Heineken Pemegang Saham Pengendali MLBI - Akuisisi Saham Sebanyak 75,10%

NERACA

Jakarta - Heineken International B.V menjadi pemegang saham mayoritas PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI) dengan kepemilikan 75,10% setelah perseroan mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Selasa (16/7) dan 76% pemegang saham telah menyetujuinya. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta kemarin.

Presiden Direktur PT Multi Bintang Indonesia Tbk Michael Chin mengatakan, pemindahan saham ini tidak akan berdampak pada hak kuasa pemegang saham atas perusahaan, “Kita akan memastikan bahwa setelah proses pemindahan saham selesai, operasional perusahaan akan tetap berjalan seperti biasa,”ujarnya.

Pemindahan saham perseroan ke Heineken International B.V dilakukan melalui Asia Pacific Breweries Limited (APB). APB yang merupakan anak usaha perusahaan Heineken International B.V memiliki saham MLBI sebanyak 15.823.570 lembar atau 75,10%. Heineken diperkirakan akan menyiapkan dana sebesar Rp 18,99 triliun untuk mengambil alih saham tersebut untuk menjadi pemegang saham mayoritas di MLBI.

Sebelumnya, MLBI telah mengalokasikan dana belanja modal (capital expenditure/capex) mencapai 30 juta Euro untuk pengembangan dua pabrik (brewer) di Jakarta dan Surabaya sejak 2009 lalu. Pengembangan pabrik ini bertujuan untuk efisiensi produksi dan meningkatkan kapasitas produksi.

Namun sayang, Direktur MLBI Leonard Evers tidak menyebutkan dari mana dana belanja modal itu berasal dan menjelaskan sisa dana tersebut serta penyerapannya,”Saat ini perusahaan berupaya untuk mengendalikan biaya produksi akuntabilitas. Ini merupakan pertanda baik bagi perusahaan untuk terus meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi”, ungkap dia.

Pada 2012, perseroan mencatatkan kenaikan laba sebelum pajak sebesar 49% menjadi Rp 607 miliar pada tahun 2012, dengan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 453,4 miliar. Saat ini, perseroan telah memiliki pabrik di Tangerang dan Surabaya. Meskipun ada isu memindahkan pabrik ke Indonesia Timur, perseroan menyatakan belum berencana untuk memindahkan pabrik pengelolaan minuman bir kesana.

PT Multi Bintang Indonesia Tbk, merupakan perusahaan yang bergerak di bidang minuman seperti Bintang, Heineken, Sand dan Guiness. Produk yang dihasilkannya memang sudah banyak beredar di Indonesia sejak dulu.

Diakui Leonard, minumannya banyak diminati oleh masyarakat Indonesia dan menjadi negara penyumbang yang cukup besar untuk perusahaan. Namun dia menegaskan, pihaknya masih belum melakukan ekspansi ke Indonesia dalam hal pembuatan pabrik minuman. (nurul)

BERITA TERKAIT

Sebanyak 13 Negara Belajar Minapadi di Indonesia

  NERACA Yogyakarta - Sebanyak 13  (tiga belas) perwakilan negara-negara Asia-Pasifik belajar minapadi di Indonesia. Ketiga belas negara tersebut yakni…

KINO Akuisisi Kino Food Rp 74,88 Miliar

PT Kino Indonesia Tbk (KINO) akan menjadi pemegang saham pengendali PT Kino Food Indonesia. Rencana itu tertuang dalam perjanjian Jual…

Harga Saham Melorot Tajam - Saham Cottonindo Masuk Pengawasan BEI

NERACA Jakarta - Perdagangan saham PT Cottonindo Ariesta Tbk (KPAS) masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) karena mengalami…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Tiga Anak Usaha BUMN Bakal IPO di 2019

Menyadari masih sedikitnya perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang go public atau tercatat di pasar modal, mendorong Kementerian Badan…

Impack Pratama Beri Pinjaman Anak Usaha

Dukung pengembangan bisnis anak usaha, PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) melakukan perjanjian hutang piutang dengan anak usahanya PT Impack…

Layani Pasien BPJS Kesehatan - Siloam Tambah Tujuh Rumah Sakit Baru

NERACA Jakarta – Tidak hanya sekedar mencari bisnis semata di industri health care, PT Siloam International Hospital Tbk (SILO) terus…