Harga Daging Diperkirakan Stabil Jelang Lebaran

NERACA

Jakarta – Harga daging diperkirakan akan stabil menjelang Hari Raya Idul Fitri beberapa minggu lagi. Karena pemerintah sudah mulai memotong lebih dari 30% dari 109 ribu ekor sapi dalam negeri. Di samping itu, Badan Urusan Logistik (Bulog) juga sudah mendatangkan sebagian dari 3 ribu ton. Dan rencananya mulai minggu ini akan didistribusikan sekitar 500 ton ke pasar.

“Kestabilan harga daging memang belum nampak saat ini. Tapi, kami sudah merapatkan, dan saat ini kami sudah mulai memotong lebih dari 30% dari 109 ribu ekor sapi pasokan dalam negeri. Selain itu, Bulog juga sudah mendatangkan sebagian daging dari 3 ribu ton daging impor, yang rencananya mulai Rabu besok akan didistribusikan sekitar 500 ton ke pasar,” kata Menteri Perdagangan, Gita Wirjawan, di Jakarta, Minggu (15/7).

Lebih lanjut Gita menjelaskan, upaya ini dia lakukan mengingat selama bulan Ramadan dan Lebaran, permintaan daging dipasar akan kian meningkat. Jika kami tidak segera sigap sekarang, maka keterbatasan daging tidak bisa dianulir, dan lonjakan harga tidak bisa dibendung. Maka dari itu, mulai minggu besok pasokan daging akan dengan segera didistribusikan ke pasar. Dan mudah-mudahan stok dalam negeri dan impor daging dari luar dapat memenuhi kebutuhan selama bulan Ramadan dan Lebaran,” tambahnya.

Diakui Gita, keterlambatan pasokan daging di pasar saat ini, memang dari Kementerian Pertanian memberikan ultimatum menjeda izin kepada Bulog untuk mendatangkan impor daging. Karena Bulog dianggap belum bisa membuktikan kapasitas cold storage. “Tapi, Bulog saat ini sudah bisa membuktikannya. Maka dari itu, Kementerian Pertanian sudah memberikan izin Bulog untuk mulai mendatangkan impor daging,” katanya.

Gita menilai, kestabilan harga ini memang dirasa lamban, karena memang pengurusan izin memakan waktu berminggu-minggu. Diharapkan setelah dikeluarkannya izin impor dari Kementerian Pertanian saat ini, Bulog bisa lebih mempercepat proses pelaksanaan impor daging, mengingat saat ini permintaan pasar yang kian meroket. Apabila kebutuhan daging sudah terpenuhi, tentu saja harga daging dipasaran akan mulai normal kembali. “Kita lihat saja nanti harganya, setelah daging sudah mulai didistribusikan di pasar,” ujarnya.

Sekali lagi, kalau 109 ribu ekor sapi sudah dipotong, Bulog sudah mendatangkan impor secara keseluruhan 3 ribu ton daging. Kebutuhan daging di pasar selama ramadan dan lebaran bisa terpenuhi. “Dan saya yakin harga daging dipasar akan stabil. Selama kebutuhan daging dipasar terpenuhi, saya yakin harga bisa stabil dan kembali normal,” tegasnya.

Antisipasi Pasar

Pada kesempatan yang sama Gita Wirjawan menjelaskan, selain daging, untuk mengantisipasi lonjakan tingginya permintaan pasar di bulan ramadan dan lebaran. Pemerintah juga mengimpor komoditas kebutuhan lain yang ditaksir akan meningkat dalam waktu dekat ini yaitu bawang dan cabe dari luar.

“Bukan hanya daging, kebutuhan lain yang akan diimpor dari luar guna mengantisipasi membludaknya permintaan pada bulam ramadan dan lebaran. Pemerintah saat ini sudah meng-impor bawang dan cabe,” kata Gita.

Di samping itu, papar Gita, keputusan pemerintah untuk mengimpor bawang dan cabe dikarenakan produksi dalam negeri menurun karena gagal panen. Kegagalan tersebut mengingat cuaca dan musim tahun ini yang kurang mendukung. Dimana petani daerah Brebes, Tegal, Pemalang, saat ini banyak yang gagal panen karena cuaca yang tidak menentu. “Saat ini banyak petani gagal panen karena cuaca kemarau basah. Maka dari itu, pemerintah datangkan dari luar,” ungkapnya.

“Sejauh ini, memang kami sudah memprediksi. Maka dari itu sudah sejak lama kami berkordinasi dengan Direktur tekhnik BMKG tentang perkiraan cuaca jauh-jauh hari terkait kondisi cuaca bulan-bulan ini. Langkah ini dilakukan untuk antisipasi apakah cuaca tahun ini mendukung untuk keberhasila panen atau tidak. Ternyata prediksi kami benar, tahun ini banyak petani yang gagal panen. Prediksi kami benar tahun ini banyak petani yang gagal panen karena cuaca yang buruk,” tandasnya.

Untuk itu, pemerintah mendatangkan lebih dari 4 ribu ton cabe, dan 16 ribu ton bawang putih, dan dalam jangka pendek pemerintah juga akan mendatangkan bawang merah. “Saat ini pemerintah sudah mendatangkan 7 sampai dengan 8 ribu ton bawang putih dari yang drencanakan 16 ribu ton. Dan saat ini bawang putih tersebut sudah ada di Jawa Timur. Dan dalam jangka pendek bawang merah pun akan kami datangkan.Dengan begitu, sesuai dengan harapan kita semua, lebaran tahun ini masyarakat tidak lagi dipusingkan dengan meroketnya harga-harga kebutuhan pokok,” tutupnya.

BERITA TERKAIT

Harga Gabah Kering Giling di Banten Naik 2,92 Persen

Harga Gabah Kering Giling di Banten Naik 2,92 Persen NERACA Serang - Harga Gabah Kering Giling (GKG) pada tingkat petani…

Penurunan Harga Batu Bara Pengaruhi Kinerja Ekspor Sumsel

Penurunan Harga Batu Bara Pengaruhi Kinerja Ekspor Sumsel NERACA Palembang - Tren penurunan harga batu bara di pasaran internasional sejak…

POTONGAN HARGA BAGI PEMILIH PEMILU

POTONGAN HARGA BAGI PEMILIH PEMILU Warga menunjukkan jari yang telah dicelupkan tinta Pemilu saat membeli salah satu makanan siap saji…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Niaga Komoditas - Penyerapan Biodiesel Strategi Hadapi Diskriminasi Sawit Eropa

NERACA Jakarta – Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Kanya Lakshmi Sidarta menilai penyerapan biodiesel di dalam negeri…

Kemendag Pastikan Izin Impor Bawang Putih 7 Perusahaan

NERACA Jakarta – Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan memastikan izin impor bawang putih bagi tujuh perusahaan…

CIPS Sebut Distribusi Minol Lewat PLB Rentan Tambah Korban

NERACA Jakarta – Distribusi minuman beralkohol (minol) lewat Pusat Logistik Berikat (PLB) rentan menambah korban luka dan korban jiwa akibat…