Askes Gandeng 259 RS Swasta

Askes Gandeng 259 RS Swasta

NERACA

Jakarta – PT. Askes (Persero) terus menambah kerjasama dengan rumah sakit swasta. Hal ini guna mengoptimalkan layanan kesehatan kepada masyarakat. Selain itu hal ini menambah banyak pilihan masyarakat, sehingga tak berobat ke rumah sakit pemerintah saja. “Melalui kerja sama ini maka peserta Askes memiliki banyak pilihan berobat, tak hanya di RS pemerintah saja,” kata Dirut PT Askes, Direktur Utama PT Askes, I Gede Subawa kepada wartawan usai menandatangani kerja sama dengan 4 Rumah Sakit (RS) Swasta pada Kamis (30/6) siang di Hotel Sari Pan Pasific, Jakarta.

Adapun 4 RS tersebut, antara lain, Siloam Hospital, RS Awal Bros, RS Stella Maris, dan RS Medika BSD. Dengan penambahan 4 RS Swasta itu, maka total ada 259 RS Swasta yang bekerjasama dengan Askes. Total rumah sakit yang digandeng Askes adalah 895 Rumah Sakit. Sisanya 481 RS pemerintah, 109 RS TNI, 29 RS Jiwa, dan 17 RS Khusus.

Direktur Utama PT Askes, I Gede Subawa memaparkan kerja sama ini merupakan bentuk nyata dari komitmen PT Askes untuk mempermudah peserta Askes memperoleh layanan kesehatan. “Ini merupakan tahun kelima Askes dimana para peserta kami menyatakan kepuasannya terhadap layanan Askes. Tiap tahun indeks kepuasan peserta selalu berada di atas level 80%. Bahkan pada tahun 2010 indeks kepuasan peserta mencapai 85,10%,” tuturnya.

Dikatakan Subawa, kerja sama ini bukan berupa pemberian uang dari Askes ke RS. Tapi RS bersedia memberi pelayanan kepada peserta Askes yang berobat di tempatnya. “RS setuju memberikan tarif pelayanan yang terjangkau sesuai kesepakatan dengan PT Askes berdasarkan Permenkes 2011,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur RS Stella Maris, dr. Thomas Soharto mengaku pihaknya bersedia menjalin kerja sama dengan PT Askes dikarenakan banyaknya pasien yang berobat di RS sakit tersebut ingin mengunakan layanan Askes dalam pengobatannya. ”Banyak pasien yang menanyakan apakah RS kami menerima klaim Askes. Mungkin untuk meminimalisir pengeluaran biaya mereka,” ungkapnya.

Diakui Stella, Askes merupakan pasar yang sangat besar yaitu berasal dari pegawai negeri sipil (PNS) dan kami melihat PT Askes saat ini konsisten dalam pembayaran klaim,” ujarnya.

Hal tersebut juga diamini Direktur RS Medika BSD dr. Syamsir Daily, dengan kerja sama ini, maka seluruh pasien Askes berhak menerima pelayanan RS ini. Tidak akan ada perbedaan antara pasien Askes dengan pasien lain. “Semua akan mendapatkan pelayanan yang sama. Misalnya, pasien Askes mengambil layanan kelas III, maka ia akan di layani seperti pasien kelas III lain,” terangnya.

Selain menjalin kerja sama dengan RS Swasta, PT Askes juga melakukan penambahan daftar obat yang di tanggung olehnya. Hal ini telah dirumuskan pada pertemuan Nasional Pertimbangan Medik yang menentukan Daftar Plafon Harga Obat (DPHO). Sehingga item obat yang di tanggung PT Askes saat ini menjadi 1619 item, terdiri dari 571 item obat generik dan 1048 item obat branded generik. (vanya)

BERITA TERKAIT

Lagi, Yayasan Intiland Gandeng Habitat - Jangkau Luas Rumah Layak Huni

Melanjutkan kesuksesan dalam menyediakan rumah layak huni kepada masyarakat yang tidak mampu, perusahaan properti PT Intiland Development Tbk, melalui Yayasan…

Blanja.com Gelar Promosi Pesta Blanja Poin - Gandeng Telkomsel

NERACA Jakarta – Sebagai bentuk apresasi dan loyalitas para pelanggan, perusahaan e-commerce Blanja.com berkolaborasi dengan Telkomsel menggelar ajang promosi ‘Pesta…

Sinarmas MSIG Life Luncurkan 4 Produk Bancassurance - Gandeng Bank BJB

      NERACA   Jakarta - PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG (Sinarmas MSIG Life) dan Bank BJB, berkolaborasi meluncurkan…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Tujuh Pembangkit Diresmikan - Tingkatkan Rasio Elektrifikasi Di NTB dan NTT

NERACA Jakarta - Menteri ESDM Ignasius Jonan meresmikan tujuh proyek pembangkit di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Provinsi Nusa…

Luhut Sebut Ada Kesempatan Tingkatkan Peringkat Investasi

  NERACA Jakarta -  Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut B. Panjaitan menyatakan adanya peluang peningkatan peringkat layak investasi (investment grade)…

Mesin Taiwan Mampu Hemat 30%

  NERACA Cikarang - Taiwan mulai fokus untuk memproduksi mesin mesin dengan teknologi tinggi namun dengan harga yang cukup rendah,…