Kawasan Industri Sumbang Rp9,4 T ke Negara

NERACA

Jakarta - Menteri Perindustrian MS Hidayat menilai pembangunan kawasan industri strategis di berbagai wilayah memberikan banyak keuntungan yang sangat besar bagi pertumbuhan perekonomian Indonesia.

Hal tersebut dapat dilihat dari jumlah ekspor yang dihasilkan oleh beberapa kawasan industri di wilayah Indonesia yang mencapai US$ 52 miliar atau sekitar Rp 522,8 triliun, dengan nilai investasi mencapai Rp 29,9 triliun, serta menghasilkan penerimaan negara sebesar US$ 938 juta atau Rp 9,43 triliun.

Dari total kawasan industri di seluruh Indonesia, sekitar 55%-nya berada di pulau Jawa. \"Namun hal tersebut tidak menutup kontribusi kawasan industri di luar Pulau Jawa,\" ujarnya saat Diskusi \'Pengamanan Objek Vital dan Stabilitas Tenaga Kerja\', kemarin.

Untuk menjaga perkembangan kawasan industri ini, Hidayat meminta dilakukannya beberapa upaya seperti penegakan peraturan dan perundangan ketenagakerjaan yang berlaku, adanya law enforcement, adanya forum konsultasi bipartit untuk menemukan solusi dari masalah ketenagakerjaan secara proposional dan mendapatkan kesepakatan secara musyawarah atau konsensus.

\"Selain itu, objek vital nasional seperti migas, pupuk, telekomunikasi dan lainnya, harus dilakukan pengamanan ketat dari kepolisian, mereka akan melakukan konfigurasi pengamanan dan melaporkannya kepada kementerian terkait,\" tandasnya.

Beberapa waktu lalu,pemerintah Indonesia melalui Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM melakukan kerja sama dengan perusahaan Jepang The New Energy and Industrial Technology Development Organization (NEDO) untuk menciptakan model kawasan industri cerdas dan ekologis.\"Kerja sama Ditjen EBTKE, Kementerian ESDM dengan NEDO untuk menerapkan Demonstration Project for Smart Communities in Industrial Park, yang merupakan salah satu upaya untuk menerapkan efisiensi energi di sektor industri,\" kata Rida Mulyana.

Rida mengatakan bahwa Demonstration Project for Smart Communities in Industrial Park akan diterapkan di Kawasan Industri Suryacipta City, Karawang Indonesia. Kegiatan tersebut merupakan proyek kerja sama antara Jepang dan Indonesia yang melibatkan perusahaan Jepang dan Indonesia yaitu Sumimoto Corporation, Mitsubishi Electric, Fuji Electric, NTT Communications, PT PLN (Persero), dan PT Suryacipta Swadaya selaku pengelola kawasan industri untuk memperkenalkan smart communities sebagai model kawasan industri cerdas dan ekologis.

\"Upaya penerapan efisiensi energi perlu terus dilakukan untuk mengendalikan laju permintaan energi. Permintaan energi nasional saat ini relatif tinggi dengan pertumbuhan rata-rata sekitar tujuh persen per tahun,\" kata Rida.

Ia menuturkan pertumbuhan energi itu terutama disebabkan pertumbuhan ekonomi 6,1 persen per tahun dengan pertumbuhan penduduk sebesar 1,1 persen per tahun. \"Namun, studi menunjukkan bahwa energi masih digunakan dengan cara yang tidak efisien/boros, termasuk di sektor industri. Sektor industri merupakan pengonsumsi energi terbesar dengan pangsa 38 persen terhadap konsumsi energi nasional. Akan tetapi, belum menerapkan secara optimal prinsip-prinsip efisiensi energi,\" ujarnya.

Menurut Rida, potensi penghematan energi di sektor industri relatif tinggi, yakni 10-30 persen. Untuk memenuhi kebutuhan energi, termasuk menjaga kecukupan suplai untuk sektor industri, tantangan utama yang harus dihadapi adalah penggunaan energi yang efisien dan penyediaan energi dengan kualitas tinggi melalui penerapan teknologi smart community untuk menciptakan keseimbangan sosial, ekonomi, dan lingkungan yang berkelanjutan.

Lebih jauh dia menjelaskan bahwa demonstration project di kawasan industri Surya Cipta ini untuk membangun kawasan industri cerdas dan ekologis yang menerapkan prinsip-prinsip efisiensi energi dan penyediaan listrik berkualitas tinggi untuk sebuah kawasan industri di timur Jakarta. \"Proyek ini memberikan kontribusi untuk membangun sebuah kawasan industri rendah karbon dengan menurunkan konsumsi energi dan membangun sistem pasokan listrik berkualitas tinggi untuk meningkatkan nilai tambah manufaktur di Indonesia,\" paparnya.

Related posts