BTN Kerja Sama Penjaminan Pembiayaan Umum - Gandeng Jamkrindo

NERACA

Jakarta - Persaingan bisnis dewasa ini sangat pesat. Dunia perbankan dan asuransi merupakan bidang bisnis yang bersaing cukup pesat di pasar. Untuk bersaing dibutuhkan strategi bisnis agar dapat memanfaatkan peluang bisnis bagi pertumbuhan usaha.

Atas dasar itulah, Bank BTN menjalin kerja sama dengan Perusahaan Umum Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo). Kerja sama ini dimaksudkan untuk memberikan jaminan pembiayaan umum BTN iB untuk modal kerja dan investasi.

Direktur Bank BTN Irman Alvian Zahiruddin mengatakan, kerja sama ini akan sangat menguntungkan bagi masyarakat yang memanfaatkan skim pembiayaan syariah Bank BTN karena Jamkrindo akan memberikan jaminan atas pembiayaan tersebut. “Kerja sama ini meliputi dua hal, yaitu Jaminan Pembiayaan Umum dan Jaminan Pembiayaan SPK,” jelas Irman di Jakarta, pekan lalu.

Jaminan pembiayaan umum dimaksudkan untuk memberikan jaminan pembiayaan modalkerja maupun investasi yang diberikan Bank BTN kepada calon pengguna pembiayaan dengan nilai sampai dengan Rp250 juta. Sementara jaminan pembiayaan SPK dimaksudkan untuk memberikan jaminan pembiayaan dalam rangka pembangunan proyek dan atau pengadaan barang /jasa yang dananya bersumber dari APBN/APBD/BUMN/BUMD dengan nilai pembiayaan maksimal sebesar Rp500 juta.

Irman juga menjelaskan, kerja sama antara Bank BTN dengan Jamkrindo ini merupakan tindak lanjut dari rencana bisnis yang sudah direncanakan perseroan bagaimana agar masyarakat yang selama ini memanfaatkan fasilitas pembiayaan yang disiapkan Bank BTN dengan sistem syariah terlindungi sepenuhnya.

”Masyarakat yang menjadi pelanggan Bank BTN harus diberikan layanan lebih agar mereka nyaman dalam memanfaatkan produk dan jasa layanan perbankan yang kami miliki, apakah itu konvensional atau syariah,\" tegasnya.

Sementara itu Jamkrindo sendiri sebelumnya telah menjadi mitra bisnis Bank BTN. Sebelum penandatanganan kerjasama ini kami telah memberikan jaminan kredit atau pembiayaan kepada Bank BTN. Herry Sidharta, Direktur Operasi Jamkrindo menjelaskan per 30 Juni 2013 telah diberikan jaminan kredit atau pembiayaan kepada Bank BTN dengan total outstanding mencapai lebih dari Rp2 triliun.

Obyek jaminan diberikan untuk dukungan pembiayaan KUR dan non KUR yang disalurkan Bank BTN, baik itu konvensional ataupun syariah, jelasnya. Bank BTN Syariah sampai dengan saat ini masih berstatus sebagai UUS (unit usaha syariah). Ke depan UUS dimungkikan untuk berdiri sendiri secara mandiri dengan melakukan spin off (lepas dari induk usaha).

Bisnis Bank BTN Syariah tumbuh dengan cepat dan berkinerja sangat bagus. Tahun ini, Bank BTN Syariah mempunyai target pembiayaan sekitar Rp3 triliun. “Dengan peluang bisnis yang dimiliki syariah, kami telah menyiapkan Rp2 triliun untuk pembiayaan komersial dan Rp1 tiliun untuk pembiayaan consumer tahun 2013,” tukas Irman.

Bank BTN merupakan Bank BUMN dengan status perusahaan terbuka saat ini telah masuk kelompok 9 bank terbesar di Indonesia berdasarkan aset dan kredit yang disalurkan. Kinerja Bank BTN per 31 Desember 2012 mengalami pertumbuhan yang menggembirakan. Total aset sebesar Rp112 triliun atau tumbuh 25,39%. Kredit dan Pembiayaan sebesar Rp81 triliun atau tumbuh 28,08%. DPK sebesar Rp81 triliun atau tumbuh 30,20%. Laba bersih sebesar Rp1,36 triliun atau tumbuh 21,93%. [retno]

Related posts