Bantuan Siswa Miskin Dibagikan Akhir Juli

NERACA

Jakarta – Program Bantuan Siswa Miskin (BSM) akan siap dibagikan pada akhir Juli 2013 ini. Bantuan berupa uang untuk siswa keluarga miskin itu merupakan salah satu program kompensasi kepada masyarakat miskin akibat kenaikan harga BBM bersubsidi akhir Juni lalu. Keluarga Penerima Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) yang menerima Kartu Perlindungan Sosial (KPS) yang memiliki anak usia sekolah berhak mendapatkan uang BSM ini. Hal tersebut disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh di Jakarta.

Bantuan untuk siswa dari keluarga miskin, akan diberikan kepada siswa Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) serta Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). “Dari 15,5 juta rumah tangga sasaran, terdapat 13,5 juta anak yang akan mendapat Bantuan Siswa Miskin ini. Data ini berdasarkan perhitungan oleh Tim Nasional Percepatan Penuntasan Kemiskinan,\\\" kata Nuh.

Dia menegaskan bahwa pemberian bantuan harus dipastikan tepat sasaran. Oleh karena itu, saat ini seluruh pihak terkait sedang dalam taraf sinkronisasi data siswa penerima bantuan pendidikan. \\\"Uang bantuan itu akan dibagikan pada akhir Juli, kecuali untuk kelas satu, yang datanya baru didapatkan pada pertengahan Juli,\\\" kata dia.

Seluruh bantuan untuk siswa, lanjut Nuh, telah mengalami peningkatan. Bantuan untuk siswa SD naik menjadi Rp450 ribu/orang/bulan, dari seblumnya Rp360 ribu/orang/bulan. Bantuan untuk siswa SMP naik menjadi Rp700 ribu/orang/bulan, dari sebelumnya Rp500 ribu/orang/bulan. Sementara, bantuan untuk siswa SMA/SMK naik menjadi Rp1 juta/orang/bulan, dari sebelumnya Rp700 ribu/orang/bulan.

BSM hanyalah satu dari beberapa program pemerintah dalam mengompensasi kenaikan harga BBM bersubsidi. Program lainnya yang memakan anggaran negara cukup besar adalah Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM), yaitu pemberian uang tunai sebesar Rp150 ribu per bulan dan diberikan selama empat bulan untuk 15,5 juta rumah tangga miskin.

Menurut pantauan Neraca, sampai Selasa sore (16/7), serapan program BLSM adalah sebesar 79,65%. Sebanyak 12.371.057 rumah tangga sudah menerima bantuan tersebut, sementara 3.159.840 rumah tangga belum menerima.

Program lain adalah Raskin, yaitu beras murah untuk masyarakat miskin. Sejatinya program ini sudah ada sejak lama, hanya saja alokasinya ditambah. Masyarakat miskin dapat membeli 15 kilogram beras per bulan dengan harga Rp1.600/kg. Program Raskin untuk kompensasi dari kenaikan BBM bersubsidi ini diberikan selama tiga bulan, yaitu Juni, Juli, dan September 2013, sehingga pada bulan-bulan tersebut, masyarakat miskin dapat membeli Raskin sebanyak 30 kg, yaitu 15 kg dari Raskin reguler dan 15 kg lagi dari program kompensasi kenaikan BBM.

Program Keluarga Harapan (PKH) juga menjadi program pemerintah dalam mengompensasi kenaikan BBM. Jumlah rumah tangga sasaran dalam PKH tidaklah berubah, yaitu sekitar 2,4 juta Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM). Tetapi rata-rata nilai per keluarganya meningkat. Sebelumnya adalah Rp1,4 juta per keluarga menjadi Rp1,8 juta per keluarga.

Beberapa program lagi terkait infrastruktur dan dijalankan oleh Kementerian Pekerjaan Umum, yaitu Program Infrastruktur Permukiman (PIP) yang mencakup 13.000 desa, Program Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), dan Program Infrastruktur Sumber Daya Air. [iqbal]

BERITA TERKAIT

Didistribusikan, 20 Juta Ayam-Itik Ke 400 Keluarga Miskin

NERACA Jakarta – Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian pada tahun 2019 ini kembali memfokuskan upaya pengentasan kemiskinan…

Bantuan 50 Ekor Ayam Kementan Bantu Kehidupan Masyarakat

    NERACA Tasikmalaya - Kehidupan Cicih, seorang buruh tani di Desa Kiarajangkung, Kec. Sukahening, Kab. Tasikmalaya, Jawa Barat, menjadi…

BRISyariah Salurkan Bantuan Korban Bencana Di Palu

    NERACA   Jakarta - PT Bank BRIsyariah Tbk menyalurkan bantuan kepada warga terdampak bencana gempa di Palu, Sulawesi…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Pemerintah Diminta Stabilkan Harga Sawit

  NERACA   Kampar - Masyarkat Riau mayoritas berprofesi sebagai petani sawit yang nasibnya bergantung pada harga jual buah sawit.…

Permen PUPR Soal Rusun Akan Dijudical Review

        NERACA   Jakarta - Para pengembang properti yang tergabung dalam Real Estat Indonesia (REI) dan Persatuan…

KIBIF Siapkan 20 Ribu Ekor Sapi untuk Pasar Domestik

    NERACA   Jakarta - Setelah resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Estika Tata Tiara…