Pagar Hati Cara Cerdas Menggunakan Smartphone - Bidik Pasar Anak Muda

NERACA

Jakarta –Masih positifnya daya beli masyarakat yang dipicu positifnya pertumbuhan ekonomi, rupanya memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan industri telekomunikasi nasional. Alasannya, seiring dengan mobilitas masyarakat yang semakin tinggi, telekomunikasi selular menjadi salah satu kebutuhan wajib masyarakat. Apalagi, saat ini hampir seluruh lini kehidupan bersinggungan dan bahkan bergantung pada komunikasi dengan menggunakan layanan telekomunikasi.

Tak ayal, jika pertumbuhan industri telekomunikasi nasional tercatat mencapai lebih dari 10%, sehingga menempatkan industri ini sebagai salah satu motor penggerak perekonomian. Tingginya perkembangan telekomunikiasi seluler mendorong persaingan ketat antar produsen seluler untuk menjadi penguasa pasar, sehingga banyak melansir produk baru dengan ditunjang fitur teknologi tinggi untuk memberikan kenyamanan para konsumen, khususnya dengan mobile internet.

Chairman Masyarakat Telematika Indonesia, Garuda Sugardo pernah mengatakan, pasar industri telekomunikasi saat ini terselamatkan dengan maraknya konsumen pengguna internet seluler (internet mobile). Pasalnya hampir 70% pengguna internet adalah menggunakan handphone. \"Pasar industri telekomunikasi akan cenderung melambat, akan tetapi bisa diselamatkan dengan pengguna internet mobile. Dimana hampir 70% pengguna internet adalah menggunakan handphone,\" ungkapnya.

Indonesia menjadi pasar pengguna internet terbesar di dunia, karena tiap tahunnya selalu meningkat. Hasil survei yang dilakukan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mengungkapkan, jumlah pengguna internet di Indonesia tahun 2012 mencapai 63 juta orang atau 24,23% dari total populasi negara ini.

Tahun ini, angka itu diprediksi naik sekitar 30% menjadi 82 juta pengguna dan terus tumbuh menjadi 107 juta pada 2014 dan 139 juta atau 50% total populasi pada 2015. Sedangkan berdasarkan kajian International Data Corporation (IDC), data perkembangan akses smartphone dan internet terbesar, justru berada pada umur 10-14 tahun dan 15-19 tahun.

Karena itulah, internet kini bukanlah sesuatu asing bagi masyarakat Indonesia, termasuk kalangan anak-anak dan remaja. Pendidikan SMA menjadi yang terbesar dalam memanfaatkan layanan internet di Indonesia. Karena sekitar 47% diakses oleh yang berpendidikan SMA, disusul dengan jenjang S1 sekitar 20,8% dan SMP sekitar 11,3%. Selain itu, kalangan generasi muda (15 tahun-24 tahun) berdasarkan data APJII ikut mendorong pertumbuhan mobile internet sejalan dengan makin terjangkaunya harga paket mobile internet yang ditawarkan operator dan smartphone baru.

Namun sayangnya, ditengah pesatnya kemajuan teknologi smartphone dengan fasilitas internet yang ditawarkan, tidak semuanya memberikan dampak positif bagi generasi mudah. Umumnya, usia-usia produktif di Indonesia yang tertarik dengan internet di mobile phone sering menyalah gunakan pemanfaatan teknologi untuk hal yang bukan semestinya seperti membuat video mesum dengan smartphone dan kemudian menyebar melalui bluetooth dari ponsel ke ponsel atau kasus kejahatan lainnya terkait cyberbullying yang melibatkan penggunaan jejaring sosial seperti Facebook.

Asal tahu saja, dari data-data yang ada mengenai penggunaan HP yang paling berkembang adalah akses ke situs entertainment, games dan musik. Yang kedua baru hal-hal yang ‘tidak baik’. Menurut psikolog Tika Bisono, fenomena penyalahgunaan smartphone tidak lepas dari kurang pahamnya remaja terhadap fungsionalitas smartphone. “Antara keinginan memiliki smartphone tidak berbanding lurus dengan kebutuhan dan fungsionalitas. Maka dari itu, program Pagar Hati sangat positif untuk pengguna smartphone,” ungkapnya.

Untuk itu, Tika mengajak semua kalangan dari para orang tua, guru, murid dan remaja untuk lebih melek teknologi dalam arti menggunakan fungsi teknologi dengan baik, sesuai kebutuhan, dan bijak dalam menggunakan smartphone.

Menjadi Benteng

Maka dalam rangka menjawab kegelisahan orang tua terhadap penyalahgunaan pemanfaatan smartphone pada anak usia produktif, CROSS Mobilephone, salah satu produsen handphone lokal terkemuka memperkenalkan program Pagar Hati. Program ini merupakan bentuk kepedulian Cross terhadap konsumen untuk memperhatikan penggunaan smartphone serta jejaring sosial ke arah yang positif.

Chief Marketing Officer Cross Mobilephone, Janto Djojo mengatakan, melalui program ini ingin mengajak pengguna smartphone untuk membuat pagar mental dalam hati guna menghindari penggunaan internet maupun kamera yang ada di dalam smartphone kepada aktivitas yang tak terpuji, “Kami mendorong masyarakat Indonesia untuk menggunakan smartphone secara smart dan dewasa serta bertanggung jawab sejak dini. Kami tidak hanya mendorong tapi juga memberikan aplikasi apa yang bisa digunakan secara positif,”katanya.

Menurut dia, pengguna smartphone pada usia remaja terfokus pada aplikasi untuk entertaintment, namun tidak melihat lebih jauh dampak yang ditimbulkan, baik positif ataupun negatif. Lanjutnya, Pagar Hati diharapkan dapat menginformasikan kepada kalangan muda untuk smart dan wise dalam penggunaan smartphone. “Kami akan roadshow ke sekolah-sekolah serta menggelar seminar untuk mengkampanyekan penggunaan smartphone guna mendukung kegiatan positif,”jelasnya.

Cross, kata dia, memiliki tim-tim khusus untuk melihat aplikasi-aplikasi yang bermanfaat untuk pelajar dan kehidupan sehari-hari sebagai upaya ikut mencerdaskan bangsa. “Kami tidak ingin membelenggu atau membatasi tinggi-tinggi seperti benteng. Kami justru mendorong kepada anak muda untuk bisa bertanggung jawab dari apa yang dilakukan, itu sebabnya gerakan ini dinamakan Pagar Hati,” jelasnya.

Disamping itu, program Pagar Hati juga bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan dan juga sebagai bentuk brand engagement. Bahwa masyarakat Indonesia akan melihat Cross sebagai brand yang positif.

Related posts