBA), Ramayana (RALS).

Pada perdagangan kemarin, investor asing langsung borong saham di penghujung perdagangan setelah seharian tidak banyak bertindak. Indeks pun menanjak cukup tinggi. Saham-saham di sektor komoditas gagal balik arah ke zona hijau dan harus melemah bersama sektor aneka industri. Sektor konsumer memimpin penguatan.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 160.161 kali pada volume 4,758 miliar lembar saham senilai Rp 5,442 triliun. Sebanyak 171 saham naik, sisanya 91 saham turun, dan 89 saham stagnan.

Bursa-bursa di regional berakhir mixed menutup perdagangan. Pelaku pasar di Asia belum terlalu berdagang karena banyak sentimen negatif dari pasar global. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.500 ke Rp 46.750, Unilever (UNVR) naik Rp 1.150 ke Rp 32.900, Matahari (LPPF) naik Rp 550 ke Rp 12.000, dan Danayasa Arthatama (SCBD) naik Rp 475 ke Rp 3.500.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Bukit Asam (PTBA) turun Rp 800 ke Rp 11.500, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 500 ke Rp 83.500, United Tractor (UNTR) turun Rp 250 ke Rp 16.550, dan Permata Prima (TKGA) turun Rp 250 ke Rp 980.

Menutup perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup naik 27,009 poin (0,58%) ke level 4.671,048. Sementara Indeks LQ45 menguat 3,776 poin (0,49%) ke level 782,313. Saham-saham lapis dua jadi incaran aksi beli investor. Delapan dari sepuluh indeks sektoral di lantai bursa berhasil menguat, hanya sektor infrastruktur dan agrikultur yang melemah.

Investor domestik semangat beli saham di tengah banyaknya sentimen negatif yang beredar. Situasi ekonomi global yang belum kondusif tidak jadi halangan investor berburu saham.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 101.660 kali pada volume 2,674 miliar lembar saham senilai Rp 2,955 triliun. Sebanyak 155 saham naik, sisanya 64 saham turun, dan 96 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.200 ke Rp 46.450, Indocement (INTP) naik Rp 650 ke Rp 22.550, Matahari (LPPF) naik Rp 550 ke Rp 12.000, dan Lippo Cikarang (LPCK) naik Rp 450 ke Rp 7.800.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Bukit Asam (PTBA) turun Rp 400 ke Rp 11.900, Astra Agro (AALI) turun Rp 350 ke Rp 16.950, United Tractor (UNTR) turun Rp 200 ke Rp 16.600, dan Telkom (TLKM) turun Rp 150 ke Rp 11.350.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka naik 8,08 poin atau 0,17% ke posisi 4.652,13, sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 2,06 poin (0,27%) ke level 780,60. Analis Sinarmas Sekuritas, Christandi Rheza Mihardja, mengatakan secara teknikal pergerakan indeks BEI bergerak mendatar menyusul penantian pelaku pasar terhadap kelanjutan stimulus keuangan AS.\"Sentimen positif masih minim, The Fed akan menyampaikan rencananya mengenai kelanjutan dari \'quantitative easing\' (QE) tahap tiga,”tandasnya.

Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada menambahkan, dari dalam negeri, nilai tukar rupiah yang cenderung berada dalam tren pelemahan menjadi salah satu sentimen negatif bagi laju IHSG.\"Tren positif IHSG BEI dibayangi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS,”paparnya.

Menurutnya, ekspektasi laporan keuangan kuartal dua yang cukup positif diharapkan dapat menjadi pendorong indeks BEI kembali berada dalam tren yang positif. Bursa regional, diantaranya indeks Hang Seng dibuka melemah 7,55 poin (0,04%) ke level 21.304,83, indeks Nikkei-225 turun 105,73 poin (0,72%) ke level 14.493,98, dan Straits Times melemah 9,22 poin (0,28 persen) ke posisi 3.216,93. (bani)

Related posts