Sumi Indo Kabel Bidik Pasar Asia dan Afrika

NERACA

Jakarta - Produsen kabel multinasional PT Sumi Indo Kabel Tbk (IKBI) optimis dapat merambah pasar Asia Tenggara, Timur Tengah dan Afrika Utara setelah membukukan kenaikan laba bersih US$ 2.9 juta menjadi US$ 5,98 juta pada tahun 2012, “Sasaran penjualan sudah merambah kawasan Asia Tenggara, Timur Tengah dan Afrika Utara meskipun ekonomi dunia belum kondusif namun laju pertumbuhan ekonomi di Indonesia pada tahun lalu cukum menggembirakan dan membuat omset penjualan kami mencapai US$ 181 juta,”kata Direktur Perseroan Hisashi Togawa dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (15/7).

Dia juga menambahkan bahwa pada tahun 2012 lalu, ada kecenderungan terjadinya peningkatan harga bahan baku karena fluktuasi harga minyak. Namun perseroan telah mengantisipasinya sehingga dampak fluktuasi tersebut tidak terlalu berpengaruh pada kinerja di masa mendatang.“Pada 2013, permintaan untuk pasar ekspor tidak terlalu meningkat. Namun permintaan domestik justru akan alami kenaikan seiring dengan program yang telah dicanangkan pemerintah seperti pembangunan infrastruktur, perminyakan, real estate, pembangkit listrik, proyek kilang minyak”, jelas dia.

Selain itu, dia juga menjelaskan bahwa permintaan pasar saat ini sukar ditebak, terkadang domestik lebih besar dari ekspor dan sebaliknya. “Namun hal seperti ini kami telah siasati agar penjualan domestik dan ekspor tidak terpengaruh oleh gejolak harga bahan baku,”paparnya.

Sementara itu, Presiden Komisaris perseroan Fumiyoshi Kawai dalam siaran persnya, menghimbau agar manajemen tetap efisien dalam bekerja untuk menghadapi pasar yang semakin ketat di dalam negeri.

Kinerja Keuangan

Pada 2012 lalu, perseroan sempat memprediksi laba turun laba karena ada kecenderungan kenaikan bahan baku kabel, yaitu tembaga, baja, aluminium, dan plastik. Terutama plastik untuk isolasi dan selubung luar yang harganya naik lebih dari 70%.Kendala lain adalah kompetisi yang ketat, sehingga memaksa perusahaan menurunkan harga jual produk.“Meskipun kinerja 2012 cukup baik, manajemen harus tetap meningkatkan pemasaran di dalam dan luar negeri dan juga menjaga kemitraan dengan relasi dan prestasi”, ujar dia.

Pada kuartal I tahun ini, perseroan berhasil membukukan perolehan keuntungan mencapai US$ 5,08 juta atau melonjak hingga 136% dibandingkan dengan kinerja periode yang sama tahun sebelumnya US$ 2,15 juta.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan yang dirilis pada akhir Juni lalu, laba tersebut ditopang penjualan produk perseroan sepanjang kuartal I 2013 yang mencapai US$ 180,53 juta atau naik 13% dibandingkan dengan nilai penjualan kuartal I 2012 yang dibukukan perseroan sebesar US$ 159,8 juta.

Penjualan untuk pasar ekspor memberikan kontribusi terbesar hingga 60% terhadap struktur pendapatan perseroan dengan nilai mencapai US$ 107,03 juta. Perusahaan elektronik asal Jepang, Sumitomo Electric Industries Ltd menyerap produk kabel perseroan dengan nilai mencapai US$ 78,57 juta atau 73% dari total realisasi ekspor periode Januari-Maret 2013. Sementara itu, untuk pangsa pasar domestik, penjualan produksi kabel perseroan menyumbang US$ 73,5 juta pada kuartal I tahun ini.Perseroan memproduksi variasi kabel mulai dari konduktor, kabel listrik dan kabel kontrol, serta kabel telekomunikasi dan kabel serat optik. (nurul)

BERITA TERKAIT

Gelar Private Placement - J Resource Asia Bidik Dana Rp 534,49 Miliar

NERACA Jakarta – Danai eksplorasi untuk menggenjot produksi tambang emas lebih besar lagi, PT J Resource Asia Pasifik Tbk (PSAB)…

KMTR Bidik Rp 583 Miliar dari Rights Issue

Perkuat modal dalam pengembangan bisnisnya, PT Kirana Megatara Tbk (KMTR) berencana melakukan penambahan modal dengan skema Hak Memesan Efek Terlebih…

CLAY Bidik Pendapatan Tumbuh 14,28%

NERACA Jakarta – Dibuka melesat tajam 126 point saham perdana PT Citra Putra Realty Tbk (CLAY) menjadi keyakinan manajemen bila…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Dua Putra Utama Terkoreksi 57,96%

Emiten perikanan, PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM) laba bersih di kuartal tiga 2018 kemarin sebesar Rp35,9 miliar atau turun…

BEI Suspensi Saham BDMN dan BBNP

PT  Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara waktu perdagangan dua saham perbankan yang direncanakan akan melakukan merger usaha pada perdagangan…

Chandra Asri Investasi di Panel Surya

Kembangkan energi terbarukan yang ramah lingkungan dalam operasional perusahaan, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) menggandeng Total Solar untuk menghasilkan…