Raih Kontrak Baru, Saham PTPP Terkerek Naik - Transaksi Capai Rp 49 Miliar

NERACA

Jakarta – Setelah memperoleh kontrak baru mencapai Rp9,5 triliun pada semester I tahun ini, saham PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP) juga ikut terkerek dan bergerak agresif ke arah positif. Transaksi harian untuk PTPP juga mulai naik lagi, berdasarkan data pada 15 Juli kemarin transaksi mencapai Rp27,6 miliar.

Menurut Analis pasar modal Lucky Bayu Purnomo bukan hal yang mustahil transaksi harian PTPP kembali ke transaksi harian normal yang mencapai Rp43 miliar, “Jika melihat net buy dan net sale saham PTPP saat ini, volume transaksi PTPP memang sedang meningkat. Pada Senin lalu mencapai Rp27,6 miliar jadi kemungkina akan terus meningkat dan bisa mencapai volume rata-rata transaksi harian Rp49 miliar, “ujarnya di Jakarta kemarin.

Selain itu, dia juga menjelaskan bahwa dari jumlah transaksi pada Senin lalu, sebagian besar merupakan dana asing. Diakuinya sektor infrastruktur memang selalu menjadi incaran asing, hal ini terkait dengan banyaknya aksi korporasi dan ekspansi emiten tersebut di dalam negeri. “Sebagai negara berkembang yang banyak melakukan pembangunan, menjadikan sektor konstruksi cukup bersinar dan diminati terutama asing. Sehingga selain PTPP, emiten lain serupa seperti WIKA juga alami transaksi cukup baik untuk sahamnya. Untuk minggu ini saham PTPP ditargetkan dapat menyentu Rp1.500 per saham,”kata dia.

Meskipun demikian, Lucky menyatakan bahwa investor tetap harus mewaspadai koreksi yang akan datang. Karena saat ini meskipun IHSG menguat namun masih dalam skala kecil dan harus diwaspadai karena rawan sentimen negatif terutama dari global. Selain sektor konstruksi atau infrastruktur, dia juga menyarankan untuk bertransaksi harian pada sektor perbankan seperti BNI, BCA dan Mandiri.

Semester Pertama

Hingga semester I tahun ini, PT PP (Persero) Tbk telah mengantongi kontrak baru sebesar Rp9,5 triliun atau naik 2,5 kali dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Jumlah ini hampir setengah dari target kontrak baru di tahun ini yaitu sebesar Rp 19,7 Triliun. Sejumlah proyek besar yang berhasil diraih oleh perseroan antara lain Pelabuhan Krakatau Bandar Samudra-Cilegon, Apartemen Nifaro, St Moritz, The Kencana, Jalan Tol Cikampek-Palimanan, Tunjungan Plaza V Surabaya, Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta Cengkareng, dan Rel kereta api di daerah Sumatera Selatan oleh PT KAI.

Perseroan juga mendapatkan kontrak untuk mengerjakan proyek Infrastructure PLTU 300 MW Sarulla di Sumatera Utara, Apartemen Intermark Banten serta proyek EPC PLTGU Tanjung Uncang 120 MW, PLTG 160 MW Bangkanai dan CNG Muara Tawar.

Selain itu, perseroan telah memperoleh kontrak baru untuk proyek di luar negeri, yaitu Gleno Road di Tibar Timor Leste sebesar Rp264 miliar. Dengan perolehan kontrak baru ini maka order book hingga Juni 2013 mencapai Rp 25,3 triliun.

Dengan begitu banyaknya kontrak baru yang diraih, perseroan pun optimistis dapat mencapai target penjualan sebesar Rp 10,2 triliun dan laba bersih sebesar Rp 370 milliar yang disumbang dari lima bidang bisnis yang digeluti perusahaan, yaitu konstruksi, properti, EPC, investasi dan produksi precast concrete. (nurul)

Related posts