Bank DKI Targetkan DPK Tumbuh 30,54% di Tahun Ini

NERACA

Jakarta - PT Bank DKI Jakarta menargetkan perolehan dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp26,9 triliun pada akhir tahun ini, atau tumbuh 30,54% dibanding posisi akhir tahun lalu sebesar Rp20,64 triliun. Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono menjelaskan, untuk mencapai target ini, perseroan akan giat meningkatkan porsi dana murah.

“Target tersebut akan dicapai melalui perbaikan struktur pendanaan dengan fokus kepada penghimpunan dana-dana murah serta pengembangan terhadap produk-produk Bank DKI,” ujar dia di Jakarta, Senin (15/7).

Eko mengatakan, pada Juni 2013, DPK terealisasi sebesar Rp22,4 triliun atau mengalami peningkatan sebesar 9,91% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp20,3 triliun. Pertumbuhan tersebut, lanjut dia, berasal dari deposito yang naik 13,6% dalam setahunan menjadi Rp10,3 triliun.

Sedangkan giro dan tabungan masing-masing tumbuh 8,9% dan 10,02% menjadi Rp7,98 triliun dan Rp3,5 triliun. Adapun target-target dari sisi simpanan, giro diharapkan mencapai Rp11,81 triliun, tabungan Rp5,4 triliun dan deposito sebesar Rp9,71 triliun per akhir 2013.

Sementara itu, perseroan mencatatkan perolehan laba sebelum pajak Rp413 miliar selama semester I 2013, meningkat 63,93% dibandingkan Rp252 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Perolehan laba tersebut, kata Eko, dicapai berkat dukungan kucuran kredit yang meningkat 28,71% dari Rp12,8 triliun pada Juni tahun lalu, menjadi Rp16,5 triliun pada Juni 2013.

“Bank DKI telah menetapkan target untuk total kredit meningkat sebesar 42,73% (yoy) menjadi sebesar Rp21,4 triliun pada tahun 2013,” ucapnya di Jakarta, Senin, 15 Juli 2013. Dari sisi dana pihak ketiga (DPK), tercatat mengalami pertumbuhan 9,91% dalam setahunan dari Rp20,3 triliun menjadi Rp22,4 triliun pada semester pertama tahun ini.

Sementara total aset tercatat tumbuh 13,6% menjadi Rp28,7 triliun. Adapun untuk rasio keuangan lainnya tercatat rasio kecukupan modal (CAR) 14,4%, marjin bunga bersih (NIM) 5,88%, rasio pinjaman terhadap simpanan (LDR) 74,41%, beban operasional terhadap pendapatan operasional 71,15%, kredit bermasalah (NPL) gross 3,07%, return on asset 3,2% dan return on equity 32,18%.

Perseroan berencana melakukan ekspansi jaringan sebanyak 40 kantor, utamanya di beberapa kota besar, yang beberapa di antaranya telah dilakukan di Surakarta dan Bandung. Pun sebagai penguatan daya saing di wilayah Jabodetabek.

“Beberapa waktu yang lalu Bank DKI telah membuka kantor layanan setingkat kantor cabang di Depok dan Bumi Serpong Damai, dan dalam waktu dekat direncanakan membuka kembali di beberapa kota besar seperti di Pekanbaru, Palembang dan Makassar,” tutur Eko.

Hingga saat ini, jumlah jaringan kantor Bank DKI tercatat sudah sebanyak 208 unit kantor, yang meliputi 23 kantor cabang konvensional, 2 cabang syariah, 39 cabang pembantu konvensional, 8 cabang pembantu syariah, 105 kantor kas konvensional dan kantor kas syariah, 31 payment point dan 4 Samsat drive thru. Untuk mendukung layanannya, perseroan juga memiliki 300 unit ATM dan 5 mobil cash keliling. [ardi]

Related posts