56 Proyek Penting MP3EI Akan Diperkenalkan - Indonesia International Infrastructure Conference and Exhibition

NERACA

Jakarta – Sebanyak 56 proyek penting Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) akan diperkenalkan pada acara Indonesia International Infrastructure Conference and Exhibition (IIICE) 2013 yang akan digelar November mendatang. “56 proyek yang penting bagi perencanaan MP3EI akan diperkenalkan di IIICE, yang mana setengah dari proyek-proyek tersebut akan ditampilkan guna mengumpulkan tanggapan untuk peninjauan dan pengemasan ulang. Setengah sisanya akan dibawa pasar sounding, disiapkan untuk tender dan dijadwalkan untuk implementasi pada 2014-2017,” jelas Deputi Menko Perekonomian Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Luky Eko Wuryanto di Jakarta, Selasa (16/7).

IIICE merupakan pameran terbesar di Indonesia yang mempromosikan agenda MP3EI. “Menggabungkan IIICE dan Konstruksi Indonesia akan memberikan lingkup yang lebih luas untuk para peserta dan juga memberikan manfaat besar bagi pelaksanaan MP3EI,” kata Luky.

Seperti diketahui, MP3EI dirancang untuk dapat mendorong Indonesia masuk menjadi 10 besar perekonomian dunia pada 2025 dengan total GDP sebesar $4,5 triliun melalui pembangunan infrastruktur di enam koridor eknomi yang menghubungkan Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, Maluku Utara, Bali, Nusa Tenggara, Papua, Maluku dan Jawa.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan, Herry Bakri, mengatakan bahwa di bawah program MP3EI, pemerintah telah mengalokasikan Rp32 triliun (US$3,39 miliar) untuk mengembangkan bandara di seluruh Indonesia. “Kementrian Perhubungan saat ini sedang menyusun National Airport Master Plan (Rencana Utama Bandar Udara Nasional), sebuah rencana strategis dan komprehensif untuk mengembangkan bandara di seluruh nusantara untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi regional,” kata dia.

Untuk mendukung hal ini, Green Airports Indonesia akan mensosialisasikan agenda Dewan Eco-Airport Indonesia, yang dirancang untuk memotong emisi gas rumah kaca dari agenda ini. Acara ini dikembangkan bersama dengan komunitas Air Show Dubai milik Tarsus yang bertujuan membawa pemasok dan penyedia teknologi bandara untuk menampilkan tekonologi baru untuk memperjelas rencana perluasan bandara nasional Indonesia.

“Kami menyambut Green Airports Indonesia yang akan diselenggarakan bersamaan dengan IIICE 2013 sebagai forum ideal untuk membangun dan mendukung agenda perluasan bandar udara nasional,” kata Herry.

Sementara menurut wakil bidang infrastruktur di Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Dedy S. Priyatna, saat ini ada 12 proyek yang dikembangkan di bawah skema Public Privat Partnership (PPP) dan empat proyek lainnya akan siap untuk ditenderkan tahun ini di IIICE.

“Para peserta IIICE’13 akan memiliki akses informasi mengenai proyek prioritas yang ditampilkan bersama Paviliun Proyek Bappenas di IIICE,” kata Dedy.

Perwakilan dari bidang infrastruktur Kadin, Zulnahar Usman, juga menyambut baik keputusan untuk menyelanggarakan Konstruksi Indonesia bersamaan dengan IIICE 2013. “Kedua acara ini akan menghubungkan dunia mesin dan bahan konstruksi berat dengan para pengembang proyek, pemegang kepentingan, dan investor di seluruh Indonesia dan juga dari luar negeri,” jelas dia.

“Kami juga menyambut pameran-pameran tambahan, seperti Green Airport Indonesia, Connect Indonesia dan Meaningful Broadband Indonesia Congress. Acara-acara ini akan semakin mendukung tema ‘Membangun Industri dan Kemitraan’,” tambahnya.

Sekitar 10.000 pengunjung diharapkan akan hadir untuk mengunjungi pameran dan 1.000 delegasi diharapkan berpartisipasi dalam Market Sounding & Supplier Briefings yang akan diadakan di dalam acara Regional Governments Conference on Sustainable & Inclusive Infrastructure Developement mendatang. Para peserta ini akan mewakili perusahaan global, para ahli teknis, instansi pemerintah pusat dan juga 33 pemerintah daerah. [iqbal]

Related posts