Mengapa Pengeluaran Meningkat Saat Bulan Puasa?

Pengeluaran yang meningkat selama bulan puasa tidak hanya terjadi pada orang berduit saja. Baik keluarga dengan penghasilan kurang dari Rp1 juta per bulan maupun Rp3 juta lebih per bulan sama sama mengalami over pengeluaran selama puasa. Menyediakan makanan yang tidak biasanya ada untuk berbuka puasa seolah menjadi kewajiban. Hal ini yang kadang membuat pengeluaran meningkat.

Merogoh kocek lebih selama bulan Ramadan dirasakan Anisa (37), perempuan yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan swasta ini mengaku pengeluarannya meningkat 30%-50% jika dibanding hari biasa. “Sebagian besar uang dibelanjakan jajanan, takjil, dan belanja baju anak,” tuturnya.

Pada bulan biasa, ibu dari satu anak ini biasa menghabiskan Rp2 juta hingga Rp3 jutaan untuk biaya operasional rumah tangga. Sementara, selama bulan puasa Ramadan hingga menjelang Lebaran, ia harus menambah pengeluaran hingga lebih dari Rp1 juta.

Biasanya, ia membelanjakan uang untuk membeli aneka kue kering sebagai persiapan Lebaran, belanja baju anak, serta tambahan takjil saat berbuka. “Sepintas memang terlihat remeh, tapi kalau dijumlah uang yang dikeluarkan juga banyak,” imbuhnya. Kendati demikian, sebagai upaya menekan uang keluar semakin banyak, Anisa selalu mengusahakan agar anggota keluarga berbuka di rumah. “Bagaimana pun masak sendiri lebih irit,” kata dia.

Meski pengeluaran membengkak tapi Anisa selalu berusaha agar tidak bangkrut. Beruntung, dia bisa memanfaatkan tunjangan hari raya (THR dari perusahaannya bekerja dan tambahan dari suami. Apalagi, sang suami sudah memiliki perhitungan sendiri dan merencanakan pengeluaran untuk momentum Ramadan jauh-jauh hari. “Yang pasti tidak sampai bikin bangkrut,” paparnya.

Pengeluaran yang lain dari hari biasa juga dialami Nur Setyoningsih (35). Perempuan yang sehari-hari bekerja sebagai pekerja rumah tangga ini juga merasakan pengeluaran yang tidak biasa selama puasa sampai menjelang Lebaran.

Walaupun tidak banyak, menurut dia, menyediakan panganan berupa kue kering di rumah adalah sebuah keharusan. Belum lagi, kedua anaknya yang masih duduk di bangku SD selalu meminta baju baru saat Lebaran. “Jadi uang THR saya biasanya sudah habis untuk belanja-belanja seperti itu,” tutur perempuan yang mengaku penghasilan per bulan tidak lebih dari Rp1 juta.

Perubahan menu makanan juga terasa selama puasa. Jika biasanya ia jarang menyediakan menu ayam untuk berbuka, namun demi memanjakan anak-anaknya selama puasa setidaknya seminggu tiga kali ia menghadirkan menu itu. “Tidak apa-apa sedikit boros selama puasa, karena ini juga cuma setahun sekali,” ujarnya.

BERITA TERKAIT

Penyuap Eni Maulani Divonis 2 Tahun 8 Bulan Penjara

Penyuap Eni Maulani Divonis 2 Tahun 8 Bulan Penjara NERACA Jakarta - Pemegang saham Blakgold Natural Resources (BNR) Ltd Johanes…

Berkah Kinerja Emiten Meningkat - Jumlah Investor di Sumbar Tumbuh 46%

NERACA Padang – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) perwakilan Sumatera Barat (Sumbar) mencatat jumlah investor saham asal Sumbar di pasar…

Wakil Presiden - Desentralisasi Akibatkan Korupsi Daerah Meningkat

Jusuf Kalla Wakil Presiden Desentralisasi Akibatkan Korupsi Daerah Meningkat Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan penyebab meningkatkan kasus korupsi…

BERITA LAINNYA DI KEUANGAN

KUR, Energi Baru Bagi UKM di Sulsel

Semangat kewirausahaan tampaknya semakin membara di Sulawesi Selatan. Tengok saja, berdasarkan data yang dimiliki Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulsel,…

Obligasi Daerah Tergantung Kesiapan Pemda

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai penerbitan obligasi daerah (municipal bond) tergantung pada kesiapan pemerintahan daerah karena OJK selaku regulator hanya…

Bank Mandiri Incar Laba Rp24,7 T di 2018

PT Bank Mandiri Persero Tbk mengincar pertumbuhan laba 10-20 persen (tahun ke tahun/yoy) atau sebesar Rp24,7 triliun pada 2018 dibanding…