Tambah Kapasitas, Sierad Bangun Pabrik Baru - Nilai Investasi Rp 30 Miliar

NERACA

Jakarta- Perusahaan pakan ternaik, PT Sierad Produce Tbk (SIPD) bakal menambah beberapa pabrik baru untuk pakan ternak (feedmill) di luar pulau Jawa untuk meningkatkan kapasitas dan melakukan efisiensi.

Targetnya, satu pabrik baru di Sulawesi bisa mulai beroperasi pada tahun depan dengan kapasitas produksi 20 ton per jam, “Beberapa wilayah yang sedang kami lihat untuk dibangun pabrik, seperti Sumatera, Makassar, dan Sulawesi. Tapi kita akan masuk ke Sulawesi dulu untuk bangun pabrik pakan ternak yang ditargetkan bisa selesai tahun depan dan langsung produksi.” kata Wakil Direktur Utama PT Siread Produce Tbk, Eko P Sandjojo di Jakarta, Rabu (17/7).

Menurut dia, Sulawesi merupakan daerah yang cukup tinggi peternakan hewannya dibandingkan wilayah lainnya. Selain itu, bahan baku pembuatan pakan ternak di sana juga lebih mudah sehingga lebih efisien dan dapat mendukung upaya peningkatan kinerja perseroan. “Investasi yang dibutuhkan untuk pembangunan satu pabrik pakan ternak sebesar Rp30 miliar.” ucapnya.

Dalam pengembangan usaha di tahun ini, sambung dia, perseroan akan membangun dua breeding farm di Lebak Banten dengan anggaran sekitar Rp 150 miliar. Selain itu, perseroan juga akan membangun satu hatchery (rumah penetasan) di daerah tersebut dengan total area mencapai 250 hektar. Perseroan juga akan mengembangkan bisnis makanan olahannya dengan menambah kapasitas produksi makanan olahan dari 600 ton menjadi 2.000 ton per bulan.

Untuk mendukung pengembangan usaha yang dilakukan tersebut perseroan telah menganggarkan dana belanja modal 2013 sebesar Rp350 miliar. Dari total nilai tersebut, pihaknya mencatat dana belanja modal yang telah digunakan hingga semester pertama tahun ini mencapai Rp250 miliar. “Capex tersisa sekitar Rp100 miliar yang belum terpakai. Dana capex, 70% pinjaman perbankan dan sisanya dari kas internal perseroan,” jelasnya.

Pinjaman Bank

Besaran fasilitas kredit atau pinjaman yang diperoleh perseroan, sambung dia, sejauh ini tidak mengganggu tata kelola keuangan perseroan. Pasalnya, pihak manajemen memiliki strategi untuk menekan rasio utang perseroan. Tidak terkecuali untuk utang jangka pendek senilai Rp 475,64 miliar yang akan jatuh tempo 24 Agustus mendatang dari Bank BNI. “Struktur utang kita dibagi dua yaitu investasi dan modal kerja. Untuk investasi dilunasi sesuai dengan jadwalnya, sedang untuk utang modal kerja bisa terus di roll over.” paparnya.

Direktur Keuangan PT Siread Produce Tbk, Sik Wei Tjien mengatakan, pada semester pertama ini, perseroan mencatat telah membukukan penjualan bersih sebesar Rp2 triliun atau 42,55% dari target penjualan bersih tahun ini sebesar Rp4,7 triliun. Kontribusi penjualan bersih perseroan paling besar dari penjualan pakan ternak, ayam potong, dan anak ayam atau bibit.

Sementara untuk divisi pengolahan makanan, sambung dia, masih sangat kecil dibanding penjualan makan ternak karena baru mulai berjalan tahun lalu sehingga kontribusi dari masing-masing segmen usaha diperkirakan belum akan berubah pada tahun ini. “Sepanjang tahun lalu, breeding, hatchery, dan commercial farm menyumbang sekitar 80%, sedang belfood hanya mencatatkan kontribusi sekitar 10%.” jelasnya. Pihaknya optimistis dengan adanya hari raya Idul Fitri di semester kedua 203 akan dapat menggenjot penjualan bersih dan laba bersih yang ditargetkan sebesar Rp21 miliar. “Bisa tercapai target Rp4,7 triliun, semester kedua penjualan meningkat karena ada lebaran,” ujarnya. (lia)

Related posts