Bank Dunia Permudah Pengadaan Suplai Kesehatan Reproduksi

NERACA

Jakarta- Bank Dunia mengumumkan bentuk perjanjian baru yang akan memudahkan pihak peminjam yang ingin memproses pengadaan suplai perangkat kesehatan reproduksi dari lembaga Dana Populasi PBB (UNFPA).\"Keunggulan dari perjanjian baru ini adalah tidak dibutuhkan lagi pemesanan dan sistem pembayaran spesifik dari pihak Bank Dunia,\" kata Kepala Pengadaan Grup Bank Dunia, Christopher Browne dalam siaran pers di Jakarta, pekan lalu.


Menurut dia, setiap negara kini dapat mengkaji dan memilih sendiri spesifikasi suplai perangkat kesehatan reproduksi yang mereka butuhkan dari katalog \"online\" (daring/dalam jaringan) UNFPA untuk menentukan pemesanan mereka sendiri.Dengan demikian, kata Christopher, prosesnya akan sama antara pembiayaan baik yang datang dari Bank Dunia maupun dari anggaran publik negara.


\"Ini merupakan langkah penting dalam memfasilitasi pencapaian kesehatan dan hasil pembangunan dengan bekerja dalam kemitraan bersama,\" katanya. Dia juga mengatakan, hal tersebut pada akhirnya dinilai akan memberi manfaat baik bagi klien Bank Dunia maupun anggota masyarakat yang menggunakan suplai kesehatan tersebut.


Perjanjian Bank Dunia-UNFPA tersebut sebagai bagian upaya terkoordinasi guna mendukung negara-negara berkembang dalam meningkatkan kesehatan perempuan untuk mencapai Sasaran Pembangunan Milenium (MDG) pada akhir 2015.UNFPA sendiri akan mengkaji dan menentukan harga tetap dari sejumlah barang yang dipesan melalui portal pengadaan daring lembaga tersebut, MyAccessRH.org.


Kepala Pengadaan UNFPA Eric Dupont berpendapat bahwa penjanjian tersebut dapat bermanfaat banyak bagi negara-negara antara lain adalah agar dapat memasok secara tepat waktu suplai kesehatan reproduksi.Sementara di Indonesia, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) akan meningkatkan sosialisasi dan edukasi mengenai kesehatan reproduksi bagi para remaja di Tanah Air.\"Sosialisasi tentang kesehatan reproduksi akan terus diintensifkan mengingat hal tersebut sangat penting bagi para remaja,\" kata Kepala BKKBN Fasli Jalal. [ardi]

Related posts