Sekitar 82% Penjualan BSD di Topang BSD City - Catatkan Penjualan Rp 4,19 Triliun

NERACA

Jakarta – PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) mencatatkan marketing sales pada semester I sebesar Rp 4,19 triliun atau tumbuh 79% dari periode sebelumnya yang mencapai Rp 2,35 triliun. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (16/7).

Kata Direktur dan Sekretaris Perusahaan PT Bumi Serpong Damai Tbk, Hermawan Wijaya, BSD City memberikan kontribusi terhadap penjualan perseroan yaitu 82% dan dilanjutkan Kota Wisata 7% dan Grand Wisata Bekasi 5%. “Pada semester I BSDE telah mendapatkan 60% atau Rp 4,19 triliun dari target marketing sales yang ditetapkan perseroan sebesar Rp 7 triliun,”ungkapnya.

Menurutnya, akselerasi pertumbuhan ini ditopang strategi kemitraan dan permintaan yang solid atas produk properti khususnya residensial seperti BSD City. Sementara itu, berdasarkan segmen pendapatan, kontributor terbesar marketing sales pada semester I tahun ini dibukukan dari penjualan tanah dengan proporsi 64% kemudian dilanjutkan oleh penjualan residensial yang mencapai 26%.

Hal ini didorong oleh penjualan lahan tanah kepada ketiga mitra strategis perseroan melalui entitas anak yang dibentuk dengan joint venture yaitu Hongkong Land, AEON Mall Jepang dan Dyandra.“Pada 2012 lalu, kontribusi penjualan kavling tanah berada dikisaran 32% dan residensial 58%. segmen kavling tanah tahun ini menjadi growth driver bagi perseroan. Ini menjadi strategi perseroan untuk menggandakan pertumbuhan melalui value creation pada land-bank yang kami kelola”, ujar dia.

Segmen rumah toko (ruko) turut memberi kontribusi sebesar 9% atau Rp 391,72 miliar dibandingkan perolehan periode semester I tahun lalu Rp 169,12 miliar atau hanya berkontribusi 7%. Secara YoY, segmen ini tumbuh 43% dan menjadi kontributor terbesar ketiga pada marketing sales perseroan.

Kelebihan Permintaan

Selain itu, pihaknya juga mengakui minat konsumen cukup tinggi dengan adanya kelebihan permintaan terhadap unit properti yang ditawarkan. Dia menyatakan bahwa pada awal Juli BSDE meluncurkan sub-cluster yaitu Ingenia dan Illustria dengan total 393 unit yang ditawarkan,”Namun kedua proyek ini mengalami lonjakan permintaan sebanyak 24 kali dengan total yang tercatat 9.506 pemesan untuk 393 unit yang tersedia,”jelasnya.

Dia juga menjelaskan bahwa prospek properti cukup menjanjikan di Indonesia. Dengan jumlah konsumen kelas menengah ke atas yang tidak terlalu terpengaruh dengan kenaikan suku bunga. Selain itu, PT Sinar Mas Land Tbk melalui BSDE segera meluncurkan apartemen terbarunya, Casa de Parco dengan luas area 2,1 hektar. Apartemen ini dipasarkan dengan harga mulai dari Rp 360 jutaan.

Casa de Parco menawarkan tiga tipe unit, yaitu Studio (luas semi gross 28,90 m²), 1 Bed Room (luas semi gross 43,70 m²),dan 2 bed rooms (luas semi gross 66,30 m²). Harga yang yang di tawarkan pada Casa de Parco, diklaim perseroan terjangkau bagi para konsumen, mulai dari Rp 361 jutaan diluar PPN.

Managing Director Corporate Strategy and Services Sinar Mas Land, Ishak Chandra pernah bilang, apartemen ini terdiri dari 4 tower yang memiliki entrance di 4 sisi kawasan dan difasilitasi dengan courtyard dan juga ruang terbuka di setiap unit bangunannya. Masing-masing tower di desain saling terhubung sehingga memudahkan aksesibilitas para penghuni di dalamnya.

Selain itu, apartemen ini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas, seperti thematic swimming pool, jogging track, children playground, pusat kebugaran, plaza dan sky terrace, Lokasi apartemen ini berdekatan dengan pusat perkantoran BSD Green Office Park, Lifestyle Center The Breeze, Foresta Business Loft, area CBD Sunburst, Indonesia International Expo & Convention Center, AEON Mall, Swiss German University, Prasetiya Mulya Business School, Jakarta Nanyang School, Sinar Mas World Academy, Froggy Edutography, serta Teraskota.

Sinar Mas Land memiliki lebih dari 50 proyek besar yang telah dikembangkan di Indonesia, dan juga lebih dari 10.000 hektar land bank. Sinar Mas Land memiliki mitra strategis yang kuat seperti Sojitz Japan dan Itochu-Japan. (nurul)

Related posts