WIKA Kejar Target Kontrak Baru Rp20,76 Triliun

NERACA

Jakarta- Manajemen PT Wijaya Karya tbk (WIKA) mengatakan telah memperoleh kontrak baru sebesar Rp9 triliun hingga semester pertama 2013. Nilai kontrak baru tersebut antara lain disumbang dari proyek baru engineering procurement, and construction (EPC) pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) yang digarap perseroan.

Sekretaris Perusahaan PT Wijaya Karya Tbk, Natal Argawan mengatakan, dari proyek EPC PLTG Arun perseroan mengantongi dana sebesar Rp1,3 triliun. Targetnya, hingga akhir tahun perseroan dapat memperoleh kontrak baru sekitar Rp20,76 triliun pada 2013. “Hingga semester pertama 2013, kontrak baru yang telah kami raih Rp9 triliun. Kontrak terbesar dan terbaru yaitu EPC PLTG 200 MW di Aceh sekitar Rp1,3 triliun.” katanya di Jakarta, Selasa (16/7).

Disebutkan, untuk kontrak baru tersebut meliputi pekerjaan mechanical works, electrical, instrument & control works, structure, civil and building works, operations and maintenance. Selain itu, WIKA juga baru saja menandatangani perpanjangan Dermaga Belawan International Container Terminal (BICT) Paket II di Dermaga Ujung Baru Pelabuhan Belawan, Medan.

Direktur Keuangan WIKA, Ganda Kusuma pernah mengatakan, terminal khusus di Belawan ini dapat menambah kemampuan daya tampung dan bongkar-muat hingga 400 ribu peti kemas per tahun. Usaha patungan yang dijalankan perseroan ini meliputi pembangunan dan pengoperasion Dermaga Terminal Petikemas BICT Paket II, yang terdiri dari pendanaan, perencanaan teknik, pelaksanaan konstruksi, penyediaan fasilitas pendukung, pengusahaan, pengoperasian, dan pemeliharaan.

Selain itu, perseroan juga akan menggarap proyek perluasan gedung terminal 3 ultimate Bandara Soekarno Hatta. Seperti diketahui, bisnis usaha WIKA tidak hanya fokus pada bidang konstruksi. Perseroan tercatat secara agresif juga mengembangkan usaha di sektor properti. Bahkan, belum lama ini, PT Wika Realty yang merupakan anak perusahaan telah menerbitkan surat utang jangka menengah atau medium term notes (MTN) I Seri A senilai Rp 100 miliar untuk mendukung kinerjanya pada sektor tersebut.

Perusahaan menetapkan bunga tetap 8,4% dengan jangka waktu MTN dua tahun dan akan jatuh tempo pada 8 Juli 2015. Perseroan menunjuk PT Mandiri Sekuritas sebagai arranger. Pembayaran bunga tersebut setiap tiga bulan mulai 8 Oktober. Rencananya, pada kuartal ketiga tahun ini, perseroan berencana menerbitkan surat utang jangka menengah mencapai Rp300 miliar.

Langkah tersebut dimaksudkan untuk mendukung kebutuhan pengembangan usaha Wijaya Karya Realty terutama menambah cadangan lahan dari total cadangan lahan saat ini seluas 100 hektare di Samarinda, Kalimantan Timur, Sukabumi, dan Jawa Barat.

Selain akuisisi lahan, perseroan juga berencana meluncurkan lima proyek baru di Bali dan Surabaya. Setelah mengembangkan proyek hunian vertikal atau apartemen di beberapa kota di Indonesia, manajemen Wika Realty mengaku tengah serius akan mengembangkan tiga proyek hunian berkonsep kemewahan di Pulau Dewata, Bali. “Tiga proyek tersebut di antaranya sebuah kondominiun hotel (kondotel) dan dua villatel (villa hotel).” Kata Direktur Utama PT Wika Realty, Budi Saddewa Soediro. (lia)

Related posts