Tips Mengatur Finansial Ramadhan

Selama bulan puasa, kondisi keuangan rata-rata orang mengalami gejolak. Hal ini dipicu lantaran tingkat konsumsi masyarakat yang cenderung meningkat. Belum lagi dengan naiknya harga BBM yang mengakibatkan melambungnya harga bahan-bahan pokok. Ya, walaupun penghasilan sepertinya berlebih karena selain gaji juga mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR), namun pengeluaran juga berlipat ganda.

Agar tidak mengalami pengeluaran yang tidak menentu, ada baiknya agar perencanaan pengeluaran di bulan Ramadhan diperhitungkan dengan seksama. Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan. Buat rencana pengeluaran untuk 30 hari. Masukkan juga anggaran untuk berbuka puasa bersama, karena pos pengeluaran ini biasanya memakan porsi besar dari gaji.

Ya, pada umumnya saat Bulan Ramadhan banyak dijual makanan dengan warna-warna yang menarik, hidangan-hidangan yang khas di Bulan Ramadhan. Hal ini tentunya sulit ditolak bagi sebagian orang. Apa jadinya? Ya betul lapar mata. Oleh sebab itu tambahkan anggaran di pos makan dan kurangi anggaran di pos lain.

Jangan sampai salah menggunakan akomodasi dana. Gunakan penghasilan dari gaji hanya untuk membayar biaya kebutuhan hidup rutin. Gunakan penghasilan dari THR atau bisnis sampingan, hanya untuk biaya mudik, biaya lebaran, dan juga biaya Idul Adha.

Tetap mencatat pengeluaran harian. Dengan mencatat Anda dapat mengetahui pola pengeluaran Anda. Setelah Anda mengenali pola pengeluaran, Anda dapat melakukan perbaikan pos-pos yang masih boros. Selain itu harus disiplin menggunakan kartu kredit. Lebih baik selama bulan Ramadhan hindari penggunaan kartu kredit, dan hanya gunakan kartu debit.

Alokasikan waktu untuk mengambil uang tunai ke ATM hanya maksimal 1 kali dalam seminggu. Jangan tergiur dengan godaan Kredit Dana Tunai. Kemudahan mendapatkan pinjaman seringkali menjadi ancaman untuk kesejahteraan keuangan Anda di masa mendatang. Jika belum punya uangnya, sadarlah! Anda belum mampu untuk membeli keinginan hari ini.

BERITA TERKAIT

Belanda dan Denmark jadi Negara Paling Siap - Keamanan Finansial bagi Pensiunan

        NERACA   Jakarta - Populasi penduduk lanjut usia terus menjadi tantangan bagi pemerintah negara di seluruh…

Makna Laporan Finansial atas Kesehatan Keuangan Pemerintah

Oleh: Windraty Ariane Siallagan, Kasubdit Litbang dan Kerjasama Kelembagaan, DJPB Laporan keuangan yang telah diaudit (audited financial report) merupakan tempat…

OJK Optimis Kerek Pertumbuhan Investor - Ditunjang Teknologi Finansial

NERACA Jakarta – Di era digital saat ini, layanan investasi di pasar modal tidak bisa luput dari layanan digital dalam…

BERITA LAINNYA DI KEUANGAN

KUR, Energi Baru Bagi UKM di Sulsel

Semangat kewirausahaan tampaknya semakin membara di Sulawesi Selatan. Tengok saja, berdasarkan data yang dimiliki Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulsel,…

Obligasi Daerah Tergantung Kesiapan Pemda

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai penerbitan obligasi daerah (municipal bond) tergantung pada kesiapan pemerintahan daerah karena OJK selaku regulator hanya…

Bank Mandiri Incar Laba Rp24,7 T di 2018

PT Bank Mandiri Persero Tbk mengincar pertumbuhan laba 10-20 persen (tahun ke tahun/yoy) atau sebesar Rp24,7 triliun pada 2018 dibanding…