Menantikan Rilis Data Ekonomi Amerika - IHSG Berpeluang Menguat

NERACA

Jakarta – Pelaku pasar nantikan sentimen positif dari Amerika, IHSG terdongkrak naik setelah melemah tipis 0,15% ke level 4.628,39 pada awal pembukaan perdagangan Selasa kemarin.

Menurut Pengamat pasar Modal Lucky Bayu Purnomo, pembukaan perdagangan kemarin, IHSG melemah akibat sentimen global dari Dow Jones yang menguat tipis dan menjadi sentimen negatif bagi pasar Indonesia, “Berikutnya, pelaku pasar tengah menantikan data ekonomi dari Amerika yang akan diterbitkan dan diharapkan dapat memberikan kekuatan bagi IHSG agar dapat menguat,”katanya kepada Neraca di Jakarta, Selasa (16/7).

Dia menuturkan, ada dua data ekonomi, yang pertama Consumer Price Index (CPI) dan Industrial Production yang berturut-turut diterbitkan. Dijelaskan, bahwa industrial production akan sangat berpengaruh terhadap perdagangan di BEI karena pelaku pasar sangat mengharapkan data tersebut positif.

Data positif terjadi jika pabrik yang menerbitkan produk diserap dengan baik oleh pasar dan akan memperbaiki ekonomi Amerika, “Jika ekonomi Amerika membaik, akan berpengaruh langsung terhadap bursa saham kita. Karena negara kita menjadi eksportir untuk bahan baku disana. Namun jika yang terjadi sebaliknya, pasar diharapkan bersiap-siap hadapi sentimen negatif”, ungkapnya.

Sebagai informasi, diawal perdagangan kemarin, IHSG dibuka melemah tipis 0,15% ke level 4.628,39 pada perdagangan saham Selasa (16/7). Indeks saham LQ45 juga ikut turun sebesar 0,32% ke level 775,36 dan indeks saham JII melemah 0,11% ke level 636,95. Indeks saham ISSI melemah 0,01% ke level 156,88. Sebagian besar sektor saham melemah diawal perdagangan. Bahkan sektor saham konsumer yang justru menarik di bulan puasa ini ikut melemah 0,94% ke level 2.020,07, disusul sektor saham keuangan melemah 0,69% ke level 579,92, dan sektor saham agri melemah 0,56% ke level 1.812,48.

Diawal perdagangan, ada 84 saham menguat, 80 saham stagnan, dan 62 saham melemah. Total volume perdagangan saham sekitar 532,37 juta saham dengan nilai transaksi Rp550,28 miliar. Selain itu, Lucky juga menyarankan agar investor melakukan transaksi harian dibandingkan jangka panjang karena memang pergerakan IHSG masih variatif. “Lebih bijak jika melakukan transaksi harian, bila nanti malam negatif hasil data ekonomi Amerika, berarti pasar akan terkoreksi esok pagi. Sehingga untuk saat ini pelaku pasar tidak terbuai oleh kenaikan IHSG saat ini”, ujar dia.

Sementara itu, bursa saham Asia dibuka variatif dengan kecenderungan menguat seiring nilai tukar Yen melemah dan sentimen positif dari kinerja keuangan bank-bank di Amerika Serikat yang baik. (nurul)

BERITA TERKAIT

Pasca Rekor Baru, IHSG Diburu Profit Taking

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (20/2), indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup melemah…

MNC Play Rilis Java Multimedia Super Highway

Untuk meningkatkan level ketersediaan jaringan, MNC Play luncurkan Java Multimedia Super Highway yang merupakan jaringan kabel optik di pulau Jawa.…

Kepercayaan Investor Bawa IHSG Capai Rekor Baru

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin awal pekan (19/2) kemarin, indeks harga saham gabungan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Semen Baturaja Terbitkan MTN Rp 400 Miliar

PT Semen Baturaja (Persero) Tbk atau (SMBR) menerbitkan surat hutang (MTN) senilai Rp400 miliar dengan jangka waktu selama tiga tahun…

Pelanggan Diminta Registrasi Nomor Prabayar

Telkomsel mengimbau pelanggan untuk segera melakukan registrasi nomor prabayar yang divalidasi sesuai dengan data kependudukan yang berlaku. Batas akhir masa…

BEI Resmikan Galeri Investasi di Untan

Direktur Pengembangan Bisnis PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Nicky Hogan meresmikan galeri investasi BEI di Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura (Untan)…